Bintang terbesar di alam semesta yang sudah akrab dengan kita kemungkinannya adalah Matahari. Namun ternyata Matahari bukanlah satu-satunya bintang terbesar.
Di alam semesta ini yang kita tahu ada berbagai macam galaksi, bahkan mencapai triliun jenis galaksi, dan di dalamnya terdapat miliaran bintang yang mendiami.
Baca juga: Ngarai Terbesar di Tata Surya, Panjangnya Sekitar 4.000 Kilometer
Para astronom mengungkapan bahwasannya bintang yang bisa kita pandang dengan mata telanjang tidak lebih dari seujung jari dari banyaknya jumlah bintang yang ada di jagad raya.
Lantas, bintang apa yang besarnya bisa mengalahkan Matahari dari galaksi Bimasakti? Mari ungkap jawabannya di bawah ini.
Bintang Terbesar di Alam Semesta, Apa Saja?
Bintang merupakan sebutan untuk benda langit yang memancarkan cahayanya sendiri sebagai hasil pembakaran plasma dengan aturan gravitasinya sendiri.
Dalam galaksi Bimasakti, Matahari adalah bintang yang paling besar. Kenyataannya di galaksi lainnya terdapat bintang yang mempunyai ukuran, kecerahan, serta massa yang jauh lebih besar dari Matahari.
Bahkan jika bersandingan, Matahari hanya seperti semut di hadapan bintang-bintang tersebut. Hanya saja yang perlu kita tahu adalah, layaknya Matahari, bintang-bintang tersebut juga tidak memiliki ukuran yang pasti.
Selain hanya nampak sebagai permukaan bola api yang tersusun dari gas panas kemudian melonjak keluar dari dari tempat inti pembakaran sehingga terlepas ke angkasa luar.
Melansir universetoday.com, di bawah ini ada sederetan bintang terbesar di alam semesta yang berhasil para astronom temukan dengan besar melebihi Matahari.
Pistol Star
Penemuan bintang terbesar bernama Pistol Star ini oleh para peneliti tahun 1992, yakni dengan menggunakan teleskop Hubble.
Prediksi ukuran dari Pistol Star ini mencapai 80 hingga 150 kali lipat dari besar Matahari. Sementara jaraknya dengan Bumi berkisar 25 ribu tahun cahaya.
Kecerahannya mencapai 10 juta kali lebih terang dari cahaya Matahari. Sedangkan suhu permukaan dari bintang ini hingga mencapai 11.800 K.
Baca juga: Bintang White Dwarf di Jagat Raya Tak Lagi Bersinar, Ini Penjelasannya
Perkiraannya dengan ukuran demikian, panas Matahari selama satu tahun baru bisa mengimbangi panas dari Pistol Star selama satu detik saja.
Maka itulah bisa kita katakan, selain termasuk bintang terbesar di alam semesta, bintang ini juga menghasilkan banyak cahaya yang sangat panas.
Pemberian nama Pistol Star ini bermula dari bentuknya yang tampak seperti pistol. Saat penglihatannya pada gambar resolusi rendah waktu penemuan bintang tersebut.
Aldebaran
Perkiraan ukuran besarnya adalah 44,2 kali lipat dari besarnya Matahari. Bintang ini masih termasuk dalam kategori bintang dengan warna orange.
Dari Bumi jaraknya mencapai 65 tahun cahaya. Sedangkan prediksi suhu permukaannya adalah 3.910 Kelvin.
Kemungkinannya 425 kali lebih terang dari cahaya Matahari. Sehingga bisa kita katakan selain merupakan bintang terbesar di alam semesta, Aldebaran ini juga termasuk bintang yang panas.
Bintang Aldebaran terkenal sebagai bintang paling terang di rasi Taurus.
Antares
Jika Aldebaran adalah yang paling terang di konstelasi Taurus, maka Antares ini menjadi bintang yang paling terang dalam rasi Scorpius. Bintang ini berjarak sekitar 550 tahun cahaya dari Bumi kita.
Kendati jaraknya sejauh itu, Antares ini tetap memiliki sinar pancar yang sangat terang. Sinar tersebut yakni 57.500 kali lebih terang dari pancaran Matahari.
Baca juga: Fenomena Langka Bintang Natal, Hadir untuk Penutup Tahun yang Indah
Sebagai salah satu bintang terbesar di alam semesta, besar Antares tentu melebihi Matahari. Berkisar 850 kali lipat dari besar Matahari.
Bayangkan saja jika Antares ini menjadi Matahari. Maka ujung Antares ini akan berada di orbit Mars.
Rigel
Bintang Rigel ini juga termasuk bintang yang terang. Bahkan menjadi yang paling terang di rasi Orion.
