Berita Banjar, (harapanrakyat.com),- Kwartir Cabang gerakan Pramuka Kota Banjar, Jawa Barat, bekerjasama dengan Organisasi Amatir Radio Indonesia (ORARI) lokal mengadakan Jambore On The Air dan Jambore On The Internet (Jota-Joti), Jum’at (15/10/2021).
Kegiatan yang berlangsung di sekretariat ORARI Banjar yang berada di Jalan Siliwangi ini memberikan beasiswa untuk mengikuti pelatihan keanggotaan ORARI.
Wakahumas Kwarcab Pramuka Banjar, Arif Budiman, mengatakan, Jambore On The Air tersebut diikuti oleh 100 peserta pramuka tingkat penggalang, penggerak dan pandega yang berasal dari 10 SMP dan SMA, termasuk Perguruan Tinggi.
Dari setiap sekolah terdapat perwakilan sebanyak 10 peserta dengan waktu pelaksanaannya selama tiga hari. Hal ini guna menghindari kerumunan saat kegiatan berlangsung.
“Sebetulnya banyak yang mau ikut, tapi masih pandemi Covid-19 jadi pesertanya kami batasi dan pelatihannya juga bertahap selama tiga hari,” kata Arif Budiman.
Adapun materinya, yaitu pengenalan tentang penggunaan sarana radio dan praktik berkomunikasi dengan sesama anggota pramuka yang ada di berbagai daerah.
Terlebih lagi, lanjutnya, agenda Jota-Joti tersebut berlangsung secara nasional. Sehingga para peserta ke depannya akan lebih terlatih dan cakap dalam melakukan komunikasi.
“Kegiatan ini tingkat nasional. Masing-masing Pramuka dan ORARI seluruh Indonesia akan saling berkomunikasi menggunakan pesawat radio,” katanya.
baca juga: Sebelum Tower Berdiri di Binangun Kota Banjar, Warga Terima Uang
2 Peserta Terbaik Jambore On The Air Dapat Beasiswa
Sementara itu, Ketua ORARI Kota Banjar, Yana S Bachyan, mengatakan, pihaknya akan memberikan beasiswa kepada dua peserta terbaik dalam melakukan praktik komunikasi.
Namun, beasiswa tersebut bukan beasiswa belajar atau sekolah, tapi berupa langsung menjadi anggota ORARI dan akan ikut dalam kegiatan pelatihan ujian di Bandung.
Sehingga nantinya ORARi tidak lagi kesulitan ketika membutuhkan pendamping.
“Untuk dua peserta terbaik itu kami ambil dari tingkat SMP agar nantinya bisa menjadi regenerasi dan bisa mendampingi pelatihan berikutnya. Kalau dari tingkat SMA nanti kurang maksimal dan cepat berganti karena masanya cuma sebentar 5 tahun,” katanya.
Ke depan ia berharap semoga kantor sekretariat pramuka bisa terwujud dan nantinya bisa digunakan untuk agenda Jota-Joti. Sebab, peralatan juga sudah ada dan bisa menggunakan milik ORARI.
“Kami juga berharap ke depannya ada alokasi anggaran dari pemerintah untuk menunjang kegiatan ini serta agenda yang lain, seperti bantuan komunikasi hari besar keagamaan, rescue dan lainnya,” harapnya. (Muhlisin/R6/HR-Online)