Fakta planet kerdil Haumea berputar cepat pada porosnya. Kemudian planet ini mengorbit Matahari jauh melampaui Neptunus. Ia mempunyai dua bulan dan ukurannya tersebut hampir sama dengan Pluto.
Deretan Fakta Planet Kerdil Haumea
Bentuk Haumea unik dan menarik. Planet ini ditemukan pada tahun 2004 oleh tim astronom yang dipimpin Mike Brown dan menjadi planet kerdil terbesar keempat. Akan tetapi pada tahun 2008 baru diakui secara resmi sebagai planet kerdil oleh International Astronomical Union.
Fakta planet kerdil Haumea mendapat julukan Santa dari para astronom. Kemudian Jose Luis Ortiz Moreno pemimpin tim observatorium Sierra Nevada juga mengumumkan penemuan tubuh planet tersebut dalam gambar, tahun 2005.
Dalam mitologi Hawaii, arti Haumea adalah dewi kesuburan. Kemudian penamaan bulan-bulannya berdasarkan nama dua anak dari Haumea.
Haumea mengorbit di zona mirip cakram di luar orbit Neptunus atau sering disebut Sabuk Kuiper. Astronom menyebut objek ini sebagai trans-Neptunus atau Plutoid.
Terbentuk pada awal sejarah Tata Surya kita sekitar 4,5 miliar tahun silam. Permukaan homogen tertutup campuran es amorf, kristal, dan 8% organik.
Baca Juga: Planet Kerdil Terkecil di Tata Surya Ini Berhasil Menggeser Posisi Ceres
Orbit dan Rotasi
Mengutip laman space-com, untuk mengorbit matahari, Haumea membutuhkan waktu 285 tahun Bumi. Jarak terjauh terletak lebih dari 51 kali jarak Bumi-Matahari. Sedangkan jarak terdekat 34 kali jarak Bumi -Matahari.
Kecepatan rotasi Haumea begitu dahsyat. Astronom yakin jika fakta rotasi planet kerdil Haumea ini akibat tabrakan tahun-tahun sebelumnya.
Kebanyakan objek berputar dalam keseimbangan yang diratakan menjadi spheroid oblate. Namun planet kerdil ini berputar sangat cepat hingga terdistorsi jadi ellipsoid triaksial.
Magnitudo visual planet kerdil ini 17,3. Sehingga membuat objek tersebut paling terang ketiga di sabuk Kuiper setelah Pluto dan Makemake. Jadi, planet ini mudah astronom amati menggunakan teleskop amatir yang besar.
Baca Juga: Planet Kerdil Gonggong, Benda Langit Pertama dengan Mitologi Cina
Jarak, Ukuran, dan Massa
Jarak Haumea dari Matahari sekitar 35 AU pada perihelionnya. Sementara dari titik aphelionnya kurang lebih 50 AU. Planet kerdil ini kemungkinan kehilangan sekitar 20% massanya selama terjadi tabrakan. Haumea mewakili 28% massa sistem plutonian dan 6% bulan Bumi.
Para ilmuwan dapat menentukan massa tubuhnya berkat penemuan dua bulan. Fakta planet kerdil Haumea berputar pada porosnya setiap empat jam satu kali.
Permukaan dan Komposisi
Para astronom berpendapat tentang fakta planet kerdil Haumea mirip dengan Pluto. Komposisinya terdiri dari setengah batu dan tertutup cangkang es tipis.
Miliaran tahun yang lalu, Haumea kemungkinan bertabrakan dengan sebuah objek besar. Lalu sebagian besar permukaan esnya berjatuhan.
Putaran cepat rotasinya membuat planet kecil ini berbentuk memanjang dan tidak biasa. Penemuan puing-puing es kecil di orbit yang hampir sama dengan Haumea Ini menjadi gagasan tabrakan kuno.
Kristal es di permukaan Haumea mirip dengan Charon dan Pluto. Sangat khas, biasanya es kristal seperti ini terbentuk pada suhu diatas 110 K. Sementara suhu permukaannya di bawah 50 K, sehingga menguntungkan untuk pembentukan es amorf.
Tampaknya Haumea mempunyai bintik merah gelap di permukaan. Kemungkinan objek itu mengandung banyak mineral dan senyawa organik daripada es di sekelilingnya.
Bulan
Setelah melakukan pengamatan tahun 2005 di Observatorium WM Keck, astronom menemukan dua bulan Haumea. Ternyata mereka jauh lebih kecil dari Haumea.
Haiiaka merupakan bulan yang lebih besar, diameternya kurang lebih 310 kilometer. Mengorbit induknya pada jalur yang hampir melingkar setiap 49 hari. Bulan ini tertutup es kristal murni berdasarkan analisis spektrum inframerah.
Namaka menjadi satelit bagian Haumea yang lebih mini, yakni sepersepuluh dari seluruh objek Sabuk Kuiper. Waktu orbitnya 18 hari dengan bentuk elips non-Keplerian.
Baca Juga: Planet Kerdil Selain Pluto di Tata Surya, Apakah Ada?
Planet Bercincin
Penemuan fakta planet kerdil Haumea memiliki sistem cincin pada tahun 2017 saat terjadi okultasi bintang. Lebar cincin sekitar 70 kilometer (40 mil). Kemudian berada pada radius 2.287 kilometer dari Haumea.
Keberadaan cincin berada di bidang yang sama dengan ekuator Haumea. Lalu partikel yang terdapat pada cincin mempunyai resonansi 3:1 dengan rotasi planet kerdil tersebut.
Kelayakan Huni
Tidak mungkin terdapat kehidupan di planet kerdil tersebut. Pasalnya suhu rata-rata sekitar -241 derajat Celcius atau -402 derajat Fahrenheit.
Dengan memakai bantuan gravitasi Jupiter, misi terbang lintas ke Haumea akan memakan waktu 14,25 tahun. Akan tetapi belum ada misi yang dikonfirmasi ke Haumea. Meskipun terdapat fakta planet kerdil Haumea yang unik dan layak untuk menjelajahinya. (R10/HR-Online)