Berita Banjar, (harapanrakyat.com),– Rumah Suminah (42), warga Dusun Sindanggalih, RT 4 RW 5, Desa Rejasari, Kecamatan Langensari, Kota Banjar, Jawa Barat, yang puluhan tahun tak teraliri listrik akhirnya bisa terlihat terang setelah mendapat bantuan solar cell atau panel tenaga surya.
Suminah mengaku senang setelah mendapat bantuan penerangan menggunakan panel tenaga surya dari pemerintah kota Banjar. Meskipun kekuatan tenaga surya yang dipasang tersebut dayanya terbatas.
“Alhamdulillah, sudah ada lampu penerang. Kemarin waktu hari Selasa dipasangnya sama petugas. Ada tiga orang yang pasang,” kata Suminah kepada HR Online, Kamis (21/10/2021).
Baca Juga: Rumah Suminah Masih Gelap, Mahasiswa Banjar: Pemerintah Lambat
Lanjutnya, meski senang namun ia mengaku agak kebingungan jika nanti lampu penerang atau bohlam yang digunakan mati. Karena menurutnya untuk lampu bohlam tersebut jarang dijual di toko dan pasar.
Selain itu, ia juga tidak tahu sampai berapa lama kekuatan daya listrik dan kapasitas pemakaian penerangan menggunakan panel tenaga surya tersebut.
“Kalau daya listriknya saya kurang tahu. Cuma nanti katanya kalau lampu bohlamnya mati bisa minta bantuan petugas agar nanti diganti lagi,” ujar Suminah.
Lebih lanjut ia mengatakan, sejak pertama dipasang pada hari Selasa, pada malam harinya sekitar menjelang waktu maghrib panel tenaga surya tersebut langsung ia gunakan untuk penerangan dengan pemakaian full 4 lampu penerang bohlam yang menyala.
Akan tetapi, sekitar pukul 19.30 WIB atau setelah dua jam lebih digunakan lampu penerang tersebut semuanya mendadak mati dan tidak bisa digunakan lagi sampai pagi.
Menurutnya, lampu penerang tenaga surya tersebut tidak bertahan lama karena pada waktu hari pemasangan kondisi cuacanya hujan. Sehingga baterainya tidak terisi penuh atau full.
“Waktu hari pertama saya coba nyalain semua dari maghrib tapi sampai setengah delapan itu mati semua. Mungkin karena siangnya nggak ada panas jadi dayanya nggak full,” ujarnya.
Rumah Suminah Warga Kota Banjar Dipasang Solar Cell
Terpisah Kepala UPTD Laboratorium dan Kelistrikan Dinas PUPRKP Kota Banjar, Asep Bunyamin, membenarkan sudah ada pemasangan solar cell atau panel surya di rumah Suminah.
Selain itu, ia juga membenarkan jika pada hari pertama pemakaian daya lampu penerang yang dipakai hanya menyala sekitar dua jam lebih dan saat ini masih dilakukan pemantauan.
“Iya. Betul sudah ada pemasangan. Hari ini juga kami meninjau lokasi untuk memantau pemakaian listrik di rumah Bu Suminah,” kata Asep Bunyamin.
Lanjutnya menjelaskan spek solar cell yang digunakan untuk bantuan tersebut memiliki daya 7 volt dengan menggunakan pemakaian 4 lampu bohlam. Jika kondisi baterai full bisa dipakai selama 12 jam.
Adapun terkait pemakaian pertama hanya mampu bertahan beberapa jam, kata Asep, hal itu karena pemakaiannya melebihi kapasitas dan pemilik rumah belum diberikan penjelasan tentang tata cara pemakaian.
Seharusnya, kata Asep, untuk pemakaian pengisian baterai handphone atau alat sejenisnya harus dilakukan pada siang hari. Sehingga saat malam hari daya yang sudah terisi di baterai bisa digunakan untuk penerang.
“Yang kemarin itu karena waktu sore harinya digunakan buat ngisi baterai musik. Jadi saat malam hari daya yang ada tidak kuat digunakan sampai pagi karena kapasitas pemakaiannya terbatas. Tadi sudah kami sampaikan teknis pemakaiannya,” katanya.
Lebih lanjut, Asep menambahkan, untuk solusi ke depan dengan menggunakan tenaga listrik PLN. Menurutnya, yang terpenting saat ini warga tersebut sudah memiliki penerangan. Serta bisa untuk mengisi baterai handphone untuk menunjang kegiatan belajar mengajar.
“Yang dibutuhkan itu sekarang ini terpenting yang bersangkutan bisa menggunakan fasilitas penerangan dan menggunakan handphone,” ujarnya. (Muhlisin/R7/HR-Online/Editor-Ndu)