Misi hidupkan kembali hewan purba ini disebut sebagai Colossal. Hewan bernama mammoth berbulu yang mengalami kepunahan ribuan tahun silam ini akan dihidupkan kembali secara genetik.
Karena penelitian kali ini merupakan bentuk kolaborasi antara para peneliti dan pengusaha yang menggunakan dana pribadi. Pendanaan tersebut kabarnya mencapai $15 juta, bukan nominal yang sedikit bukan?
Melansir New York Times, tentu saja hal ini jadi misi yang sangat penting dan tidak biasa. Dari kehidupan purba dengan ukuran dan cara hidup berbeda, akan berusaha mereka kembalikan ke tundra Siberia. Jika hal ini berhasil, lalu apa yang akan terjadi selanjutnya?
Baca Juga: Hewan Purba Kongonaphon Kely Ditemukan Ilmuwan, Berukuran 10 Cm
Munculnya Misi Hidupkan Kembali Hewan Purba Mammoth
Colossal ini memiliki misi untuk menghidupkan kembali mammoth berbulu yang sudah punah sejak ribuan tahun lalu. Para peneliti dan pengusaha dengan ambisi ini rela menggunakan dana pribadi.
Namun tidak sedikit para ilmuwan yang skeptis bahwa kemungkinan ini terwujud. Dengan yakin orang yang mempercayai hal ini bisa terjadi membentuk perusahaan baru untuk penelitian ini.
Senin, 13 September 2021 dengan terbuka mereka mengumumkan hal ini. Pembangkitan secara genetik ini akan jadi misi utama.
Ahli Biologi berasal dari Harvard Medical School bernama George Church. Ia merupakan pimpinan tim kecil yang awalnya mengembangkan alat untuk menghidupkan para mammoth purba.
Pernyataan Peneliti
Misi hidupkan kembali hewan purba ini akan jadi hal baru. George Church berkata hal ini akan menjadi tonggak utama mereka untuk membuat perbedaan yang ada di dunia.
Seorang bernama Eriona Hysolli akan mengawasi upaya perusahaan baru untuk mengedit DNA gajah berbulu tersebut. Ia merupakan seorang mantan peneliti yang bergabung di Lab Dr. Church berlokasi Boston dan Dallas
Meski tidak semua peneliti berpikiran terbuka terhadap projek kali ini. Pemikiran skeptis tetap ada dalam sebuah misi hal baru seperti ini. Sejak terkuaknya ide dari Colossal oleh Dr. Church ini pada tahun 2013 ini menjadi aksi nyata tahun ini.
Jelas akan ada banyak masalah yang mereka hadapi sepanjang jalan, hal ini merupakan pernyataan dari Beth Shapiro. Seorang penulis “How to Clone a Mammoth” dan ahli paleogenetik dari Universitas California Santa Cruz.
Baca Juga: Hewan Purba yang Belum Punah Sampai Sekarang, Apa Saja?
Pendanaan Awal $15
Ketika misi hidupkan kembali hewan purba ini dimulai, para peneliti mendapatkan suntikan dana sebesar 15$. Hal ini mendukung penelitian eksperimen di Boston dan Dallas.
Upaya dari perusahaan tersebut untuk mengedit DNA gajah dan menambahkan gen agar mencapai ciri-ciri mamut. Khususnya pada bulu lebat dan lemak tebal yang bisa beradaptasi di udara dingin.
Harapannya hasil dari embrio gajah menyerupai mammoth ini akan berhasil dalam beberapa tahun kedepan. Hingga akhirnya lahir kembali populasinya menjadi hewan mammoth.
Rekontruksinya menggunakan studi dari genom spesies yang mengambil fragmen DNA dan fosil. Maka perbedaan genetik dari spesies purba dan sepupu modern akan tampak.
Mammoth Jadi Solusi Lingkungan
Misi hidupkan kembali hewan purba ini berhubungan dengan kondisi lingkungan yang cukup serius. Karena saat ini tundra Siberia sedang mengalami hal ini, bahkan Amerika Utara juga.
Peneliti mempercayai bahwa ketika gajah berbulu ini masih hidup dan merumput. Mereka mampu memanas dan melepaskan karbon dioksida, maka jadi solusi tepat.
Dahulu tunda sendiri merupakan kawasan padang rumput karena menjadi tempat hidupnya. Namun hari ini menjadi tempat penuh lumut yang mendominasi.
Mammoth ini akan jadi jalan keluar untuk memecahkan masalah padang rumput. Secara otomatis dengan ukuran badan yang besar mereka mampu merobohkan pohon dan mengeluarkan kotoran untuk pupuknya. Lumut akan mati dan berganti kembali menjadi padang rumput.
Jika hal ini berhasil, maka padang rumput akan pulih. Tanah terjaga dari kikisan yang mencair dan mengunci karbon dioksida untuk memerangkap panas.
Kelanjutan Misi
Misi hidupkan kembali hewan purba ini mendapatkan tambahan dana sebesar $100.000 dari Peter Thiel, salah satu pendiri PayPal. Seorang ahli ekologi Rusia bahkan mengimpor bison dan spesies hidup lain ke cagar alam Siberia bernama Taman Pleistosen.
Karena hal ini akan membuat pembangkitan ini lebih efisien. Meski mendapatkan perhatian banyak dari pers, pendanaan hanya bertambah sedikit.
Dr. Cruch berharap bahwa penelitian ini didanai dengan lebih baik. Pasalnya, penggunaan alat ini akan menjadi berbagai tujuan, entah untuk mengkode ulang genom manusia atau menghilangkan kepunahan.
Misi hidupkan kembali hewan purba ini menjadi dua arah, antara kode etik penghidupan kembali oleh manusia yang mencampuri Tuhan dan evolusi penyelamatan alam. Jadi bagaimana menurut Anda? (R10/HR Online)
Editor: Jujang