Fans anime Attack on Titan (AOT) memang tak ada matinya. Mereka merilis Attack on Titan No Requiem part 2 pada September 2021 lalu.
Bagi yang baru dalam dunia per-anime-an, AOT No Requiem ini bukan resmi karya Hajime Isayama. Melainkan sebuah karya alternatif dari para penggemar yang merasa kecewa dengan ending Attack On Titan.
Review Attack On Titan No Requiem Part 2
Sebelumnya fans pernah merilis AOT No Requiem part 1. Nah, di part kedua pada scene pertama muncul Armin di dunia path. Di sana ada Eren kecil dan dewasa yang bertemu dengan Armin.
Baca Juga: Alasan Levi Ackerman Tak Mati di Attack On Titan Terkuak
Eren kecil pun mengatakan kepada Armin bahwa di luar tembok memang ada kehidupan. Ada laut, api yang cair, padang pasir dan masih banyak lainnya.
Saat itu, Eren kecil juga mengajak Armin agar mengikuti rencana Eren besar. Namun, Armin menolak keras rencana Eren.
Eren ingin membunuh semua manusia yang ada di bumi kecuali bangsa Eldia. Ia ingin bangsa Eldia yang terkurung di dalam tembok jadi manusia yang unggul.
Armin menolak karena jika Eren melakukan hal itu, maka akan ada kematian yang luar biasa. Bukan itu saja, Armin juga mengingatkan Eren bagaimana kematian ibunya.
Namun, Eren tetap bersikeras akan melakukan rencananya yaitu melakukan Rumbling hingga seisi dunia hancur. Eren ingin bangsa Eldia hidup dengan aman.
Armin pun marah dan memegang kerah baju Eren. Kemudian Armin pun beradu kepala dengan Eren.
Rencana Eren dan Historia
Saat Armin membenturkan kepalanya ke Eren di Attack On Titan No Requiem part 2, Armin melihat masa lalu Eren Jaeger.
Armin melihat Eren, Historia dan Hange membicarakan masa depan bangsa Eldia. Mereka bertiga ingin melindungi bangsa Eldia dengan berbagai cara.
Kemudian, Eren dan Historia pergi ke peternakan. Saat itu Eren mengatakan pada Historia akan melakukan Rumbling.
Baca Juga: Attack On Titan No Requiem Part 1, Ending Versi Fans
Historia yang terkejut dengan rencana Eren langsung menampar Eren. Ia meminta Eren memikirkan nyawanya sendiri.
Bahkan Historia juga meminta agar Eren memikirkan perasaan orang yang mencintainya. Maksud orang yang mencintainya ini merujuk pada Historia sendiri dan bukan Mikasa.
Jadi para penggemar Eren Mikasa lebih baik skip saja ya. Karena kalian pasti akan merasakan patah hati.
Tak disangka, Historia malah mengajak Eren “bercocok tanam”. Ratu Eldia ingin memiliki anak dari hasil cinta dirinya dengan Eren.
Akhirnya, Eren pun melakukan rencana Rumbling. Kemudian ada scene Historia memegangi perutnya yang menandakan ada bayi Eren di perutnya.
Ingatan Eren tersebut langsung lepas dan scene pindah lagi ke Armin. Rupanya, Eren menjauhkan Armin dari diriny agar sahabatnya itu tak melihat lebih jauh lagi.
Armin Tetap Menolak Rencana Eren
Meski Armin sudah mengetahui masa lalu Eren di Attack On Titan No Requiem part 2, Ia masih saja berbicara panjang lebar dengan Eren
Intinya Eren tak akan mendapatkan kebebasan meski melakukan Rumbling. Eren masih tetap akan melakukan rencananya.
Bahkan Eren pun sudah siap untuk mengutuk anaknya di masa depan. Agar anaknya bisa membuat bangsa Eldia jauh lebih baik.
Scene pun berakhir saat Eren dan Armin kecil saling berhadapan. Kemudian ada background Armin dan Eren dewasa juga. Tamat
Kesimpulan dan Kekurangan AOT No Requiem Part 2
Kesimpulannya dari Attack On Titan No Requiem part 2 ini bujukan Armin kepada Eren. Armin tidak ingin Eren melakukan rencana Rumbling.
Selain itu, terkuak juga bahwa Historia memang sedang mengandung anak dari Eren. Armin gagal membujuk Eren agar menghentikan Rumbling.
Semoga saja ada part 3-nya, karena alur ceritanya ini masih menggantung banget. Apa sih ending yang mau diambilnya, masih belum jelas.
Andai ada part tiga, seharusnya ada aksi-aksi saat Eren melakukan Rumbling. Pertempuran antar Jaegeris VS Aliansi DNA mana yang menangnya.
Belum lagi jika endingnya berbeda, maka masa depan akan seperti apa. Apakah Eren dan Histori akan jadi raja dan ratu Eldia?
Untuk Kekurangan dari Attack On Titan No Requiem part 2 ini tak ada aksi sama sekali. Isinya hanya obrolan-obrolan saja. Sayang sekali, namun tetap seru. (R7/HR-Online/Editor-Ndu)