Berita Banjar, (harapanrakyat.com),- Koperasi di Kota Banjar saat ini harus bisa beradaptasi dengan kemajuan zaman dan perkembangan teknologi. Bidang garap koperasi juga jangan hanya terjebak dalam ruang lingkup simpan pinjam saja.
Hal itu dikatakan Wakil Walikota Banjar, H. Nana Suryana kepada awak media, usai membuka secara resmi kegiatan Pendidikan dan Latihan Perkoperasian di Wana Wisata Situ Mustika, Purwaharja, Kota Banjar, Jawa Barat, Selasa (28/09/2021).
“Saya sampaikan tadi dalam sambutan itu, bagaimana koperasi ini bisa beradaptasi dengan kemajuan zaman dan kemajuan teknologi,” katanya.
Menurut Nana, bidang garap koperasi jangan hanya terjebak dalam ruang lingkup simpan pinjam saja. Akan tetapi harus dikelola secara modern.
Ia juga mengatakan, koperasi di Kota Banjar bisa mencoba lebarkan ruang lingkup bidang garap. Sehingga diharapkan koperasi bisa dikelola secara modern. Tetapi tidak menghilangkan daya dan sifat koperasi itu sendiri, yaitu gotong-royong.
Baca Juga : Wakil Walikota Banjar Ajak Masyarakat Tidak Takut Divaksin
Selain itu, Nana pun berharap koperasi saat ini bisa menjadi lokomotif perekonomian masyarakat yang ada di Kota Banjar.
Terlebih sekarang pemerintah memiliki dua tugas pokok untuk memajukan koperasi, yakni mendorong koperasi untuk wajib RAT (Rapat Anggota Tahunan), dan memperluas bidang garap.
“Karena maju mundurnya koperasi itu oleh anggota. Makanya wajib ada RAT. Jadi sekarang dua tugas pemerintah itu, pertama yang belum RAT kita dorong melaksanakan RAT. Kedua, bidang garap koperasi diperluas dan sumber daya manusianya harus beradaptasi dengan era digitalisasi,” terangnya.
Nana menyebutkan, di Kota Banjar sendiri terdapat 91 koperasi yang terdaftar pada Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan. Tetapi yang melakukan RAT hanya ada 33 koperasi.
“Padahal salah satu syarat berjalan atau tidaknya sebuah koperasi dilihat dari RAT itu sendiri. Saya harap yang lainnya juga bisa melaksanakan RAT,” pungkasnya. (Sandi/R3/HR-Online)
Editor : Eva