Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),- Pagar pengaman milik BKSDA di Cagar Alam Pangandaran, Jabar, saat ini kondisinya rusak, hal ini menyebabkan rusa yang ada di Cagar Alam kembali keluar dan berkeliaran ke pemukiman penduduk.
Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Pangandaran Uking Iskandar membenarkan hal itu Rabu (20/10/2021).
Ia menyebut, pagar pengaman sepanjang 276 meter yang berada di Jojontor Boborok Pasir Putih sudah rusak.
“Termasuk yang di pantai timur Pangandaran pagar sepanjang 187 meter juga sudah rusak dan jebol,” ujar Uking.
Lantaran banyaknya rusa yang keluar, pihak BKSDA Pangandaran setiap sore hari menggiring rusa dari pemukiman penduduk kembali ke cagar alam.
“Sejak pagar yang pada rusak itu sering kejadian rusa keluar sampai ke pemukiman warga dan bahkan sampai ke daerah Cijulang,” jelasnya.
Baca Juga: Pangandaran Dapat Bantuan Pupuk Hayati Cair Organik 20 Ribu Liter
Uking menyebut, jumlah semua rusa yang ada di Taman Wisata Alam Pangandaran ini setelah ada penelitian sebanyak 170 ekor.
“Untuk makanannya, rusa ini biasa mengonsumsi ubi jalar dan kangkung, namun semenjak sering keluar, perilaku rusa berubah,” katanya.
Uking menuturkan, pada tanggal 14 Oktober 2021 kemarin, ada dua ekor rusa mengalami sakit.
Pihaknya pun segera melapor ke Balai agar segera mendapat pengobatan oleh dokter hewan.
“Kedua rusa itu mengalami luka-luka usai bertarung memperebutkan betinanya,” ungkapnya.
Pihaknya pun mengucapkan terima kasih kepada mantan Menteri KKP Susi Pudjiastuti yang mendorong dokter hewan dari Jakarta (pusat) agar datang ke Pangandaran untuk mengobati rusa.
“Sudah dua kali diobati, tinggal sekali lagi yakni mengganti perban, rusa yang satu masih dikarantina dan satunya lagi sudah dilepas karena luka di perutnya sudah sembuh,” jelas Uking.
Pihaknya juga memiliki keterbatasan pada kendaraan operasional untuk keperluan patroli dan evakuasi.
“Mudah-mudahan kedepan usulan permohonan pengadaan kendaraan operasional untuk evakuasi dan patroli terealisasi, mengingat kebutuhannya sangat mendesak,” pungkasnya. (Madlani/R8/HR Online/Editor Jujang)