Kamis, April 3, 2025
BerandaBerita BisnisBudidaya Pepaya California, Agribisnis Laris dan Janjikan Keuntungan

Budidaya Pepaya California, Agribisnis Laris dan Janjikan Keuntungan

Budidaya pepaya California bisa menjadi peluang usaha yang berpotensi menghasilkan keuntungan besar. Tidak sedikit orang maupun daerah yang memilih tanaman asli nusantara ini sebagai objek agribisnisnya.

Baca juga: Mimpi Memetik Buah Pepaya di Agrowisata Langensari Banjar

Meski tampaknya tidak jauh beda dengan pepaya biasa, penanganan pepaya California membutuhkan perhatian yang ekstra. Ada tantangan-tantangan baru yang harus Anda taklukkan selama proses penanaman hingga panen.

Tidak hanya untuk konsumsi bersama keluarga, pepaya California ini tidak menolak untuk sajian di meja makan hotel bintang 5 sekalipun. Buah ini juga tidak kenal musim dengan harganya yang terbilang cukup minim.

Peluang Budidaya Pepaya California, Bagaimana Sejarahnya?

Pepaya bernama latin Carica pepaya merupakan tanaman yang berasal dari Negara Meksiko bagian selatan dan Nikaragua. Seiring berjalannya waktu, tanaman ini mulai berkembang di negara-negara tropis lainnya termasuk Indonesia.

Pepaya ini jenis tanaman yang cepat tumbuh di area tanah berpasir dengan paparan sinar matahari cukup. Selain itu, drainase yang bagus juga mempengaruhi kesuburan tanaman buah ini.

Sedangkan pepaya California atau Calina merupakan varietas baru dari buah pepaya yang lahir di Indonesia karena pemuliaan Prof. Dr. Ir. Sriani Sujiprihati, seorang IPB. Budidaya pepaya California menjadi ketertarikan tersendiri para petani karena potensi keuntungannya yang menjanjikan.

Baca juga: Bisnis Budidaya Unik Menguntungkan, Mulai dari Kroto Hingga Porang

Khasiat dan keunggulan pepaya California cukup menarik pula. Pasalnya, buah yang tidak terlalu besar dengan berat 0,8 hingga 1,5 kg per bijinya ini, memiliki daging yang kenyal dan tidak beraroma seperti pepaya pada umumnya.

Sekarang ini pepaya California sudah mulai memasuki pasar Malaysia, Singapura, dan beberapa negara lainnya. Di Indonesia sendiri sedang proses perluasan budidaya pepaya California di lahan 2.500 hektar, tujuannya tidak lain untuk mencapai target ‘Indonesia sebagai produsen buah tropis terkemuka di ASEAN’.

Mengapa Harus Tanaman Pepaya California?

Tentu saja budidaya pepaya california ini banyak peminatnya karena menawarkan sejuta keunggulan dan khasiat. Penanamannya bisa di area dataran rendah hingga ketinggian 100 mdpl.

Sedangkan ketinggian lahan yang bagus berkisar antara 50 sampai 700 mdpl. Pepaya California termasuk jenis tanaman yang suka dengan curah hujan, paling tidak 1000-2000 mm per tahunnya.

Untuk penanaman di daerah yang kering, varietas pepaya ini membutuhkan pengairan yang teratur. Drainase juga perlu untuk pertumbuhan yang optimal. Biasanya di tanah gembur dengan pH antara 6 sampai 7.

Karena ukurannya tidak terlalu besar, mempermudah proses budidaya pepaya California dalam segi pengangkutan dan pengemasan. Bentuknya lonjong, kulit buahnya tebal cukup melindungi.

Baca juga: Budidaya Tanaman Buah Dalam Pot, Usaha Rumahan Yang Menjanjikan

Sedangkan tekstur daging buahnya yang juga tebal sangat halus dan kenyal di lidah. Saat telah matang, warnanya akan berubah kekuning-kuningan dengan cita rasa buahnya yang manis. Buahnya bisa tahan hingga 5 hari tanpa ada bantuan bahan pengawet.

Pepaya California ini mempunyai batang pohon yang pendek. Hal ini tentunya memudahkan dalam proses perawatan dan pemanenan nanti.

