Berita Jabar, (harapanrakyat.com),- Dalam upaya mendongkrak ekonomi sektor pertanian, Pemprov Jabar saat ini memaksimalkan program Petani Milenial.
Hal itu sebagaimana disampaikan Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum saat mengikuti seminar petani milenial secara virtual, Kamis (7/10/2021) dari rumah singgah Wagub di Tasikmalaya.
Ia menyebut, Jabar mempunyai bonus geografi dan demografi sebagai modal utama untuk maju.
Bonus geografi, Jabar ditakdirkan mempunyai tanah yang subur dan sumber air yang melimpah.
Sementara bonus demografi, Jabar saat ini memiliki penduduk yang kebanyakan usia produktif hingga 2030 nanti.
“Apabila 2 bonus ini kita selaraskan, akan terbentuk kombinasi dan komposisi yang memadai untuk membuat inovasi, kreatifitas dan kolaborasi, salah satunya melalui program petani milenial,” ujar Uu.
Baca Juga: Pemprov Jabar Siapkan Tiga Skenario Pulihkan Ekonomi Dampak Pandemi
Selain itu, Jawa Barat juga masih memiliki 1 bonus yakni bonus edukasi. Dimana wilayah Jabar banyak sekali lembaga pendidikan perguruan tinggi yang menjadi rujukan tingkat nasional.
“Pemprov Jabar akan memanfaatkan 3 bonus itu, untuk mendongkrak ekonomi dari sektor pertanian dengan menginisiasi program Petani Milenial,” katanya.
Menurutnya, dalam bidang pertanian sumber daya alam dan manusia harus dipadukan agar bisa menjadi daya ungkit meningkatnya ekonomi di Jawa Barat.
“Termasuk juga dengan dukungan teknologi di sektor pertanian, saya minta para teknokrat dan inovator agar menghadirkan teknologi pertanian,” jelas Uu.
Selain merealisasikan program petani milenial, Pemprov Jabar juga membentuk program Santri Tani atau Santani.
“Program ini dalam rangka membangkitkan perekonomian di masa pandemi,” pungkas Uu. (Jujang/R8/HR Online)
Editor: Jujang