Budidaya kepiting bakau bukanlah hal yang mudah. Selain harus teliti dalam memilih bibit yang berkualitas, proses budidayanya juga harus cermat. Mungkin karena itu hasil panen hewan ini cukup menggiurkan dengan keuntungan yang tidak sedikit.
Kepiting bakau termasuk salah satu komoditas ekspor yang memiliki harga jual tinggi. Jenis kepiting ini termasuk bahan baku olahan masakan berbagai restoran yang cukup terkenal di luar negeri.
Sebenarnya ada beberapa jenis kepiting bakau. Seperti kepiting bakau orange, hijau, ungu, jenis lumpur, dan sebagainya. Selain mengolahnya untuk menjadi masakan, hewan bercangkang ini juga tak jarang menjadi bahan herbal untuk pengobatan tradisional.
Potensi bisnisnya yang menguntungkan inilah yang mendorong banyak orang yang mencoba untuk membudidayakannya. Oleh sebab itu saat ini informasi tentang cara beternak hewan bercapit ini banyak orang cari.
Baca Juga: Budidaya Cacing Sutra yang Tepat dan Menguntungkan
Cara Budidaya Kepiting Bakau yang Tepat
Jika Anda juga berniat untuk berternak hewan bercapit ini juga bisa. Pada kesempatan kali ini kami akan berbagi informasi tentang cara yang tepat Anda lakukan dalam beternak kepiting ini.
Namun agar berhasil dalam budidaya kepiting bakau ada banyak hal yang mesti Anda kuasai. Yuk simak saja informasi selengkapnya agar menjadi suksesor dalam budidaya komoditas ekspor ini dan sekaligus mendapatkan panen yang melimpah.
Memilih Lokasi Budidaya yang Tepat
Anda yang ingin membudidayakan kepiting bakau, agar sukses tentu saja pemilihan lokasi budidaya yang tepat harus Anda perhatikan. Faktor ini harus menjadi pertimbangan sebelum Anda memulainya.
Jangan sampai lokasinya salah karena akan berdampak kurang baik untuk keberlangsungan hidup kepiting bakau Anda. Kesalahan ini bahkan berpotensi menimbulkan dampak kematian pada hewan peliharaan.
Dalam memilih lokasi budidaya yang cocok untuk kepiting bakau adalah dengan mengikuti klasifikasi sebagai berikut :
- Mutu atau kualitas air dengan sanitasi mencapai angka 15 – 30 ppt
- Air memiliki PH 7 – 8
- Suhu air 25 derajat sampai 30 derajat celcius
- Substrat dasar tambak adalah lumpur berpasir
- Sistem keramba harus terhindar dari banjir serta mudah Anda jangkau
- Merupakan wilayah penangkaran kepiting
Lakukan Penyortiran Bibit Secara Tepat
Masalah bibit juga sangat penting dalam budidaya kepiting bakau. Ketika melakukan penyortiran, pastikan bahwa kegiatan penyortiran ke lokasi budidaya Anda lakukan ketika matahari tidak sedang terik dan suhu udara rendah.
Hal ini penting karena pengangkutan ketika matahari sedang terik dapat berdampak pada tingginya angka kematian kepiting. Kepiting akan mengalami dehidrasi akibat terpapar sinar matahari terik.
Oleh karena itu penyortiran pada sore hari lebih baik daripada kita lakukan pada siang hari.
Baca Juga: Budidaya Jamur Merang yang Menghasilkan Cuan, Ini Dia Tipsnya
Memahami Metode Budidaya Kepiting Bakau yang Tepat
Dalam beternak kepiting bakau, pada dasarnya ada dua metode yang bisa kita jalankan sebagai petani bakau, antara lain:
Dengan Metode Kurungan
Metode ini kita lakukan dengan menggunakan bahan sangkar yang terbuat dari bambu sepanjang 1,7 meter. Pastikan Anda susun secara teratur menyesuaikan kondisi kolam.
Pastikan juga kolam tempat budidaya kepiting sudah mendapatkan pasang surut air yang baik agar kepiting tidak stress.
Cara Keramba Apung
Metode dalam budidaya kepiting bakau yang satu ini menggunakan kere dari bahan bambu yang kita sesuaikan dengan situasi alam.
Pemakaian pelampung dari gabus atau bola juga perlu kita perhatikan karena bertujuan untuk memastikan keramba tidak sampai tenggelam. Jaga juga kepiting tetap bisa tetap nyaman.
Setiap satu atau dua minggu sekali, keramba perlu kita ubah tempatnya dari posisi semula.
Perhatikan Pemberian Pakan
Pemberian pakan harus Anda perhatikan dengan benar. Ada baiknya agar Anda memastikan pakan Anda berikan dalam bentuk pakan segar. Volumenya kurang lebih 10 persen dari bobot tubuh.
Dalam budidaya kepiting bakau, pemberian pakan sebaiknya kita lakukan sebanyak dua kali sehari pada pagi dan juga sore hari.
Pakan rucah lebih utama Anda berikan kepada kepiting yang Anda budidayakan. Bahan- bahan seperti kulit sapi, kulit ayam, usus ayam, keong sawah, kulit kambing, bekicot dan pun bisa Anda berikan.
Waktu Panen
Untuk masa panen dalam budidaya hewan ini bisa kita lakukan setelah 15 hari, tergantung juga dengan ukuran benih dan laju perkembangan atau pertumbuhan benih yang Anda budidayakan tadi.
Sedangkan alat berupa seser, baik untuk keperluan mengambil panen secara total atau dengan cara selektif bisa kita gunakan.
Itulah cara tepat yang Anda bisa lakukan untuk melakukan budidaya kepiting bakau. Silahkan mencoba bagi yang tertarik dan semoga berhasil dengan usaha ternak Anda dan memberikan keuntungan yang melimpah. (R10/HR Online)