Hadits tentang menutupi aib orang lain bisa jadi peringatan. Dengan adanya hadits tersebut, maka jangan pernah membuka aib untuk alasan apapun itu. Membicarakan keburukan orang lain jelas bukan termasuk ajaran Islam.
Baca Juga: Macam-Macam Dosa Jariyah, Bahaya dan Cara Menghapusnya
Aib sendiri memang bisa berupa keburukan. Sekarang ini tak sedikit orang yang sengaja membicarakan suatu keburukan di muka umum karena iri, benci, dan lainnya. Hal tersebut jelas menyimpang dari agama Islam.
Hadits Tentang Menutupi Aib Orang Lain dan Penjelasannya
Jika meninjau dari segi bahasa, aib memang bisa berupa cacat atau kekurangan. Lalu untuk jamaknya yakni uyub. Segala sesuatu yang memiliki aib, maka disebut dengan ma’i di bahasa Arab.
Nabi Muhammad SAW melarang umat muslim untuk membicarakan kebutuhan orang lain. Penjelasan seputar hal tersebut ada di hadits berikut ini.
Tentang hadits di atas, tampak jelas bahwa siapa saja yang menutupi aib orang lain, maka Allah SWT akan menjaga aibnya di akhirat kelak. Setiap manusia pastinya memiliki aib. Oleh karena itu, ajaran dalam hadits ini jelas menguntungkan apabila umat muslim mampu melakukannya dengan baik.
Masih berkaitan dengan hadits tersebut, sebenarnya juga menjadi salah satu tanda bahwa Allah SWT Maha Baik dalam menutupi aib. Di satu sisi, menutupi aib ini juga termasuk ke dalam kebaikan ringan.
Meski hanya sederhana, namun amalan tersebut sangatlah berharga dan mulia. Dengan amalan ini, umat muslim bisa mendapatkan pahala melimpah dan meraih cinta-Nya.
Apabila ada orang lain yang membicarakan keburukan atau bahkan melontarkan pujian, bisa amalkan doa di bawah ini. Pada dasarnya, hanya Allah SWT saja yang mengetahui segala sesuatunya, termasuk apapun yang ada pada hamba-Nya.
Hikmah Menutup Aib Orang Lain
Umat muslim perlu tahu tentang kewajiban menutupi aib orang lain sebagaimana hadits tadi. Hal ini tak hanya akan menguntungkan orang tersebut, melainkan juga dirinya sendiri.
Dalam hal ini, perbuatan mulia tersebut memiliki banyak hikmah atau keutamaan. Berikut beberapa diantaranya.
Menghapus Dosa
Manusia tak bisa luput dari dosa, entah karena sengaja atau tidak sengaja. Dosa ini bisa jadi penghalang untuk masuk surga.
Untuk itu, umat muslim harus melakukan berbagai upaya dalam menghilangkan dosa. Adapun salah satu caranya yakni dengan menjaga aib sesama ketika mengetahuinya.
Sebagaimana hadits tentang menutupi aib orang lain di atas bahwa perbuatan tersebut bisa mendapatkan perlindungan dari Allah SWT dari segala cela. Hal ini bisa jadi dengan penghapusan dosa.
Baca Juga: Dampak Negatif Perbuatan Riya, Tanda dan Cara Menghindarinya
Karenanya, ia tidak akan Allah SWT tanyai mengenai dosanya. Bisa juga Allah SWT akan menanyainya mengenai dosanya, namun tanpa menunjukkannya ke siapapun dan memaafkannya.
Akan tetapi, jangan sengaja membuka keburukan diri sendiri. Misalnya dengan menceritakan keburukan yang pernah ia lakukan di suatu malam ke orang terdekat. Padahal, pagi harinya Allah SWT sudah menyimpan rapat keburukan tersebut.
Hidup Jadi Lebih Tenang
Saat tahu keburukan orang lain, tak sedikit yang langsung memanfaatkannya sebagai bahan gosip. Padahal seharusnya ia simpan hal tersebut dan jangan sampai menyebar kemana-mana.
Pada dasarnya, hal ini bisa membuat hidup jadi lebih tenang karena jauh dari rasa penyesalan maupun pandangan negatif. Apalagi jika masyarakat sampai menilai kita sebagai sumber penyebar keburukan, tentu akan kehilangan kepercayaan.
Jalinan Silaturahmi Terjaga
Sebenarnya membicarakan keburukan atau cacat yang ada pada seseorang sama saja telah menyakiti hatinya. Hal ini bisa memicu perselisihan dan bahkan merusak jalinan silaturahmi.
Berbeda jika menjaganya sehingga tak tersebar, hal ini turut memperkuat jalinan silaturahmi. Hal ini lebih utama daripada berbuat maksiat dengan membicarakan keburukan.
Cara Menyikapi Orang yang Mengumbar Aib Kita
Apabila ada seseorang yang membicarakan keburukan kita, sikapi saja dengan mengamalkan doa di atas. Setelah itu, perbaiki cela yang sudah terlanjur jadi bahan omongan. Kejadian ini juga bisa jadi pelajaran berharga kedepannya supaya tak mengumbar keburukan sesama.
Baca Juga: Contoh Perbuatan Zalim dan Akibatnya, Jangan Disepelekan
Setelah menyimak uraian di atas, umat muslim bisa tahu apa dan bagaimana hadits tentang menutupi aib orang lain. Jangan sebar keburukan orang lain karena banyak hikmahnya. Bijaklah pula dalam menyikapi orang yang suka membicarakan keburukan kita. (R10/HR-Online)