Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),- Objek wisata di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat akan mulai dibuka kembali untuk umum pada Jumat, 3 September 2021.
Keputusan tersebut diambil setelah melalui rapat koordinasi dinas terkait, bersama PHRI dan pelaku usaha kepariwisataan, Rabu (1/9/2021).
Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata mengatakan kasus Covid-19 di Pangandaran mulai menurun. Meskipun demikian, Jeje meminta semua pihak tetap menerapkan protokol kesehatan.
“Kasus Covid-19 mulai menurun, karena itu objek wisata di Pangandaran kembali dibuka untuk umum. Ini sudah kami sampaikan ke pemerintah pusat dan Gubernur Jawa Barat,” katanya.
Jeje menambahkan, objek wisata di Kabupaten Pangandaran akan mulai dibuka pada Jumat, 3 September mendatang.
“Seiring dibukanya objek wisata, kami mengimbau para pelaku usaha selalu menerapkan standar protokol kesehatan yang ketat di obyek wisata. Selain itu, baik pegawai hotel ataupun para pedagang wajib divaksin,” tegasnya. tegas bupati Pangandaran h jeje wiradinata
Jeje juga menegaskan, apabila masih ada pelaku usaha yang mengabaikan prokes dan tidak mengikuti aturan, maka pihaknya tak segan-segan untuk kembali menutup objek wisata di Pangandaran.
“Untuk itu penerapan prokes mesti dilakukan oleh semua yang ada di obyek wisata. Termasuk para wisatawan yang berkunjung pun wajib menerapkan dan mengikuti prokes,” katanya.
Ketua PHRI Kabupaten Pangandaran H Agus Savana menyambut baik keputusan Pemkab Pangandaran untuk membuka kembali objek wisata pada Jumat mendatang.
“Seluruh pegawai yang ada di PHRI, baik hotel ataupun restoran menyambut keputusan dari pemkab Pangandaran untuk membuka kembali objek wisata,” katanya.
Agus berharap, dengan dibukanya objek wisata maka roda perekonomian masyarakat pangandaran bisa kembali berjalan.
“Saat ini para pelaku usaha di perhotelan dan restoran yang terdaftar di PHRI hampir semuanya sudah menjalani tes swab dan vaksinasi,” katanya.
Selain itu, hotel maupun restoran juga sudah siap menerapkan protokol kesehatan saat objek wisata di Pangandaran dibuka kembali pada Jumat mendatang.
“Informasi yang kami terima, para pedagang asongan dan yang lainnya yang ada di objek wisata sebagian besar sudah mengikuti vaksinasi. Mereka divaksin di daerahnya di desanya masing-masing,” jelasnya.
Agus menambahkan, PHRI juga ikut memantau penerapan prokes di semua objek wisata Pangandaran.
Sementara itu, Iwan salah seorang manager hotel di Kabupaten Pangandaran mengaku senang dengan dibukanya objek wisata.
“Meskipun saat ini pengunjung masih dibatasi, kami dari perhotelan senang dengan kebijakan pemkab Pangandaran dalam membuka kembali objek wisata yang ada di kabupaten Pangandaran,” katanya.
Iwan menegaskan pihaknya sudah siap menerapkan protokol kesehatan yang ketat sesuai anjuran Pemkab Pangandaran dan PHRI. (Entang/R7/HR-Online/Editor-Ndu)