Berita Banjar, (harapanrakyat.com),- Modus penipuan minta pulsa dilakukan oleh nomor tak dikenal melalui pesan WhatsApp. Namun, pesan WA yang masuk dari nomor itu terlihat menggunakan foto Kepala Desa Kujangsari, Kecamatan Langensari, Kota Banjar, Jawa Barat.
Sontak saja kejadian tersebut membuat Kepala Desa Kujangsari, Ahmad Mujahid kaget setelah ia tahu dari salah seorang warganya.
Ahmad Mujahid mengatakan, ia mengetahui fotonya digunakan oleh nomor tak dikenal setelah mendapatkan informasi dari salah seorang warganya sekitar pukul 20:00 WIB.
Salah seorang warga tersebut kemudian melapor dengan maksud memberitahu, karena merasa curiga ada nomor WhatsApp yang menggunakan foto Kades Kujangsari untuk meminta pulsa.
“Tadi warga memberitahu saya, katanya ada nomor handphone menggunakan foto saya minta pulsa 200 ribu,” kata Ahmad Mujahid kepada HR Online, Senin (18/10/2021).
Ia menduga fotonya yang dicatut oleh nomor WA orang tidak bertanggung jawab itu diambil dari foto miliknya yang ada dalam media sosial Facebook.
Sejauh ini, kata Mujahid, baru ada satu orang warga yang melaporkan modus penipuan minta pulsa dengan mencatut foto miliknya. Untun saja belum sampai ada korban.
“Nomor handphone itu bukan nomor handphone saya, cuma pakai foto saya. Pelaku menggunakan cara mengirim pesan lewat WA, lalu menghubungi korbannya untuk meminta pulsa,” ujarnya.
Baca Juga : Cerita Asal Mula Nama Desa Kujangsari Kota Banjar
Modus Penipuan Minta Pulsa Gunakan Foto 2 Kades di Kota Banjar
Dengan adanya kejadian tersebut, Ahmad Mujahid mengimbau kepada warga masyarakat dan semua pihak untuk mengabaikan jika ada nomor 0812182240476 dengan menggunakan fotonya. Karena nomor tersebut bukan miliknya.
Apabila nomor itu ada menghubungi bisa langsung melapor agar tidak sampai menimbulkan korban. Karena foto yang pelaku gunakan untuk modus penipuan minta pulsa itu bukan hanya foto miliknya saja. Tapi juga foto Kepala Desa Batulawang, Kecamatan Pataruman.
“Kami harap ada penertiban. Soalnya meresahkan jika sampai disalahgunakan untuk meminta pulsa ke konter warga. Atau pelaku gunakan untuk meminta uang. Padahal selama ini kami tidak pernah meminta-minta seperti itu,” tandas Ahmad Mujahid. (Muhlisin/R3/HR-Online)
Editor : Eva