Molten Einstein Ring merupakan pertemuan baru luar angkasa yang mengundang para peneliti untuk lebih lanjut melakukan pengamatan. GAL-CLUS-022058-38303 terletak di konstelasi selatan Fornax.
Para astronom Hubble menjulukinya dengan sebutan cincin cair merujuk atas penampilan dan konstelasi induknya. Pihak tim Hubble sendiri telah menyatakan bahwa objek tersebut adalah gambaran cincin Einstein terbesar dan lengkap yang pernah terdeteksi.
Hubble merupakan salah satu media astronomi terbesar yang pernah terjun ke luar angkasa. Peluncurannya sudah sejak tahun 1990 dan selama itu, ia mengelilingi bumi dengan ketinggian sekitar 540.
Hubble akan menangkap beberapa objek di luar angkasa yang pernah manusia lihat sebelumnya. Cincin Einstein inilah yang ia tangkap di bulan Desember 2020 lalu.
Baca Juga: Hubble Mendekati AG Carinae, Perayaan ke-31 Teleskop Luar Angkasa
Penelitian Para Ilmuwan Hubble Terkait Molten Einstein Ring
Setelah rilisnya gambar mencolok dari fenomena optik luar angkasa di bulan Desember 2020 tersebut, ternyata memicu adanya penelitian lebih lanjut. Baru-baru ini, para ilmuwan telah menerbitkan hasil penelitian mereka terkait apa yang telah mereka amati.
Gambar tersebut adalah manifestasi galaksi terpencil dengan perbesaran dan terdistorsi oleh efek ruang yang melengkung secara gravitasi. Perdana diargumenkan pada tahun 1912, sebelum Einstein resmi merilis teorinya di tahun 1916.
Fenomena yang Hubble amati, Molten Einstein Ring ini mencitrakan cahaya galaksi dengan pembesaran hingga faktor 20. Hal ini menjadikan kapasitas hasil pengamatan Hubble sebanding dengan teleskop bukaan 48 meter atau 157 kaki.
Padahal bukan yang sebenarnya dimiliki Hubble hanya 2,4 meter (7,8 kaki) saja. Setelah para astronom dengan tepat memodelkan efek pelensaan pada citra galaksi yang jauh, sifat fisik ini baru terlihat.
“Model yang seperti hanya bisa diperoleh dengan pencitraan Hubble,” ungkap Anastasio Díaz-Sánchez dari Universidad Politécnica de Cartagena di Spanyol selaku kepala penyelidikan.
Ia juga menambahkan bahwasannya secara khusus, Hubble sangat membantu dalam mendeteksi gambar duplikat serta rumpun bintang dari galaksi berlensa.
Baca Juga: Pesawat Kargo Cygnus Tiba di Stasiun Luar Angkasa Internasional
Molten Einstein Ring Mengungkap Pemandangan Galaxy 9,4 Miliar Tahun Cahaya
Noda cahaya yang mendapat julukan cincin air ini terbentang dan dibelokkan oleh medan gravitasi. Artinya perbesaran gravitasi dan duplikasi galaksi cahayanya telah menempuh perjalanan sejauh 9,4 miliar tahun cahaya.
Pembesaran ini akan memberikan kita pengetahuan yang langka perihal baby boom bintang di mana semesta masih dalam keadaan tumbuh kembang. Evolusi awal semesta sendiri merupakan masa yang rumit pemahaman.
Akan tetapi, tidak jarang pula semesta menyuguhkan bantuan untuk kita. Ketika objek besar terletak di antara kita dan objek yang lebih jauh, maka akan terjadi efek pembesaran.
Hal ini lantaran kelengkungan gravitasi ruang waktu di wilayah objek yang lebih dekat, tidak lain adalah Molten Einstein Ring. Anda sudah bisa menebaknya, sebab efeknya telah Albert Einstein prediksi.
Fenomena bernama pelensaan gravitasi telah berhasil memberikan pencitraan yang sungguh menakjubkan. Namun hal tersebut juga memberikan peluang canggih untuk memadukan antara kemampuan perbesaran kita (teleskop) dengan kemampuan semesta.
Hal tersebut tentu bertujuan untuk melihat hal-hal yang kemungkinannya terlalu jauh untuk kita buat atau tidak jelas sama sekali.
Terkait Penelitian Awal Hubble
Seperti yang sudah tertulis di atas, Molten Einstein Ring tertangkap oleh Hubble ketika sedang mengorbit bumi. Pengamatan Hubble pertama kalinya dari seorang Profesor dari Rutgers, Universitas Negeri New Jersey bernama Saurabh Jha.
Kala itu ia dengan tim berkolaborasi untuk memanfaatkan gambar tajam hasil dari amatan Hubble. Dengan demikian, ia bisa menjelaskan struktur kompleks dan terperinci yang berada di lengkungan cincin itu sendiri.
Profesor Jha sendiri menyebutnya dengan Molten Einstein Ring lantaran pada konstelasi induknya serta penampilannya yang tampak dari belahan bumi bagian selatan.
Teleskop Luar Angkasa Hubble ini merupakan wujud kerjasama internasional ESA (European Space Agency) dan NASA. Bagian pengelolaan teleskop tersebut ada di bawah Pusat Penerbangan Luar Angkasa Goddard NASA di Greenbelt, Maryland.
Sedangkan yang melakukan operasi sains Hubble adalah Institut Sains Teleskop Luar Angkasa (STScI) di Baltimore, Maryland. Kemudian STScI beroperasi dari Association of Universities for Research in Astronomy di Washington, DC untuk NASA.
Di alam semesta ini masih menyimpan sejuta pengetahuan yang menjadi misteri. Bagaimana bintang terbentuk atau tentang kejelasan terbentuknya alam semesta itu sendiri, masih banyak yang belum terpecahkan.
Akan tetapi penyelarasan kebetulan seperti tertangkapnya Molten Einstein Ring sangat membantu kita untuk membantu mengungkapnya. Penelitian ini telah rilis di The Astrophysical Journal. (R10/HR Online)