Keistimewaan Siti Khadijah menjadi teladan bagi para wanita Muslimah. Seperti yang sudah kita ketahui, bahwa Sayyidah Khadijah merupakan istri pertama dari Uswatun Khasanah kita, Rasulullah SAW.
Posisi Khadijah sendiri sangatlah istimewa bagi kehidupan Nabi Muhammad SAW. Baginda Muhammad juga tidak pernah memoligami istrinya tersebut.
Bahkan, banyak orang yang mengatakan bahwa Khodijah lah yang menemani Rasul pada titik terberat. Pasalnya, Khodijah lah yang sudah mendukung perjalanan dakwah Muhammad SAW.
Oleh sebab itu juga, istri Nabi Muhammad yang pertama tersebut menduduki tempat yang sangat istimewa di hati suaminya. Sosok dari Khadijah binti Khuwailid tersebut juga menjadi suri teladan untuk kehidupan wanita Muslimah.
Keteguhan Iman serta sikapnya dalam mendukung agama Allah sangat luar biasa. Istri Nabi Muhammad yang pertama ini, juga merupakan orang pertama yang mengakui kerasulan suaminya serta masuk Islam.
Baca juga: Keistimewaan Hari Senin, Banyak Ampunan dan Pahala
Hingga pada akhirnya, Khadijah dijamin masuk surga oleh Rasulullah sebagaimana Hadits Riwayat Muslim, pemuka wanita yang kelak akan menjadi ahli surga ada 4, yakni Maryam binti Imran, Fatimah binti Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam, Khadijah binti Khuwailid, serta Asiyah.
Beberapa Keistimewaan Siti Khadijah yang Menginspirasi
Perlu Anda ketahui, Khodijah itu tidak bisa dikatakan sebanding dengan perempuan manapun. Hal tersebut, bisa kita lihat saat nabi menikahi Khadijah hanya satu saja sampai beliau itu wafat.
Barulah setelah itu, Nabi Muhammad menikah dengan istrinya yang lain. Wanita yang kaya raya, Dermawan, mau berkorban untuk suaminya, wanita pemberani, menjadi julukan untuk Khadijah binti Khuwailid.
Pada zaman dahulu, Siti Khadijah mempunyai julukan Al-Thohiroh yang artinya adalah wanita suci. Landasan yang menyebabkan adanya julukan tersebut adalah, karena memang jiwanya sangat suci, ia juga tidak pernah bergaul dengan perempuan penghibur manapun.
Baca juga: Keistimewaan Hari Jumat Datangkan Banyak Amalan Baik
Kemudian Ummul Mukminin yang mempunyai arti Ibu dari kaum Mukminin, sayyidatunnisa lil alamin artinya adalah, penghulu wanita pada zamannya. Adanya beberapa gelar tersebut, sudah menunjukkan bahwa keistimewaan Siti Khadijah itu memang patut kita jadikan suri teladan.
Wanita Bijaksana
Untuk keistimewaan Siti Khadijah yang pertama adalah, beliau adalah wanita yang sangat bijaksana.
Hal tersebut bisa kita lihat dari, sikapnya yang mampu memberikan suaminya ketenangan setelah Nabi Muhammad SAW mendapatkan wahyu pertamanya.
Ketika itu keadaannya sangatlah takut dan menggigil, namun Khadijah menyelimutinya sampai beliau merasakan kehangatan.
Rasulullah SAW bertanya kepada istrinya, Wahai istriku Sebenarnya apa yang sudah terjadi denganku, karena sungguh aku merasa khawatir atas diriku sendiri.
Mendengar pernyataan tersebut, istri Nabi Muhammad kemudian berkata, tidak. Sampaikanlah kabar gembira. Demi Allah, Allah itu tidak akan mencelakakanmu selama-lamanya.
Karena engkau adalah orang-orang yang benar menyambung tali silaturahmi jujur perkataannya, tolong-menolong, memberi kepada mereka yang tidak memiliki, yang juga memuliakan tamu serta menegakkan kebenaran. Masya Allah, begitu bijaknya istri Nabi Muhammad yang pertama ini.
Sosok yang Cerdas
Selain merupakan wanita yang bijaksana, keistimewaan Siti Khadijah adalah merupakan sosok yang cerdas.
Hal yang demikian ini bisa kita lihat ketika datangnya Jibril menuju Nabi Muhammad.
Pada dasarnya, istri Nabi Muhammad yang pertama tersebut tidak bisa melihat kedatangan Jibril. Akan tetapi beliau mampu memberikan ketenangan kepada suaminya.
Baca juga: Kisah Rasul Mendengar Siksa Kubur, Keistimewaan dari Allah SWT
Sayyidah mengatakan, bertahanlah dan bergembiralah wahai anak pamanku karena demi Allah itu adalah malaikat bukan setan.
Hal ini juga bisa menjadi pegangan untuk para wanita Muslimah akhir zaman ini. Sering juga kita temui wanita yang tidak mampu menenangkan suaminya sendiri.
Mendapat Salam dari Allah Lewat Jibril
Bukan hanya itu saja keistimewaan Siti Khadijah. Karena beliau juga mendapatkan salam langsung dari Allah SWT serta Malaikat Jibril.
Seperti pada kisahnya, saat itu istri Nabi Muhammad mengantarkan makanan untuk suaminya yang sedang menyendiri.
Mendapatkan Derajat yang Tinggi
Karena merupakan orang pertama yang sudah mengimani kerasulan dari Nabi Muhammad SAW, tidak heran apabila keistimewaan Siti Khadijah ini Ia mendapatkan derajat yang sangat mulia dan tinggi.
Tidak hanya yang mengakui atas kenabian suaminya saja, akan tetapi dia juga yang mendampingi serta menguatkan Rasulullah saat memegang tongkat kenabian.
Hal tersebut, juga menyebabkan Khadijah mendapatkan pangkat sebagai, istri Nabi Muhammad SAW yang paling utama.
Sebagai seorang wanita, sudah sepatutnya kita mencontoh istri pertama Nabi SAW tersebut.
Dia sangat mandiri, Shalihah juga teguh, serta setia. Tidak meninggalkan pasangannya dan memberikan hartanya, demi kepentingan Islam.
Terdapat banyak teladan dari Khadijah tersebut. Dalam Islam sendiri, banyak sekali kisah teladan yang baik untuk kaum wanita. Karena memang sebenarnya wanita itu istimewa.
Salah satunya adalah, keistimewaan Siti Khadijah. Wahai Muslimah akhir zaman, mari bersama menuju perubahan untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi. (Muhafid/R6/HR-Online)