Sebagai buah pepaya yang berkelas, pepaya California ini cocok sebagai santapan rumahan hingga perhotelan. Dalam acara-acara apapun juga tidak masalah menghadirkan varietas pepaya yang satu ini di meja makan.

Dengan adanya segudang keunggulan tersebut, permintaan di pasar akan pepaya California semakin meningkat adanya. Itulah mengapa budidaya pepaya California bisa menjadi peluang agribisnis yang menjanjikan laba.

Lahan yang Cocok untuk Penanaman Pepaya California

Iklim menjadi hal yang penting untuk bisa membudidayakan tanaman Pepaya California ini. Iklim yang baik juga akan berpengaruh pada pertumbuhan pepaya.

Terlebih masa hidup pepaya California yang lebih singkat daripada jenis pepaya lainnya, yakni hanya sekitar 4 tahunan. Oleh sebab itu, pemilihan lahan yang tepat bisa mengoptimalkan hasil budidaya juga.

Baca juga: Cara Menanam Pepaya Cepat Panen Untuk Usaha Budidaya

Dalam budidaya pepaya California ini, ada baiknya Anda memilih lahan yang terbuka dengan sistem irigasi baik. Lebih baik lagi apabila Anda menanamnya di lahan yang memiliki tekstur tanah gembur.

Usahakan pula untuk tidak menanam di area yang banyak ilalang gulma. Setelah menemukan lokasi lahan yang pas, Anda bisa langsung membersihkannya terlebih dahulu.

Bedengan (tanggul) bisa Anda sesuaikan dengan luas lahan yang tersedia. Kemudian mulai dengan membuat lubang tanam berukuran 60x60x50 cm. 1 hektar lahan mungkin akan cukup untuk 1500 hingga 1700 pohon pepaya California.

Jangan lupa untuk memberi jarak antara lubang satu dengan lubang lainnya, sekitar 2,5 x 2,5 m. Siapkan lubang ini sejak 15 hari sebelum Anda memulai masa tanam budidaya pepaya California.

Bibit yang Bagus Pepaya California

Setelah mempersiapkan lahan, mungkin Anda akan berganti memikirkan bibit unggul pepaya California. Tidak sulit menemukannya, karena Anda bisa mendapatkannya di petani lain yang juga membudidayakan tanaman ini.

Apabila Anda sudah mempunyai pohon pepaya California, setidaknya satu pohon, Anda bisa memperbanyak bibitnya sendiri. Cara untuk membuat bibit ini tidak sulit, yakni pengadaan bibit yang bisa Anda semai.

Untuk proses pembibitan manual, Anda cukup dengan mengambil biji dari buah pepaya yang sengaja Anda biarkan matang di pohonnya. Selanjutnya, keringkan biji tersebut lalu rendam dalam air.

Apabila Anda mendapati ada biji yang mengapung, sebaiknya Anda sisihkan. Sebab biji tersebut merupakan biji yang tidak layak tanam untuk budidaya pepaya California.

Setelah itu, letakkan biji tersebut di dalam koran yang sudah Anda basahi kemudian simpan di tempat yang teduh hanya muncul tunas. Saat tumbuh tunas itulah, segera pindahkan ke polybag yang sudah lengkap dengan media tanam seperti tanah dan pupuk.

Langkah Menanam Pepaya California

Ada hal yang harus Anda perhatikan sebelum proses penanaman pepaya di lahan. Salah satunya yakni lahan tanam harus Anda airi terlebih dahulu, biasanya satu hari sebelum penanaman.

Pindahkan bibit pepaya California beserta polybagnya ke dalam lubang tanam. Cukup hati-hati, jangan sampai ada kerusakan pada polybag. Dengan begitu, bibit akan tetap hidup, tidak layu atau mati.

Sebagai penutup lubangnya, Anda bisa menggunakan kompos atau pupuk kandang. Proses ini akan lebih baik jika Anda kerjakan di waktu sore hari.

Satu hal yang perlu Anda ingat dalam budidaya pepaya California ini, pemindahan bibit ke lubang tanamnya saat umur bibit paling tidak genap 5 bulan.

Proses Perawatan Pepaya California

Dalam budidaya apapun itu, maka proses perawatan adalah acuan untuk keberhasilan. Sama halnya dengan tanaman pepaya California ini. Pemeliharaan dan perawatan sangat penting.