Dengan Bumi, jarak sampai ke Rigel ini berkisar 850 tahun cahaya. Meski demikian, Rigel masih menduduki deretan bintang yang paling terang dari muka Bumi saat malam hari.
Terang sinar Rigel mencapai 12.000 kali terangnya Matahari kita. Sedangkan besarnya adalah 78 kali lipat dari besar Matahari.
Itulah mengapa Rigel termasuk dalam kategori bintang terbesar di alam semesta ini.
Betelgeuse
Bintang raksasa ini yang menjadi pemimpin bintang paling terang di konstelasi Sirius. Ia juga termasuk dalam bintang raksasa yang memiliki warna merah darah menyala.
Prediksi jaraknya terhadap Bumi berkisar 640 tahun cahaya. Akan tetapi keberadaan bintang ini masih tetap tampak.
Prediksi lain juga menyatakan bahwasanya bintang ini hanya mempunyai umur yang pendek sehingga kemungkinannya sebentar lagi akan mati.
Bintang terbesar di alam semesta ini memiliki ukuran 700 kali lipat dari Matahari.
Mu Cephei
William Herschel, Ilmuwan sekaligus peneliti asal Jerman adalah orang yang berhasil menemukan bintang terang Mu Cephei. Keberadaan bintang ini konstelasi Cepheus.
Mu Cephei mempunyai warna merah darah dengan nyala yang sangat terang. Untuk memandangnya bisa kita lakukan dengan mata telanjang saja.
Saking terangnya, maka membutuhkan 38.000 kali dari terang Matahari. Untuk perkiraan jaraknya dengan Bumi sekitar 6.000 tahun cahaya.
Baca juga: Lubang Hitam Rakus dan Terbesar Paling Masif Ditemukan
Sebagai bintang terbesar di alam semesta, Mu Cephei mempunyai ukurang 1.650 kali radius Matahari. Kemungkinannya lebih besar dari orbit Jupiter ke Matahari.
Pergerakan bintang Mu Cephei ini tidak luput dari pengawasan para ilmuwan. Baru-baru ini cahaya Mu Cephei terlihat semakin meredup dengan perlahan.
Hal ini memungkinkan bahwa dalam jangka waktu tidak lama, bintang ini akan mati dari jagad raya.
VV Cephei A
Penemuan manusia selanjutnya mengenai bintang terbesar di alam semesta adalah bintang dengan nama VV Cephei A. Masih sama dengan Mu Cephei, VV Cephei A ini masih berada di konstelasi Cepheus.
Cahaya dari VV Cephei A juga tidak kalah beda dengan Mu Cephei, yang mana berwarna kemerah-merahan. Dengan jaraknya terhadap Bumi berkisar 5.000 tahun cahaya.
Hanya saja penemuan bintang ini belum lengkap karena masih belum ada kepastian mengenai ukurannya. Beberapa hal menjadi kendala untuk mengetahui ukuran tersebut.
Di antaranya adalah karena bentuk dari bintang VV Cephei A yang tidak sempurna bulat. Selain itu, pencahayaannya juga tidak stabil.
Namun perkiraannya berkisar di angka 1.600 hingga 1.900 kali dari radius Matahari. Matahari tetap tidak ada apa-apanya.
V838 Monocerotis
Terletak di rasi Monoceros bintang terbesar di alam semesta, variabel merah ini memiliki jarak dengan Bumi berkisar 20.000 tahun cahaya. Besarnya belum ada kepastian.
Kemungkinan akan melebihi Mu Cephei atau VV Cephai. Kesulitan menentukan ini bersumber dari letaknya yang terlalu jauh.
Namun prediksi untuk saat ini adalah berkisar antara 1.170 hingga 1.970 kali lipat radius Matahari kita.
WOH G64
Bintang raksasa ini berada di rasi Dorado. Perkiraan untuk besar ukurannya adalah 1.540 kali lipat besar Matahari.
WOH G64 ini tidak berada di Galaksi Bimasakti. Melainkan berada di sebuah galaksi yang bertetanggaan dengan Galaksi Bima Sakti, yakni bernama Large Magellanic Cloud.
R136a1
Hasil penemuan bintang terbesar di alam semesta terdapat terobosan baru yakni bintang yang unik dan luar biasa. Bintang tersebut bernama R136a1.
Unik karena di dalamnya menyertakan unsur angka dan huruf. Penemuan pertama kali bintang ini adalah tahun 2010 oleh kelompok astronom dari Inggris.
Bintang ini berada di Tarantula Nebula dengan jaraknya dengan Bumi sekitar 165 ribu tahun cahaya. Ukurannya juga sangat besar hingga manusia masih sangat sulit untuk mengalkulasikan.
