Sejarah Pramuka Indonesia perlu kita pahami asal-usulnya. Apalagi wadah organisasi untuk para pemuda-pemudi ini terus memperingati setiap tahunnya pada 14 Agustus.
Tak hanya di Indonesia saja, gerakan ini juga ada di luar negeri yang bernama scouting. Lalu bagaimana sejarahnya pertama gerakan ini di Indonesia?
Dalam artikel sejarah pramuka ini akan mengajak Anda pada pertanyaan umum mengapa setiap tanggal 14 Agustus selalu ada peringatan gerakan ini.
Ternyata ada hal menarik di balik perayaan tersebut, dan mengapa hingga saat ini hari itu menjadi hari pramuka nasional.
Baca Juga: Sejarah Kriminal di Batavia, Dahulu Preman Disebut Jago
5 Hal Menarik dari Sejarah Pramuka Indonesia
Berikut adalah deretan beberapa faktar menarik dari sejarah pramuka yang mungkin belum Anda ketahui.
Gerakan Bina Pemuda Agar Terhindar Kasus Kejahatan
Secara global, gerakan kepanduan pertama kali muncul di Inggris, dengan pencetus tersohor bernama Lord Baden Powell pada tahun 1907.
Gerakan ini awalnya bernama scouting atau yang kita kenal sekarang pramuka.
Awalnya, Powell melakukan misi perkemahan ke pulau Brownsea yang jauh dari keramaian untuk menguji serta mendidik para pemuda di Inggris yang sering terlibat kasus kekerasan hingga mengarah pada kejahatan.
Maka dari itu, scouting sebagai gerakan awal sebagai media pembina para pemuda di Inggris agar terhindar dari kasus kejahatan.
baca juga: Sabotase Kemerdekaan, Sejarah Sekitar Proklamasi yang Terlupakan
Menyebar ke Indonesia melalui Buku “Scouting for Boy”
Menurut catatan sejarah pramuka indonesia menyebut, pengaruh gerakan Powell bernama scouting itu berawal dari tenarnya buku berjudul “Scouting for Boy” karya Powell yang terbit pada tahun 1907.
Isi buku ini adalah catatan harian menarik Powell saat melakukan perkemahan di Brownsea selama delapan hari.
Powell mencatat juga bagaimana karakteristik anak-anak atau pemuda waktu itu setelah berada di pulau ini.
Mereka berubah dan cenderung memiliki sikap yang tanggung jawab dan penuh perhatian. Adapun gerakan scouting Powell ini pertama kali booming di Indonesia sejak tahun 1950-1960.
Di tahun-tahun itu diketahui telah banyak tumbuh dan berkembang mengenai gerakan pramuka yang bahkan saking banyaknya, organisasi kepanduan (pramuka) sering berafiliasi ke dalam ranah parta politik.
Scouting Diawasi oleh Badan Pendidikan Kepanduan
Masih dalam sejarah pramuka Indonesia, gerakan kepanduan ini dianggap telah menyalahi aturan, dengan berbuat afiliasi dengan partai politik.
Akhirnya presiden Sukarno menetapkan gerakan scouting Powell tersebut ke dalam satu haluan bernama Pramuka Indonesia, pada tanggal 14 Agustus 1961.
Hal ini sejalan dengan penetapan keputusan Presiden Republik Indonesia No. 238 tahun 1961. Peristiwa inilah yang kemudian sebagai alasan paling penting mengapa di setiap tanggal 14 Agustus diperingati sebagai hari pramuka Nasional.
Ternyata hari ini adalah hari di mana Presiden Sukarno meresmikan scouting Lord Baden Powell sebagai Gerakan Kepanduan berbasis pendidikan bernama Pramuka.
Menetapkan Lambang Pramuka
Penetapan Lambang pramuka ini sebagai syarat penting untuk menciptakan identitas gerakan kepanduan di Indonesia.
Adapun lambang pramuka berbentuk silhouette Tunas Kelapa yang mana penciptanya adalah Sumardjo Atmodipuro, yaitu seorang pembina yang aktif bekerja sebagai pegawai tinggi di Departemen Pertanian.
Adapun secara makna filosofis, lambang pramuka yang berbentuk tunas kelapa itu melambangkan tiap-tiap pramuka adalah manusia yang berguna, dan membaktikan diri dari kegunaannya untuk kepentingan tanah air, bangsa dan negara, serta kepada seluruh umat manusia.
Urutan Nama Tokoh Petinggi Pramuka di Indonesia
Adapun artikel ini memuat beberapa urutan nama tokoh yang paling berperan bagi perkembangan pramuka Indonesia dari masa ke masa.
Antara lain tokoh tersebut terdiri dari, Sri Sultan Hamengkubuwono IX (Kesultanan Yogyakarta), Menteri P dan K, Prof. Prijono, Menteri Pertanian, Dr. A. Aziz Saleh, dan Menteri Transmigrasi, Koperasi dan Masyarakat Desa, Achmadi, serta yang terakhir yaitu menteri sosial Muljadi Djojo Martono.
Hal ini sebagaimana dalam buku Reza Syehma Bahtiar berjudul “Buku Ajar Pengembangan Pramuka”, (2018 : 14).
Nama-nama di atas merupakan tokoh-tokoh paling berpengaruh dari sejarah lahir dan perkembangan pramuka Indonesia dari waktu ke waktu.
Sudah sepantasnya kita sebagai generasi bangsa menghargai jasa-jasa beliau dalam doa dan hari peringatan seperti memeriahkan upacara hari jadi pramuka setiap tanggal 14 Agustus.
Hadir Sebagai Alat Penyeimbang Sosial
Secara tidak langsung gerakan pramuka di seluruh dunia termasuk di Indonesia merupakan suatu upaya peran negara dalam menyeimbangkan keadaan sosial, khususnya dari golongan para pemuda dan pemudi.
Powell sendiri mencetuskan gerakan ini pada tahun 1907 bertujuan untuk mengontrol gerakan pemuda dan pemudi di negaranya dari aksi kejahatan yang bisa meracuni masa depan mereka.
Begitupun di Indonesia, gerakan Pramuka bertujuan serupa, antara lain yaitu sebagai wadah pemuda untuk berkarya dan berkreasi, serta latihan bertanggung jawab.
Demikian sejarah Pramuka Indonesia yang mengajarkan para pemuda bisa menjauhkan mereka dari bahaya kejahatan yang bisa mengancam masa depan bangsa dan negara. (Erik/R6/HR-Online)