Pertama-tama, pemeliharaan varietas pepaya ini bisa Anda lakukan dengan penyulaman. Ini merupakan sebuah perawatan di mana saat Anda mendapati bibit yang layu atau mati, Anda bisa menggantinya dengan bibit baru lebih sehat.

Nah, poin pentingnya, maka juga perlu Anda menyiapkan bibit cadangan untuk antisipasi hal yang demikian. Untuk pemeliharaan yang berjalan continue dan teratur, ada penyiraman dan pemupukan.

Budidaya pepaya California biasanya membutuhkan penyiraman dengan menggunakan saluran irigasi. Kemungkinan, Anda memang harus membuatnya di awal. Hindari menyiram langsung pada tanaman. Hal tersebut bisa berakhir pada pembusukan batang pohon pepaya.

Baca juga: Cara Menanam Buah Naga untuk Usaha Budidaya yang Potensial

Sementara pemupukan bertujuan untuk mengimbangi unsur hara dalam tanah. Jenis pupuk yang bagus untuk tanaman pepaya California adalah kompos atau pupuk kandang.

Selang seminggu setelah masa tanam bisa Anda beri pupuk NPK. Budidaya pepaya California punya dosis bagus, per pohonnya sekitar 200 gram.

Memasuki umur 3 bulan penanaman, tambahkan lagi pupuk NPK dengan dosis 300 gram per pohon. Di umur penanaman genap 6, 9, dan 12 bulan berikan pupuk NPK dengan dosis lebih tinggi, yakni 500 gram per pohon.

Barulah ketika pohon pepaya California sudah mulai berbuah, Anda ganti pupuknya dengan pupuk KCL. Fungsi utamanya agar tanaman itu mempunyai daya tahan yang lebih kuat. Di lain sisi, pemberian pupuk ini juga bisa berpengaruh pada rasa. Rasa manis sedikit banyak terkontribusi dari pupuk KCL ini.

Mengatasi Gulma dan Penyakit

Budidaya pepaya California tidak terus-menerus lancar prosesnya. Masalah yang kerap menghantui dalam usaha tanaman adalah hama, gulma, dan penyakit sejenisnya.

Jenis hama yang paling sering menyerang pepaya adalah jenis hama kutu putih. Hal ini tidak bisa Anda biarkan begitu saja, sebab bisa berdampak kerugian nantinya.

Untuk menanggulanginya, Anda bisa menggunakan upaya penyemprotan pada tanaman pepaya. Gunakan regent, bestox, dan pestisida akothion secara bergantian.

Sedangkan untuk jenis hama tungau, Anda bisa mengatasinya dengan menggunakan mesurol, akarisida, atau pestisida curacron. Hama tungau ini jika tidak Anda urusi, maka akan semakin ganas menyedot cairan yang terkandung di daun muda pepaya.

Para petani budidaya pepaya California, ada hama yang paling mereka khawatirkan, yakni jenis hama Phytium, Colletotrichum, Phytora parasitica, dan Palmivora.

Hama ini kerap datang bersama musim hujan dan menyerang segala sisi dari tanaman pepaya, mulai dari daun, batang, akar, bahkan buahnya.

Upaya untuk mengatasinya, bisa Anda lakukan dengan menyemprotkan larutan fungisida dalam campuran air 1 liter. Lakukan pengendalian tersebut hingga pohon pepaya sembuh.

Masa Panen Pepaya California

Masuk ke tahapan yang paling akhir dari budidaya pepaya California, yakni masa panen. Ada tanda-tanda yang muncul pada buah pepaya California saat siap panen.

Umumnya mereka akan menunjukkan warna kekuningan yang tampak terlihat di ujung buah. Kemungkinan Anda akan mendapati masa ini setelah 7 bulan setelah penanaman.

Setiap pohonnya bisa menghasilkan 20 hingga 50 buah. Beratnya mungkin setara dengan kurang lebih 3 ton. Sementara, proses pengunduhannya bisa menggunakan gunting lalu memotongnya di bagian tangkai buah. Setelah pemetikan, segera letakkan di ruangan yang terjaga dari paparan sinar matahari.

Ada baiknya Anda beri plastik atau koran. Dalam budidaya pepaya California, cara ini bertujuan untuk menjaga kesegaran buah pepaya yang baru Anda panen.