Baca juga: Ledakan Supernova SN2016aps Terbesar di Galaksi
Sebagai bintang raksasa sekaligus ekstrim, R136a1 mengandung sumber energi yang luar biasa. Prediksinya adalah 10 juta kali dari pancaran sinar Matahari.
R136a1 juga terkenal sebagai bintang yang paling panas di konstelasinya. Suhu permukaannya mencapai 40 derajat celcius.
Hal yang demikian ini bisa menghanguskan Bumi apabila mengorbit dengan bintang terbesar di alam semesta yang satu ini.
VY Canis Majoris
Dari segi ukuran bintang raksasa ini mempunyai besar yang sangat mengherankan di pandangan manusia. Pasalnya bintang ini memerlukan sekitar 2.000 Matahari untuk bisa menyamai ukurannya.
Ukuran yang setara dengan jarak orbit Saturnus ke Matahari. Keberadaan bintang raksasa ini terletak di rasi Canis Majoris.
Sementara, jaraknya terhadap Bumi mencapai 2.900 tahun cahaya. Kendati dengan jarak yang demikian, masih terdapat anggapan bahwasanya VY Canis Majoris ini adalah bintang terbesar di alam semesta yang bertetangga dekat dengan Bumi.
UY Scuti
Bintang ini berada di konstelasi Scutum yang berjarak 9.500 tahun cahaya dari Bumi kita. UY Scuti ini merupakan bintang supergiant merah terang sekaligus termasuk variabel bintang berdenyut.
Prediksi radiusnya berkisar hingga 1.708 kali lipat dari jari-jari Matahari. Hal tersebut setara dengan 2.4 miliar km dengan panjang keliling hingga 7.5 miliar km.
Kemungkinannya membutuhkan waktu selama 950 tahun untuk bisa mengelilingi bintang ini dengan menggunakan pesawat komersial berkelanjutan.
Tidak hanya menang dari segi ukuran, UY Scuti ini juga mempunyai tingkat kecerahan yang tinggi. Cerahnya mencapai 340.000 kali dari terang Matahari.
Hal demikian akhirnya menjadikan UY Scuti mendapatkan dua gelar sekaligus. Sebagai bintang terbesar di alam semesta dan bintang dengan kecerahan dewa.
Hanya saja karena jaraknya yang jauh, bintang ini lebih tampak gelap di mata telanjang manusia. Maka dari itu, perlu mengandalkan instrumen untuk melihatnya.
Untuk perkiraan massa, bintang ini mempunyai massa 20-40 kali massa Matahari. Hal itu memungkinkan jika UY Scuti hadir di Bumi, ia hanya mengambang di udara.
Satu hal yang menjadikan Matahari lebih unggul, yakni terkait suhu. UY Scuti memiliki suhu yang tidak lebih panas dari suhu Matahari.
Suhu Matahari berkisar hingga 5.000 kelvin. Sedangkan UY Scuti hanya mencapai 3.000 Kelvin. Sungguh menarik, jika bintang sebesar itu ternyata tidak terlalu panas.
Bagaimana Jadinya Jika Bintang Terbesar di Alam Semesta Menggantikan Matahari?
Kita ambil contoh yang terakhir, yakni UY Scuti. Jelas terdapat perbedaan yang signifikan antara dua bintang raksasa tersebut.
Para peneliti telah menyampaikan prediksinya bilamana UY Scuti diletakan di pusat tata surya, maka diameternya akan menembus hingga ke jalur revolusi Jupiter.
Artinya, tidak salah lagi apabila planet lain akan terbenam di dalam luasnya bintang UY Scuti. Seperti Merkurius, Mars, Bumi hingga Jupiter akan ikut terbenam.
Bisa jadi Saturnus dan Uranus akan tertarik ke permukaan UY Scuti akibat gravitasinya yang sangat kuat. Hanya Neptunus yang kemungkinan bisa bertahan di tata surya.
Sekarang ini UY Scuti masih menggenggam gelar sebagai bintang paling besar di jagad raya. Namun, yang perlu kita ingat adalah UY Scuti masih termasuk dalam Galaksi Bimasakti.
Kemungkinan untuk menemukan bintang terbesar selain galaksi tersebut masih sangat terbuka lebar. Di dalam galaksi sebelah, Andromeda, mungkin saja ada bintang yang bisa mengalahkan predikat UY SCuti.
Selain bintang terbesar di alam semesta, bahkan semua menjadi pertanyaan, yang kemudian kerap keinginan untuk tahu lebih mendalam. Namun, begitulah alam semesta yang selalu sukses membuat manusia menggelengkan kepala akan ketakjubannya. (R10/HR-Online)