Elastisitas zat padat adalah sebuah kemampuan yang akan terjadi pada benda padat. Untuk elastisitas zat terjadi setelah gaya yang diberikan kepada benda hilang. Dalam fisika, semua benda jika memperoleh jenis gaya, akan mengalami perubahan, baik itu perubahan pada ukuran ataupun bentuknya.
Baca Juga: Tekanan Zat Padat, Rumus dan Contoh Penerapannya
Hal yang demikian itu tidak hanya terjadi pada benda padat saja. Tetapi juga terjadi pada benda cair maupun gas. Seperti yang kita tahu bahwa zat padat lebih keras daripada zat cair.
Alasannya adalah molekul yang terdapat dalam zat tersebut lebih rapat sehingga ikatan mereka juga relatif lebih kuat. Hal itu juga yang menjadi alasan kenapa zat padat lebih sulit untuk kita hancurkan.
Elastisitas Zat Pada dan Pengertiannya
Terdapat beberapa benda yang memperoleh gaya akan kembali ke bentuk semula setelah gaya tersebut hilang. Kendati demikian, ada juga yang berubah ke bentuk barunya. Ketahuilah bahwa perubahan bentuk tersebut mempunyai kaitan dengan sifat elastisitas benda.
Elastisitas sendiri adalah sifat yang terdapat pada sebuah benda. Dalam hal ini lebih cenderung mengembalikan kondisi benda ke bentuk awal. Setelah mengalami perubahan bentuk, nantinya juga akan ada pengaruh gaya dari luar.
Sifat elastis adalah kemampuan suatu benda untuk bisa kembali ke bentuk awalnya. Sedangkan untuk elastisitas zat padat berarti kemampuan suatu benda padat kembali ke bentuk awalnya. Terjadi setelah benda padat tersebut mendapatkan gaya kemudian gaya tersebut menghilang.
Definisi elastisitas benda padat juga dikaitkan dengan kecenderungan bahan padat untuk kembali ke bentuk asli sesudah deformasi pada benda itu sendiri. Benda padat tersebut akan mengalami deformasi jika mendapatkan gaya. Untuk benda yang mempunyai sifat elastisitas biasanya disebut dengan benda elastis.
Contohnya
Untuk memahami elastisitas pada benda padat tersebut kita harus mengetahui apa saja contohnya. Misalnya ada karet gelang, pelat logam, dan pegas. Lain halnya dengan benda plastis adalah beberapa benda yang tidak mempunyai elastisitas.
Dengan demikian itu benda plastis tersebut tidak akan bisa kembali ke bentuk awalnya. Misalnya ada tanah liat, lilin mainan, dan plastisin.
Baca Juga: Contoh Perubahan Wujud Membeku dan Manfaatnya di Kehidupan
Pembuatan benda plastis biasanya menggunakan bahan sintetis. Untuk membuat benda tersebut menjadi lebih kuat biasanya harus memanaskannya atau mengolah secara kimiawi.
Deformasi
Tidak hanya akan mengalami perubahan bentuk saja. Tetapi elastisitas zat padat juga akan mengalami deformasi.
Alasannya karena memperoleh gaya yang menyebabkan molekul benda bereaksi. Pemberian gaya pada benda padat dapat menghambat deformasi.
Sedangkan gaya luar merupakan benda yang memperoleh suatu gaya dan gaya dalam adalah reaksi molekul. Ketika gaya luar itu hilang maka gaya dalam cenderung mengembalikan bentuknya. Tidak hanya bentuknya tetapi juga ukurannya.
Dalam kegiatan sehari-hari terdapat banyak benda yang mempunyai sifat elastis. Kendati demikian sifat tersebut hanya sementara. Ketika memperoleh gaya pada bahan tidak akan kembali pada bentuk awalnya.
Kondisi tersebutlah yang menjadi batas elastisitas zat padat sudah terlampaui. Jika kita bandingkan dengan zat cair, zat padat tidak hanya lebih keras Tetapi lebih berat. Contohnya saja ketika kita akan membelah kayu yang membutuhkan alat lainnya dengan gaya lebih besar.
Besaran Elastisitas
Dalam mempelajari ilmu fisika, elastisitas zat padat itu mempunyai besaran. Pertama adalah tegangan, yaitu besarnya gaya yang bekerja pada suatu benda dengan menggunakan luas penampang.
Kemudian yang kedua adalah regangan. Memiliki pengertian sebagai perubahan relatif ukuran benda Setelah mengalami tegangan.
Untuk menghitung regangan adalah dengan membandingkan pertambahan panjang suatu benda terhadap panjang awal. Regangan sebagai ukuran seberapa jauh benda tersebut mengalami perubahan bentuknya.
Berikutnya adalah mampatan yang hampir serupa dengan regangan. Namun mampatan terjadi karena gaya yang membuat molekul benda masuk ke dalam. Sedangkan regangan terjadi karena gaya tariknya mendorong molekul benda keluar.
Modulus Young
Dalam mempelajari elastisitas benda padat terdapat modulus young, yakni besarnya gaya yang bekerja pada luas penampang. Tujuannya untuk meregangkan suatu benda sehingga peranan modulus young sebagai perbandingan antara tegangan dan regangan.
Nilai modulus yang biasanya menampilkan tingkat elastisitas benda padatnya. Semakin besar nilainya maka semakin besar juga tegangan yang dibutuhkan untuk meregangkan benda. Untuk bisa mengukur modulus young dapat menggunakan gelombang akustik.
Baca Juga: Contoh Peristiwa Pemuaian dan Penyusutan di Kehidupan
Terjadinya elastisitas zat padat memiliki penyebab yang pasti. Sehingga, dalam menghitungnya juga terdapat cara yang sudah ditetapkan. Untuk mempermudah dalam menghitung, elastisitas pada benda padat juga memiliki besaran sendiri. (R10/HR-Online)