Minggu, April 6, 2025
BerandaBerita BanjarHidup Sebatang Kara, Nenek di Banjar Menyambung Hidup dari Seikat Lidi

Hidup Sebatang Kara, Nenek di Banjar Menyambung Hidup dari Seikat Lidi

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),- Meski hidup sebatang kara dan usia yang sudah tidak muda lagi, namun nenek Ruwi (74) masih semangat untuk menjalani hidup.

Sementara untuk menyambung hidup sehari-hari, nenek warga Dusun Muktiasih, RT 3/6, Desa Sukamukti, Kecamatan Pataruman, Kota Banjar, Jawa Barat, ini mengandalkan dari seikat sapu lidi.

Setiap hari, ia dengan telaten mengumpulkan daun kelapa yang sudah kering, yang kemudian ia merautnya untuk dijadikan sapu lidi. Setelah itu, lidi yang sudah menjadi sapu tersebut ia jual.  

“Sehari-hari meraut lidi untuk nantinya saya jual. Kalau lagi santai suka dapat tiga ikat sapu,” ujar nenek sebatang kara asal Kota Banjar, Ruwi kepada wartawan, Sabtu (16/10/2021).

Ruwi menuturkan, sapu lidi yang ia buat tersebut dijual ke seorang pengepul, dengan satu ikat sapu lidi dihargai sebesar Rp 1.300.

“Kadang sapu lidi yang saya jual ke pengepul bisa sampai 20 ikat. Tapi nggak tentu sih,” tambahnya.

Bantuan untuk Nenek yang Hidup Sebatang Kara Asal Kota Banjar

Selain dari hasil jualan sapu lidi, nenek Ruwi juga mendapatkan bantuan dari pemerintah berupa beras sebanyak 5 kilogram. Bantuan tersebut ia terima setiap satu bulan sekali.

“Kalau dari desa suka ada beras 5 kilogram setiap bulan. Dulu lagi ramai itu ada bantuan beras juga 10 kilogram, cuma satu kali aja,” terangnya.

Sebelumnya, nenek yang hidup sebatang kara asal Kota Banjar itu juga menempati rumah yang tidak layak huni. Namun, kini nene Ruwi bisa bernapas lega. Pasalnya, ia mendapat bantuan bedah rumah dari Forum Komunikasi Masyarakat (FKM) Hegarmukti beberapa waktu lalu.

Sementara itu, Ketua RT 3, Sahdi mengatakan, bantuan yang nenek Ruwi terima itu hanya dari program Rastrada, yakni berupa beras 5 kilogram.

“Bantuan dari pemerintah cuma Rastrada berupa beras 5 kilogram per bulan,” katanya Sabtu (16/10/2021).

“Kalau kemarin waktu pertama pandemi, ada tambahan berupa uang Rp 100 ribu, sama beras 10 kilogram. Selebihnya tidak ada lagi,” imbuhnya.

Oleh karena itu, ia mengajukan bantuan kepada FKM Hegarmukti untuk membantu dengan bedah rumah. Karena kondisi sebelumnya tidak layak huni.

Selain mengajukan bantuan bedah rumah, Sahdi juga telah berusaha untuk mengajukan kepada pemerintah desa agar nenek yang hidup sebatang kara tersebut mendapat bantuan untuk lansia.

“Saya juga mengajukan ke desa untuk bantuan lansia, berupa uang sebesar Rp 500 ribu. Tapi sampai sekarang belum cair,” ujarnya.

Sahdi menuturkan, nenek Ruwi hanya hidup sebatang kara tidak memiliki suami dan anak. Sehingga tidak ada yang memperhatikannya.

“Ada memang di sini sifat anak, kalau bahasa sundanya. Tapi kan mereka udah punya keluarga, jadi tidak hanya memperhatikan nenek Ruwi saja,” tuturnya.

Sehingga, ia berharap pemerintah bisa membantu dan memperhatikan nenek Ruwi yang hidup sebatang kara tersebut. (Sandi/R5/HR-Online)

Editor : Adi Karyanto

gebrakan 100 hari kerja

Tokoh Masyarakat Tasikmalaya Menanti Gebrakan 100 Hari Kerja Viman-Dicky

harapanrakyat.com,- Tokoh masyarakat menanti gebrakan 100 hari kerja Viman Alfarizi Ramadah-Diky Chandra, Walikota - Wakil Wali Kota Tasikmalaya. Apalagi sejak dilantik sampai saat ini...
Objek wisata di Kota Banjar sepi pengunjung

Aktivis Prihatin Kota Banjar Sepi Wisatawan saat Libur Lebaran, Anggap Pemkot Gagal 

harapanrakyat.com,- Aktivis GMNI Kota Banjar, Jawa Barat, prihatin dengan kondisi sepinya wisatawan yang berkunjung ke sejumlah destinasi wisata di Banjar saat momen libur lebaran...
Longsor TPT Rumah

Longsor TPT Rumah Terekam Kamera Amatir, Warga Singajaya Garut Panik

harapanrakyat.com,- Longsor Tembok Penahan Tebing (TPT) rumah di Garut, Jawa Barat, terekam kamera amatir warga. Meski tidak ada korban jiwa, namun insiden ini membuat...
Kaleng Kue Lebaran

Balita di Garut Kepalanya Tersangkut Dalam Kaleng Kue Lebaran, Petugas Damkar Turun Tangan

harapanrakyat.com,- Seorang balita di Garut, Jawa Barat, kepalanya tersangkut ke dalam kaleng kue lebaran, Sabtu (5/4/2025). Balita tersebut menangis kesakitan sehingga orang tuanya harus...
Obyek Wisata Curug Panganten

Remaja Asal Tasik Berenang di Obyek Wisata Curug Panganten Ciamis Berujung Maut

harapanrakyat.com,- Seorang remaja asal Kabupaten Tasikmalaya berenang di obyek wisata Curug Panganten, Desa Tanjungsari, Kecamatan Sadananya, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, berujung maut. Remaja bernama Rifki...
Tersambar Petir Saat Mandi

Seorang Warga di Tasikmalaya Tersambar Petir Saat Mandi

harapanrakyat.com,- Seorang warga di Kampung Cikajar, Kelurahan Leuwibudah, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, tersambar petir saat sedang mandi di rumahnya, Sabtu (5/4/2025). Beruntung korban...