Berita Banjar, (harapanrakyat.com),- Bawaslu Jawa Barat menyebut pentingnya keterlibatan peran perempuan dalam pengawasan pemilu melalui upaya membangun kesadaran kolektif.
Hal itu dikatakan Kordiv Humas Bawaslu Provinsi Jawa Barat, Loly Suhenty usai acara webinar tentang penyelenggaraan pemilu dengan tema “membangun kesadaran kolektif perempuan dalam pengawasan partisipatif” di Kantor Bawaslu Kota Banjar, Rabu (1/9/21).
Loly mengatakan, membangun kesadaran kolektif perempuan memang harus sejak sekarang ini. Sehingga nantinya dapat melahirkan gerakan bersama dalam pengawasan penyelenggaraan pemilu.
“Momen pemilu masih jauh. Namun, untuk membangun kesadaran pengawasan partisipasiparif bukan sesuatu yang mudah. Jadi harus sejak awal agar pada pemilu mendatang nantinya bisa menjadi gerakan kolektif,” kata Loly kepada wartawan.
Berdasarkan data yang ada, kata Loly, sejauh ini keterlibatan partisipasi perempuan di Jawa Barat berkaca pada angka pemilu tahun 2019 lalu yang mana jumlahnya memang melampaui pemilih laki-laki jika melihat dari kesadaran untuk datang ke TPS.
Akan tetapi, menurutnya, dalam konteks pengawasan penyelenggaraan pemilu partisipasi warga negara tersebut tidak hanya cukup hanya dengan cara datang ke TPS untuk memilih.
“Tetapi juga harus bergerak dan sadar untuk melakukan pengawasan supaya suaranya itu tidak salah dalam penggunaannya,” ujar Loly.
Dari laporan yang masuk ke Bawaslu pada momentum Pilkada tahun 2020, untuk pelapor dugaan pelanggaran Pilkada itu masih laki-laki yang mendominasi.
Oleh karenanya menjadi penting ketika perempuan harus berkontribusi, terlibat aktif dalam pengawasan partisipatif. Apalagi suaranya banyak dan potensinya juga besar.
“Bagi saya data itu menunjukkan inisiatif perempuan masih belum kuat untuk melapor ketika menemukan dugaan pelanggaran, baik di pemilu maupun Pilkada. Sehingga, peran partisipasinya perlu kita dorong,” tandasnya.
baca juga: Disnaker Banjar Terus Sosialisasikan Pendaftaran AK1 Berbasis Online
Pentingnya Partisipasi Perempuan dalam Pengawasan Pemilu
Wakil Walikota Nana Suryana menambahkan, peran partisipasi perempuan perlu dibangun kesadarannya. Hal ini agar mereka bisa berpartisipasi aktif dalam pengawasan pelaksanaan kepemiluan.
Dengan demikian, nantinya dalam kontestasi pemilu dapat tercipta sebuah pemilu yang demokratis, jujur dan adil di Kota Banjar.
“Partisipasi perempuan harus ditingkatkan agar dapat bersama-sama dalam pengawasan pelaksanaan pemilu,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Bawaslu Kota Banjar, Irfan Saeful Rohman, juga mengatakan hal senada.
Melalui webinar tersebut pihaknya berharap agar bisa memberikan dan melaksanakan fungsi pendidikan pengawasan sebagaimana mestinya.
Selain itu, juga menciptakan simpul-simpul pengawasan di semua lapisan masyarakat, khususnya dengan melibatkan partisipasi perempuan.
“Webinar ini upaya Bawaslu dalam memaksimalkan peran partisipasi perempuan dalam mengawasi jalannya pemilu,” katanya. (Muhlisin/R6/HR-Online)