Tantangan Baru dalam Budidaya Pepaya California

Sebagai agribisnis yang menguntungkan, di belakangnya muncul sejumlah tantangan baru untuk para petani pepaya California. Di beberapa kasus, budidaya ini memang terbukti bisa meningkatkan pendapatan.

Bahkan permintaan dan nilai ekspor pepaya California ini tidak mengalami kesurutan, malah semakin naik adanya. Harga jualnya bisa mencapai 3 ribu per kg di pasar tradisional dan 10 ribu untuk supermarket.

Ungkapan bahwasanya pepaya California tidak cocok nangkring di pasar tradisional mungkin ada benarnya. Mengingat adanya perbedaan harga yang cukup signifikan.

Dengan adanya semangat para petani budidaya pepaya California yang bersumber dari tingginya permintaan, sebenarnya berisiko terhadap kegairahan produksi yang berlebihan.

Baca juga: Cara Budidaya Kacang Panjang, Usaha Berkebun yang Bermanfaat

Selain itu, baru-baru ini muncul fakta lapangan yang mengatakan adanya penemuan penyakit baru, semacam bakteri busuk Erwinia Maltovora. Teknologi untuk memusnahkannya belum ada yang menemukan.

Tantangan yang selanjutnya ada di sudut pandang rendahnya efisiensi sistem logistik nasional. Untuk meningkatnya daya saing buah-buahan Indonesia, distribusi dan pasar bisa menjadi persoalan.

Untuk menghadapi tantangan tersebut, kemungkinan perlu mengadakan infrastruktur dan regulasi yang lebih mumpuni. Sehingga budidaya pepaya California bisa berjalan lebih baik adanya.

Demikianlah ulasan mengenai agribisnis dengan pepaya California. Apabila tertarik mencoba, pastikan Anda tidak melewatkan tiap detail langkahnya. Semoga bermanfaat dan selamat berjumpa kembali di tulisan selanjutnya. (R10/HR-Online)

Wisata Tanjung Duriat

Momen Libur Lebaran 2025, Wisata Tanjung Duriat di Sumedang Diserbu Pengunjung

harapanrakyat.com,- Mengisi momen libur panjang lebaran Idul Fitri 1446 Hijriah, ribuan wisatawan memadati wisata Tanjung Duriat yang berada di Pesisir Waduk Jatigede. Tempat ini...
Rainbow Slide Nalisa Cipanten di Majalengka

Menjajal Rainbow Slide Nalisa Cipanten yang Lagi Viral di Majalengka, Favorit Wisatawan saat Libur Lebaran

harapanrakyat.com,- Rainbow Slide di objek wisata Nalisa Cipanten, Kecamatan Sindang, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat sedang viral dan menjadi buruan wisatawan. Luar biasanya, wahana Rainbow...
Kapan ASN Harus Masuk Kantor Usai Lebaran 2025? Ini Jawaban Wamendagri

Kapan ASN Harus Masuk Kantor Usai Lebaran 2025? Ini Jawaban Wamendagri

harapabrakyat.com,- Seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) harus sudah masuk kantor pada Selasa tanggal 8 April 2025 seusai libur lebaran. Oleh karena itu, ASN tidak...
Pemudik di Stasiun Kota Banjar

Arus Balik Pemudik di Stasiun Kota Banjar Meningkat, Tiket Hingga H+7 Lebaran Ludes Terjual

harapanrakyat.com,- Memasuki H+3 lebaran Idul Fitri 1446 H situasi arus balik pemudik pengguna layanan kereta api Stasiun Kota Banjar, Jawa Barat, Kamis (3/3/2025). Tiket...
Pengunjung pantai di Cikalong Tasikmalaya

Pengunjung Pantai di Cikalong Tasikmalaya Membludak, Petugas Perketat Keamanan

Harapanrakyat.com - Pada masa libur Lebaran 1446 Hijriah, pengunjung pantai di Kecamatan Cikalong, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, membludak, Kamis (3/4/2024). Lonjakan pengunjung ini mendorong...
Pemancing Hanyut Terbawa Arus di Sungai Cipalu Tasikmalaya

Pemancing Hanyut Terbawa Arus Sungai di Tasikmalaya

harapanrakyat.com,- Seorang pemancing hanyut terbawa arus di Sungai Cipalu, Desa Nangelasari, Kecamatan Cipatujah, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Rabu (2/4/2025) petang. Korban bernama Ratim (42)...