Sejarah perdagangan di Asia sangat menarik untuk kita bahas. Sebab, dalam historiografi Indonesia catatan ini begitu penting untuk mengidentifikasi motif kedatangan bangsa Barat ke Nusantara.
Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa bangsa Barat rela untuk pergi menjelajah dunia agar mendapatkan komoditas rempah, dengan cara berlayar selama berbulan-bulan di laut.
Tentu ini merupakan satu hal yang sangat menarik untuk dilakukan penelitian, mengapa komoditas ini begitu penting untuk Eropa, dan mengapa Nusantara menjadi salah satu wilayah tujuan mereka.
Nah pada kesempatan kali ini, kami akan mengulas sejarahnya berdasarkan hasil diskusi pertemuan online (09/09/21) bersama sejarawan Universitas Indonesia bernama, Dr. Didik Pradjoko, M.Hum.
baca juga: Asal-Usul Masyarakat Jawa, Sejarawan Kolonial Menyebut Berasal dari Laut Merah
Beberapa Fakta Menarik dari Sejarah Perdagangan di Asia
Adapun maksud dan tujuan dari artikel ini antaralain membahas bagaimana fakta-fakta menarik terjadi dalam historiografi perdagangan di Asia berdasarkan beberapa sumber terpercaya.
Daripada penasaran, yuk mending langsung simak penjelasan lebih lanjut di bawah ini. Jangan lupa catat kalo ada hal yang penting dan menarik ya.
Jalur Sutera, Perdagangan Nusantara Jadi Modern dan Berkembang
Sejarah perdagangan di Asia mencatat bahwa adanya jalur sutera (sebuah istilah untuk menyebut jalur rempah Eropa ke wilayah Asia) membuat Nusantara menjadi modern dan berkembang.
Orang Eropa adalah kelompok yang mempelopori pembukaan jalur ini. Mereka membuka jalur ini supaya kebutuhan akan memperoleh komoditas semakin mudah dan cepat.
Adapun saat itu kelompok Eropa yang menjadi the big boss perdagangan di Asia yaitu Venesia. Kelompok ini bahkan pernah menjadi negara penyedia komoditas penting bagi Eropa dan sekitarnya.
baca juga: Sejarah Pencemaran Lingkungan di Batavia Zaman Kolonial Belanda
Portugis Memotong Jalur Perdagangan di Asia Timur
Setelah sejarah perdagangan di Asia mencatat track record Venesia sebagai negara yang mendominasi perdagangan Eropa, kemudian kalah setelah Portugis memotong jalur Sutera.
Selain Venesia bangkrut sebagai penyedia komoditas perdagangan bagi Eropa, ternyata pemotongan jalur Portugis juga berdampak pada keadaan dagang masyarakat di Asis Timur.
Nah menariknya, Portugis justru mengandalkan Malaka (sebuah wilayah yang ada di Asia Tenggara) sebagai penyedia barang komoditas yang dipentingkan negara tersebut.
Peristiwa Penyerangan Kapal Portugis di Ambon
Catatan menarik dari sejarah perdagangan di Asia itu juga menyebutkan bahwa pernah ada penyera-ngan pada kapal Portugis di wilayah Ambon.
Hal ini tentu menjadi satu peristiwa penting dalam catatan sejarah Indonesia. Adapun peristiwa ini terjadi karena terbunuhnya salah satu anggota kerajaan Ambon oleh bangsa Portugis.
Dari peristiwa ini akhirnya banyak orang Ambon, dan Nusantara lainnya yang mulai tidak mempercayai bangsa Portugis sebagai pengepul komoditas yang sebelumnya dipercaya.
Sementara menurut Dr. Didik Pradjoko, M.Hum sebagai narasumber menyebutkan fenomena ini merupakan bintik awal atas terjadinya kolonialisme yang ada di Nusantara.
baca juga: Sejarah Eksekusi Terkejam di Indonesia: Terpidana Mati Sekarat 8 Hari
Laut dan Perahu, Dua Elemen Perdagangan yang Saling Berkaitan
Dua elemen penting seperti laut dan perahu menjadi penting dan saling berkaitan satu sama lainnya. Seperti halnya orang Eropa yang memerlukan perahu untuk mengarungi petualangan rempah.
Selain itu, masyarakat Asia juga sama, mereka membutuhkan perahi dan laut untuk saling berhubungan dengan dunia luar, dan tentunya untuk menjalani aktivitas sehari-hari.
Ada juga yang menggunakan perahu dan laut untuk menciptakan identitas kebangsaan. Misalnya, wilayah Nusantara yang sekarang Indonesia mengenal identitas nenek moyang mereka pelaut.
Hal ini tentu menjadi satu fakta menarik untuk dikaji lebih dalam, terlebih kajian sejarah perdagangan komoditas dari luar negeri yang dibutuhkan oleh bangsa kita sejak dulu.
Kajian tersebut sangat menjadi penting untuk historiografi saat ini. Sebab, sangat jarang sekali kajian sejarah yang melihat komoditas penting bangsa kita yang datang Eropa dan sekitarnya.
Teknologi Pembuatan Perahu Semakin Canggih
Semenjak manusia mengenal teknologi yang canggih, kehidupan para pelaut yang biasa berpetualang untuk mencari rempah ke Nusantara pun semakin ramai.
Jalur sutera yang sebelumnya pernah sepi dan jarang dilewati, kini semakin ramai dan menjadi salah satu jalur yang penting untuk memperoleh perdagangan.
Adanya fenomena ini membuat terjadinya silang budaya besar-besaran. Silang budaya maksudnya yaitu pertukaran budaya (akulturasi), asimilasi budaya, dan lain sebagainya.
Nah itulah sejarah perdagangan Asia yang bisa kita pelajari sebagai khazanah historiografi nasional berbasis bahari. Ternyata tanpa laut, kita tidak bisa modern dan melakukan hubungan luar negeri. (Erik/R6/HR-Online)