Sejarah madrasah di Indonesia tentu akan unik apabila kita bahas secara mendalam, terutama mencari jejak awal mula terciptanya lembaga pendidikan formal Islam di Indonesia.
Banyak orang yang belum tahu apa itu madrasah. Di sini kami menggambarkan madrasah dengan ilustrasi yang paling sederhana yaitu, ‘Sekolah Berbasis Islami’.
Sementara dalam bahasa Arab, madrasah artinya tempat menuntut belajar yang berdasarkan pada kurikulum Islam klasikal.
Baca juga: Sejarah Pembaruan Islam di Indonesia dan Peran Penting Orang Minangkabau
Beberapa Catatan dalam Sejarah Madrasah di Indonesia
Adapun tujuan penulisan dari artikel ini yaitu ingin mengungkap 5 fakta unik, menarik. Bahkan terbaru dari sejarah sekolah Islam yang belum banyak terungkap oleh sejarawan Indonesia.
Munculnya Pendidikan Formal Islam
Sebagaimana catatan dari peninggalan sejarah menyebutkan bahwa hidup dan berkembangnya suatu madrasah merupakan tanda hadirnya pendidikan formal Islam di Nusantara ini.
Sementara sumber lain mencatat, keunikan dari madrasah ini dengan menyebut tempat tersebut sebagai hasil evolusi sebuah masjid menjadi sekolah yang lengkap dengan asrama (khan).
Perjalanan panjang sejarah madrasah di Indonesia juga mendapatkan perhatian banyak sejarawan, bahwa sistem lembaga pendidikan ini jauh tua dibanding dengan sekolah gaya orang Eropa.
Hal ini selaras dengan pendapat Nor Huda dalam bukunya yang berjudul ‘Sejarah Sosial Intelektual Islam di Indonesia‘, (2015: 315).
Bahkan, menurut Nor Huda, sebelumnya pernah ada sistem madrasah tertua yang pernah ditemukan peneliti di bumi sejak tahun 4Hijriyah/ 10 Masehi.
Arsitekturnya juga tidak berubah dari dulu hingga sekarang. Berdasarkan penelitian yang dilakukan Nor Huda, setiap madrasah pasti di bangun berdekatan dengan letak masjid.
Baca juga: Sejarah Perempuan Muhammadiyah, Pernah Menerbitkan Majalah dan Berideologi Universal
Sejarawan Asing Memperkirakan Madrasah Lebih Tua
Sementara itu, menurut sejarawan George Makdisi dan kawan-kawan dalam penelitian sejarah di Indonesia, menyebutkan, seorang pemuka agama Wazir Nidham Al Mulk membangun madrasah tahun 1064 Masehi.
Berbeda dengan George Makdisi, Richard W Bulliet justru menyebut eksistensi madrasah pertamakali ada di dunia yaitu sejak tahun 400 Hijriyah/ 1009 Masehi.
Richard juga menyebutkan salah satu madrasah tertua ada di Nishapur bernama Madrasah Miyan Dahiya dan yang mendirikannya Abu Ishaq Ibrahim ibn Mahmud.
Baca juga: Sejarah Muhammadiyah, Organisasi Islam yang Gemar Membangun Sekolah
Madrasah Hanya Menghimpun Ilmu Fiqih, Tafsir dan Hadist
Sebagaimana kata Nor Huda dalam penelitian sejarahnya, ia menyebut bahwa madrasah di Indonesia awalnya hanya menghimpun ilmu fiqih, tafsir dan hadist saja.
Sedangkan menurut penuturan Prof. Azyumardi Azra mengatakan, untuk pertama kalinya madrasah dibuka antara lain bertujuan melestarikan ilmu fiqih, tafsir, dan hadist.
Adapun cabang disiplin ilmu di bidang eksakta dan sarat akan unsur keduaniawian (profan-non agama) sering termarjinalkan di dalam pengajaran madrasah.
Hal ini selaras dengan kepercayaan para pemuka agama zaman itu, berdasarkan catatan sejarah madrasah menyebut bahwa ilmu agama adalah jalan tercepat untuk mencapai Tuhan.
Perbedaan Madrasah yang ada di Indonesia dengan yang di Timur Tengah
Sejarah madrasah di Indonesia juga mencatat bahwa perkembangan awal hingga saat ini berbeda dengan orientasi sekolah yang ada di Timur Tengah.
Di Indonesia madrasah sebagai lembaga studi lanjutan dari konsep surau dan pesantren. Akan tetapi, banyak mengalami modifikasi nilai-nilai modernitas di dalamnya.
Sementara George Makdisi mengungkapkan mengapa madrasah menjadi lembaga lanjutan surau, karena memiliki tata letak dan arsitektur yang tidak sama jauhnya.
Bahkan tidak hanya letak arsitektur saja, kebiasaan para pemuka agama (pengajar madrasah) juga masih sama khas dengan sistem pesantren atau surau, yaitu berpegang pada satu Guru yaitu Kiai.
Otoritas mutlak dari madrasah ini oleh kiai langsung secara turun temurun. Fenomena itu bahkan bisa kita lihat sampai saat ini.
Maka dari itu, sistem madrasah yang ada di Indonesia cenderung moderat.
Kelahiran di Indonesia Merupakan Respon dari Kebijakan Kolonial
Masih soal sejarah madrasah di Indonesia, ada faktara unik dan menarik dari lahirnya sekolah Islami ini, yaitu sebagai bentuk respon positif dari kebijakan kolonial yang menetapkan sistem lembaga pendidikan formal.
Saat itu, pesantren dan surau bukan sebagai pendidikan formal. Orang Belanda menyebutnya dengan lembaga pendidikan klasikal yang bertumpu pada ajaran-ajaran tradisional.
Lambat laun lahirlah berbagai pemikir dan pegiat pendidikan Islam yang modern, salah satunya seperti K.H. Ahmad Dahlan (pendiri Muhammadiyah) di Yogyakarta.
Beliau mendirikan lembaga pendidikan formal pertama di Yogyakarta dan sekitarnya. Hal ini dapat terlihat dalam kurikulum dalam sekolah Muhammadiyah sejak tahun 1920.
Baca juga: Kumpulan Artikel Sejarah Indonesia
Begitulah sejarah madrasah di Indonesia yang perlu Anda pahami. Selain menjadi pertanda lahirnya Islam modern, historiografi madrasah saat ini juga terkenal sebagai pertanda pelopor pendidikan formal. (Erik/R6/HR-Online)