Pengertian gempa swarm yaitu rangkaian gempa bumi dengan magnitudo kecil namun frekuensinya tinggi terjadi secara beruntun. Gempa ini berlangsung dalam jangka waktu yang cukup lama. Salah satu faktor pemicu gempa bumi jenis ini dapat berasal dari aktivitas vulkanisme yang terjadi sekitar wilayah tersebut.
Salah satu contohnya pada Kamis pagi (14/12/2023), wilayah Sukabumi diguncang oleh gempa berkekuatan Magnitudo 4,6. Gempa ini menjadi yang terkuat dalam beberapa hari terakhir setelah rentetan gempa menggetarkan kawasan tersebut.
Baca Juga: Hewan yang Bisa Mendeteksi Gempa, Salah Satunya Kucing
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjelaskan bahwa rangkaian gempa yang terjadi di wilayah Jawa Barat termasuk kategori gempa swarm.
Pengertian Gempa Swarm Secara Lengkap
Menurut informasi dari buku “Gempa Bumi” karya Ruyani, gempa bumi swarm merujuk pada gempa bumi yang terjadi secara terus-menerus. Gempa ini seringkali dengan durasi yang cukup lama, bahkan bisa mencapai 3 bulan atau lebih. Kejadian gempa bumi swarm ini umumnya terjadi di wilayah atau zona yang cenderung labil.
Pengertian gempa swarm menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) adalah serangkaian aktivitas gempa dengan magnitudo kecil yang terjadi dengan frekuensi yang sangat tinggi dan berlangsung dalam jangka waktu yang lama. Gempa swarm umumnya terjadi tanpa diikuti mainshock (gempa utama).
Gempa swarm yang berlangsung secara terus-menerus, cenderung tidak memberikan dampak yang signifikan. Aktivitas gempa swarm biasanya hanya menimbulkan keresahan dan jarang menyebabkan kerusakan. Bahkan, karena magnitudonya yang kecil, gempa ini juga tidak memiliki potensi untuk memicu tsunami di wilayah pesisir pantai.
Faktor Penyebab Gempa Swarm
Gempa kecil ini umumnya terjadi di wilayah gunung berapi yang terkait dengan pergerakan fluida, intrusi magma, atau migrasi magma. Aktivitas ini dapat menyebabkan deformasi pada batuan di bawah permukaan zona gunung berapi.
Gempa bumi dengan magnitudo kecil ini dapat terjadi akibat bagian sesar yang mengalami rayapan (creeping), menyebabkan deformasi seismik, atau karena adanya segmen sesar yang tidak terkunci (locked) dan bergerak secara perlahan.
Ketika swarm terjadi, wilayah gempa tidak menunjukkan adanya aktivitas vulkanisme, menandakan bahwa kejadian ini tersebut terkait dengan aktivitas sesar.
Informasi yang sejalan dengan laporan dari situs Universitas Gunadarma menyatakan bahwa pengertian gempa swarm merupakan hasil dari aktivitas sesar yang aktif dan terjadi pada kedalaman dangkal. Pergerakan sesar ini dapat berlangsung dalam jangka waktu yang relatif lama, melebihi sebulan.
Dalam beberapa kasus, gempa ini juga dapat terjadi pada zona gunung berapi. Kejadian swarm muncul ketika suatu bagian mengalami akumulasi medan tegangan yang terkait dengan aktivitas pergerakan magma.
Baca Juga: Sesar Aktif di Sumedang Picu Gempa Bumi, Begini Penjelasan BMKG!
Aktivitas vulkanik ini kerap terjadi sekitar kawasan dengan sifat batuan yang rapuh juga mudah retak.
Contoh Kejadian Gempa Swarm
Kejadian gempa swarm telah tercatat beberapa kali di berbagai wilayah Indonesia. Beberapa contoh kejadian gempa ini yang pernah terjadi adalah sebagai berikut:
1. Ambarawa-Salatiga-Ungaran
Pada rentang waktu 23 Oktober 2021 hingga 5 November 2021, tercatat adanya gempa bumi swarm di daerah Ambarawa, Salatiga, Ungaran, dan sekitarnya.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat bahwa gempa-gempa tersebut memiliki magnitudo antara M2,1 hingga M3,5, seperti yang terlapor oleh laman Pemkab Purworejo.
Koordinator Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono, mengungkapkan bahwa gempa ini masuk kategori swarm tektonik-vulkanik. Karena kawasan tersebut bersinggungan dengan Sesar Telomoyo-Merbabu-Merapi-Sesar Rawa Pening dengan kompleksitas cukup tinggi.
2. Kaki Gunung Salak
Gempa swarm yang terjadi di kaki Gunung Salak pada tanggal 23 Agustus 2019 terjadi karena aktivitas fluida. Meskipun jenis fluida tersebut belum teridentifikasi, informasi ini tertuang dalam artikel jurnal berjudul “Relokasi Gempa Bumi Swarm Pesawaran-Lampung, Januari 2021” oleh Izaina Nurfitriana. Selain itu juga ada dalam Jurnal Geocelebes Vol 5 No 1, April 2021.
3. Kabupaten Bogor
Tercatat bahwa pada awal Desember 2023 telah terjadi 32 kali gempa swarm di Kecamatan Pamijahan, Leuwiliang, dan Nanggung, Kabupaten Bogor. Gempa-gempa ini memiliki kekuatan antara M1,8 hingga M4,0. Gempa ini menyebabkan beberapa rumah mengalami kerusakan ringan.
Penjelasannya menyatakan bahwa aktivitas gempa dalam zona ini serupa dengan kejadian pada Agustus 2019. Pada saat itu, terdapat 673 kali gempa signifikan dengan magnitudo lebih dari 5,0, dan sebanyak 22 kali yang juga mencapai magnitudo tersebut. Selain itu, pada periode tersebut, guncangan yang masyarakat rasakan mencapai 56 kali.
Baca Juga: Ikan Oarfish Pertanda Gempa Bumi dan Tsunami, Ahli Buka Suara
Pengertian gempa swarm adalah rangkaian gempa bumi dengan magnitudo kecil, tinggi frekuensinya, dan berlangsung lama. Dapat terpicu aktivitas vulkanisme atau pergerakan sesar. Gempa ini sering terjadi di zona yang cenderung labil. Meskipun tidak signifikan, gempa bumi ini dapat menimbulkan keresahan dan jarang menyebabkan kerusakan. (R10/HR-Online)