Nebula mirip Godzilla baru-baru ini menjadi penampakan yang menarik. Bahkan NASA sudah mengirimkan beberapa foto melalui teleskop terkait nebula tersebut. Saat itu teleskop sedang beroperasi dari tahun 2003 hingga 2020.
Sebenarnya kumpulan gambar tersebut menunjukkan penampakan bibit nebula bintang pada rasi Sagitarius. Tentu semuanya berada di dalam lingkup bidang Bima Sakti. Jaraknya dari Bumi kurang lebih 7.800 tahun cahaya.
Spitzer Space Telescope merupakan alat untuk mengambil gambar tersebut. Namun, saat ini teleskop itu sudah tidak beroperasi atau pensiun. Dari gambar tersebut terlihat titik terang seperti mata tajam dan moncong persegi panjang.
Hal tersebut mirip dengan film Godzilla atau monster raksasa yang menyeramkan. Bahkan Godzilla disebut sebagai raja monster sejak tahun 1954.
Baca Juga: Misteri Nebula Cincin Biru Akhirnya Terpecahkan oleh Ilmuwan Astronomi
Temuan Nebula Mirip Godzilla pada Rasi Bintang Sagitarius
Letak dari nebula ini berada di konstelasi Sagitarius belahan langit selatan. Tentunya bersamaan dengan terjadinya perubahan warna yang sangat menakjubkan. Hal tersebut mewakili panjang gelombang cahaya inframerah yang berbeda-beda.
Ketika terlihat dalam cahaya, maka tampak bentuk mata manusia. Nebula tersebut hampir seluruhnya tertutup oleh awan debu yang halus.
Jika dilihat dengan seksama, maka cahaya inframerah sangat panjang melebihi pandangan mata manusia. Bahkan bisa menembus awan yang memberikan keindahan luar biasa.
Pada dasarnya, nebula mirip Godzilla ini merupakan awan debu dan gas yang berukuran besar. Menempati bagian ruang antara bintang-bintang angkasa. Fungsi dari nebula untuk tempat pembibitan bintang baru.
Nebula ini terbentuk ketika bintang yang lebih besar mulai mati. Sehingga akan melepas angin matahari dari gas. Jika melihat secara langsung, maka akan menghidupkan monster yang sangat fantasi tersebut.
Baca Juga: Awan Nebula Carina yang Menakjubkan dari Awan Kosmik Warna-Warni
Proses Pembentukan Nebula
Nebula pada planet terbentuk ketika bintang besar mulai mati. Seiring dengan bertambahnya usia angin menjadi lebih ganas. Hal tersebut bisa menabrak pecahan bintang kuno dan memberikan bentuk yang aneh.
Bagian luar dari lapisan bintang akan meledak dan mengungkapkan inti panas bintang. Dalam hal ini, mampu menerangi gas di sekitarnya. Sehingga menimbulkan kilatan cahaya yang menakutkan.
Nebula mirip Godzilla ini kemudian menampakkan cahaya yang membuatnya terlihat ke Bumi. Dengan begitu, Je Propulsion Laboratory NASA mulai membagikan gambar tersebut.
NASA juga mengatakan bahwa pihaknya tidak sedang mencari monster. Semua adalah kebetulan yang tidak terduga saat menjelajahi luar angkasa. Letak dari nebula tersebut merupakan bagian dari Survei GLIMPSE Spizter.
Survei Galaksi Inframerah di Atas Tingkat Menengah
Nebula mirip Godzilla menjadi perhatian banyak orang. Pada dasarnya, Spitzer telah pensiun dari Januari 2020. Namun para ilmuwan terus menambang berbagai kumpulan data yang luas.
Hal tersebut bertujuan untuk mendapatkan informasi baru tentang alam semesta. Tak heran jika banyak gambar baru yang mengesankan muncul pada langit Bima Sakti. Inilah salah satu cara agar orang bisa terhubung dengan Spitzer.
Sudah banyak penemuan nebula dari penelitian ini. Ada nebula cakar kucing karena bentuknya bulat besar. Sehingga meninggalkan kesan jejak kaki kucing yang letaknya pada konstelasi Scorpius.
Selain nebula mirip Godzilla, ada juga bernama Tarantula yang menunjukkan kemampuan Sitzr pada proyek Michael Werner. Hal tersebut sangat menarik karena berasal dari Jet Propulsion Laboratory NASA California.
Baca Juga: Penemuan Nebula Kupu-Kupu Oleh Astronom dengan Teleskop Hubble
Teleskop Luar Angkasa Nebulizer
Untuk mengamati bentuk dari nebula yang mirip monster tersebut, membutuhkan alat canggih bernama teleskop. Ada yang bernama teleskop luar angkasa Hubble. Hal ini terdiri dari teleskop ruang angkasa berpendingin cryo dengan optik ringan.
Adanya fasilitas tersebut mampu memberi cahaya ke array detektor inframerah format besar dan canggih. Hal ini memudahkan dalam mempelajari tata surya hingga jauh ke alam semesta.
Kemudian teleskop Spitzer mulai beroperasi pada tahun 2003 untuk melakukan pengamatan. Akhirnya muncul bukti baru mengenai nebula mirip Godzilla.
Teleskop tersebut menggunakan helium cair yang jumlahnya lebih sedikit daripada misi inframerah. Sehingga misi Spitzer jauh lebih murah dari segi pembiayaannya.
Tak heran bila NASA berhasil mengabadikan momen menarik terkait luar angkasa. Ini menjadi temuan baru mengenai kehidupan alam semesta.
Selain nebula mirip Godzilla ini, NASA masih mencari bukti lain yang lebih dalam. Namun, semua ini masih membutuhkan bukti serta klasifikasi lanjut agar sesuai dengan faktanya. (R10/HR-Online)