Bagian mikroskop dan fungsinya perlu Anda ketahui. Pada mikroskop majemuk memakai lensa dan cahaya untuk memperbesar gambar. Kemudian mikroskop optik paling sederhana berupa kaca pembesar.
Ketahui Bagian Mikroskop dan Fungsinya
Mikroskop merupakan sebuah alat bantu yang dipakai untuk mengamati benda atau makhluk berukuran mikroskopis (sangat kecil). Bahkan kita tidak dapat melihatnya dengan kasat mata.
Hingga saat ini, keberadaan mikroskop sangat penting dalam kegiatan sains dan biologi. Keberadaannya berperan memajukan penelitian terhadap makhluk hidup. Pasalnya, para peneliti bisa mengamati organisme meskipun berukuran sangat kecil berkat bagian mikroskop dan fungsinya. Berikut bagian dasar dari mikroskop:
Lensa Eyepiece
Lensa eyepiece merupakan bagian dari mikroskop yang berada di bagian atas. Bagian tersebut biasanya dapat melihat hingga 10X dan 15X kekuatan.
Baca Juga: Pengertian Dispersi Cahaya, Pembiasan Pelangi Melalui Prisma
Tube dan Lengan
Tube menjadi penghubung antara lensa okuler dan lensa objektif. Sementara fungsi lengan pada mikroskop untuk mendukung tabung dan menghubungkan ke pangkalan.
Basis
Bagian mikroskop berikutnya adalah basis, dan fungsinya untuk penopang atau penyangga. Basis terdapat pada bagian bawah mikroskop.
Illuminator
Sebagai pengganti cermin, mikroskop menggunakan sumber cahaya tetap. Namun, apabila terdapat mikroskop pada cermin, maka gunanya untuk memantulkan cahaya dari sumber cahaya eksternal melewati bagian bawah punggung.
Paling umum mikroskop majemuk menggunakan bola lampu halogen tegangan rendah sebagai sumber penerangan.
Baca Juga: Asal Usul Sel Prokariotik, Hasil Perkembangan Progenot atau Sel Purba
Panggung
Panggung merupakan platform datar sebagai tempat meletakkan slide. Kemudian klip panggung ini akan menahan slide di tempatnya.
Apabila mikroskop Anda mempunyai tahap mekanis dengan memutar dua kenop, maka Anda bisa memindahkan slide. Bagian satu menggerakkan ke arah kiri dan kanan, sementara lainnya ke atas serta bawah. Posisi panggung mekanis dapat Anda sesuaikan secara horizontal atau vertikal.
Revolving Nosepiece atau Turret
Bagian mikroskop berikutnya dan yang tidak kalah penting fungsinya adalah revolving nosepiece atau turret. Bagian ini berguna untuk menahan dua atau lebih lensa objektif. Dengan turret ini, Anda dapat memutar dan mengubah daya begitu mudah.
Lensa Objektif
Pada mikroskop biasanya terdapat 3 hingga 4 lensa objektif. Semua lensa tersebut selalu terdiri dari kekuatan 4X, 10X, 40X, dan 100X.
Jika menggabungkan lensa objektif dengan lensa okuler paling umum, yakni 10X maka akan memperoleh pembesaran total 40X (4X kali 10X), 100X, 400X, atau 1000X. Kemudian Anda membutuhkan mikroskop yang relatif canggih dengan kondensor Abbe untuk mendapatkan resolusi yang baik pada 1000X.
Rack Stop
Bagian mikroskop ini fungsinya menjadi penentu untuk menyesuaikan seberapa dekat lensa objektif dan bisa mencapai slide. Namun, penyesuaian telah diatur oleh pabrik. Sehingga pengguna tidak perlu memutar lensa objektif daya tinggi ke dalam slide.
Oleh karena itu, Anda hanya perlu memakai slide yang tipis dan fokus pada spesimen dengan daya tinggi.
Lensa Kondensor
Fungsinya lensa kondensor yang merupakan salah satu bagian mikroskop ini untuk memfokuskan cahaya ke spesimen. Lensa kondensor terbaik untuk menghasilkan gambar lebih tajam dengan kekuatan tertinggi 400X ke atas.
Diafragma atau Iris
Ukuran lubang diafragma berbeda-beda pada setiap mikroskop. Penggunaannya untuk memperbanyak intensitas dan ukuran kerucut cahaya yang diproyeksikan ke atas dan ke dalam slide.
Mengenai pengaturan diafragma, tidak ada aturan kekuatan tertentu. Pasalnya, penggunaannya sesuai dengan lensa objektif yang digunakan.
Selain itu, pengaturannya berdasarkan fungsi dari transparansi spesimen dan tingkat kontras yang dikehendaki. Knob berfungsi untuk mengatur jumlah cahaya yang mencapai spesimen atau slide dari dasar iluminasi.
Cara Menggunakan Mikroskop
Setelah mengetahui bagian mikroskop dan fungsinya, sebaiknya juga memahami cara menggunakannya. Untuk memakai mikroskop majemuk, pastikan meletakkan kaca penutup di atas sampel. Kemudian jangan memakai kekuatan saat difokuskan mikroskop.
Jika knop tidak mau berputar, itu tandanya terkunci atau jatuh ke lensa objektif. Sehingga Anda perlu mengatur pada bagian tegangan.
Selanjutnya sesuaikan lampu kondensor untuk gambar lebih tajam. Kondensor tersebut berada di bawah punggung mikroskop dan akan bergerak turun atau naik.
Bagian mikroskop dan fungsinya berperan penting untuk mengamati hal-hal yang tidak bisa kita lihat dengan mata telanjang. Adanya sains modern, banyak hal yang dapat diketahui dalam skala mikroskopis. Sehingga dapat membantu manusia menjalani hidup dengan lebih efektif. (R10/HR Online)