Berita Tasikmalaya, (harapanrakyat.com),- Peristiwa tabrak lari di simpang tiga Jalan RE Martadinata, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, Minggu dini hari (17/10/2021), mengakibatkan seorang pemuda meninggal dunia.
Sementara teman korban yang selamat, sempat bergelantungan di pintu samping mobil sebelah kiri saat mengejar pelaku.
Aksi tabrak lari ini sempat terekam kamera pengawas atau CCTV ,yang terpasang di rumah makan dan tempat cuci mobil sekitar lokasi kejadian.
Dalam rekam CCTV tersebut, terlihat pemotor terhempas ke aspal jalan usai kendaraan mobil Brio warna merah menghantamnya.
Meski dalam keadaan kesakitan, namun pengendara motor bernama Aji (18) berusaha mengejar pelaku sambil bergelantung ke pintu sebelah kiri mobil.
Korban tabrak lari yang selamat tersebut sempat beberapa meter bergelantungan, sebelum akhirnya terjatuh. Akan tetapi, pelaku yang mengendarai mobil Brio langsung tancap gas.
Akibat peristiwa ini, penumpang sepeda motor bernama Dendra, warga Cipedes, Kota Tasikmalaya meninggal dunia.
Pemuda berumur 16 tahun yang masih duduk di bangku SMP kelas 2 ini, menghembuskan napas terakhir setelah menjalani perawatan medis selama 2 hari di RSUD dr Soekardjo. Sementara Aji Gunawan, pengendara motor mengalami luka ringan.
Satlantas Polres Tasikmalaya Kota Benarkan Kejadian Tabrak Lari
Sementara itu, Kanit Sat Lantas Polres Tasikmalaya Kota, Ipda Zenzen, membenarkan kecelakaan lalu lintas yang terjadi pada Minggu pagi sekitar pukul 12.45 WIB tersebut.
Ipda Zenzen menuturkan, kecelakan terjadi saat kendaran mobil Brio warna merah masuk dari jalur Bojong.
Ia menduga bahwa pengendara mobil Brio tersebut saat berkendara tidak melihat kondisi jalan, hingga menabrak motor yang dari Jalan RE Martadinata.
“Kecelakaan tersebut melibatkan motor dengan mini bus,” tuturnya kepada HR Online, Jumat (22/10/2021).
Karena pengendara Brio tancap gas, sambungnya, pengendara motor yang selamat sempat lari mengejar mobil.
Bahkan, pengendara motor tersebut sempat menempel ke pintu mobil saat mengejar pengendara mobil.
“Dalam peristiwa tabrak lari ini, satu orang meninggal dunia. Sedangkan satu lagi yang mengendarai motor selamat hanya luka ringan,” ujarnya.
Keluarga Korban Berharap Pelaku Bertanggung Jawab
Sementara itu ayah korban, Indra Jaya, sangat sedih dengan kepergian anak pertama dari dua bersaudara.
“Padahal anaknya baik, kok tega ada orang menabrak langsung pergi dan tidak bertanggung jawab,” ucapnya, Jumat (22/10/2021).
Menurutnya, bahwa anak kebanggaannya itu jarang main ke luar rumah. Bahkan, kesehariannya di kamar terus.
“Paling kalau keluar rumah untuk sekolah. Anak saya kelas 2 SMP. Saya masih memikirkannya, kalau kangen suka nangis,” katanya.
Lebih lanjut Indra menambahkan, saat waktu kejadian anaknya berkata mau mie instan. “Bahkan saat kejadian kecelakaan itu, anak saya masih membawa mie instan di dalam perutnya,” tambahnya.
Sedangkan kejadian kronologis tabrak lari tersebut, Indra mengaku kurang tahu. Hanya saja ia mengetahui pas ada yang menelpon kalau anaknya mengalami kecelakaan.
“Sempat menjalani perawatan selama 2 hari, karena kepala bagian dalam ada luka akibat benturan,” jelasnya.
Meski kurang tahu kronologisnya, namun dari informasi yang ia terima, bahwa teman anaknya itu sempat mengejar pelaku. Bahkan, temannya itu sempat nempel di pinggir mobil sampai tergusur.
“Karena mungkin melihat anak saya tergeletak, jadi temannya itu berusaha mengejar pelaku untuk bertanggung jawab,” ucapnya.
“Saya berharap pelaku tabrak lari untuk bertanggung jawab, dan menyerahkan diri ke kantor polisi,” pungkasnya. (Apip/R5/HR-Online)
Editor : Adi Karyanto