Berita Banjar, (harapanrakyat.com),- Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan atau DKP3 Banjar menanggapi masalah kenaikan harga pakan ikan secara terus-menerus.
Kepala DKP3 Banjar, Aswin Buhedi, melalui Kabid Perikanan Yadi Mulyadi mengatakan, masalah kenaikan tersebut bukan hanya menjadi kendala di bidang perikanan saja.
Akan tetapi, kata Ia, bidang lain seperti peternakan juga mengalami hal yang sama.
“Jadi kendala harga pakan ini bukan hanya di bidang perikanan saja. Akan tetapi di peternakan juga sama kendalanya seperti itu,” ujar Kabid Perikanan Yadi Mulyadi, Jumat (22/10/2021).
baca juga: Harga Pakan Ikan Naik Terus-terusan, Pembudidaya di Banjar Mengeluh
Penyebab Kenaikan Harga Pakan Ikan
Yadi menjelaskan, salah satu penyebabnya, adalah bahan pembuatannya yang masih impor, seperti tepung ikan, kedelai, jagung, vitamin dan mineral.
Sedangkan di Kota Banjar sendiri, lanjutnya, belum ada sentra pembuatan pakan ikan. Sehingga para pembudidaya masih membeli dari luar daerah.
“Di Kota Banjar belum ada, paling juga untuk ikan yang kecil-kecil itu pakannya cacing sutra dan itu juga belinya dari luar kota. Sedangkan untuk yang umur 2-3 minggu itu pakai pelet dengan kandungan protein 30 persen, itupun harus diblender dulu supaya jadi halus,” tambahnya.
Terkait harga jual ikan yang tidak ada kenaikan, ia menilai karena kurangnya daya konsumsi masyarakat untuk makan ikan. Ia juga menyebut pengaruhnya karena adanya kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat akibat pandemi.
“Karena pandemi bisa jadi. Dulu kan waktu PPKM ketat sekali, itu nggak bisa ke luar kota. Terus ditambah daya konsumsinya masih rendah,” terangnya.
Kendati begitu, adanya Bank Indonesia ia harap dapat membantu para pembudidaya ikan dengan bantuan pinjaman lunak.
“Makanya kemarin itu kan ada campur tangan koperasi atau dari Bank Indonesia dengan pinjaman lunak, jadi itu solusinya,” pungkasnya. (Sandi/R6/HR-Online)