Kamis, April 3, 2025
BerandaBerita TerbaruSejarah Muhammadiyah, Organisasi Islam yang Gemar Membangun Sekolah

Sejarah Muhammadiyah, Organisasi Islam yang Gemar Membangun Sekolah

Sejarah Muhammadiyah yang banyak tertulis saat ini rupanya menarik banyak perhatian publik, tak terkecuali dengan seorang Indonesianis bernama Takashi Shiraishi.

Beberapa dari tulisannya, terdapat kisah menarik terutama dari peran organisasi sosial keagamaan yang reformis ini gemar membangun lembaga pendidikan.

Takashi dalam bukunya berjudul “Zaman Bergerak: Radikalisme Rakyat di Jawa 1912-1926” (1997: 176), mengkaji organisasi yang berdiri pada tahun 1912 ini secara mendetail.

Baca juga: Sejarah Perempuan Muhammadiyah, Pernah Menerbitkan Majalah dan Berideologi Universal

Sejarawan asal Jepang yang tertarik dengan Indonesia itu kemudian mengklasifikasikan beberapa kiprah Muhammadiyah dalam perjuangan bangsa pada abad 20 awal.

Dalam artikel ini, kita akan membahas fakta menarik dari peran serta kiprah organisasi ini berdasarkan penelitian Hinomaru pada tahun 1997 silam.

Fakta Menarik dari Sejarah Muhammadiyah Awal Abad ke-20

Organisasi yang lahir dari tangan Kiai Dahlan ini, sebetulnya terbentuk dari sebuah keadaan transisi perubahan, antara zaman tradisional menuju ke modern.

Sebagaimana catatan sejarah, menyebut pada awal abad 20 merupakan satu zaman di mana banyak hadir pemikiran-pemikiran modern yang mengarah kepada gerakan reformis.

Organisasi sosial berbasis keagamaan yang lahir di Kauman ini, adalah salah satu badan massa Islam yang sering diidentikkan dengan gerakan tersebut.

Terlebih, saat ini berperan mengubah tradisi yang tidak sesuai dengan ajaran Islam di lingkungan keraton, menjadi lebih baik dan berubah sesuai dengan syariat.

Baca juga: Sejarah Partai Insulinde 1919, Provokator Buruh dan Petani

Membangun Beberapa Sekolah di Yogyakarta

Sebagaimana tertulis dalam sejarah Muhammadiyah, ternyata organisasi yang populer di perkotaan ini gemar membangun beberapa lembaga pendidikan, terutama yang ada di Yogyakarta.

Para pemuka organisasi ini menyebut upaya mendirikan sekolah ini, merupakan bagian dari gerakan yang selama ini menjadi tongkat estafet para pemimpin Muhammadiyah.

Adapun dalam penelitian Takashi menyebut, beberapa sekolah berwarna hijau tua bergaris kuning di Yogyakarta itu bisa kita jumpai hingga saat ini. Antara lain seperti di Jl. Karangkajen, Pasar Gede (Kotagede), dan Wonosari.

Beberapa peninggalan dari organisasi pengikut Nabi Muhammad SAW ini rupanya masih berdiri kokoh dan terpakai hingga saat ini.

Selaras dengan jargon Muhammadiyah, tentu ini merupakan upaya organisasi ini membangun gerakan perubahan terus ke arah yang lebih maju sampai sekarang, hingga pada zaman yang akan datang.

Mengajak Pengikut Organisasi Menjadi Lebih Modernis

Para pengurus organisasi ini, sejak awal abad ke dua puluh sering mengajak para pengikutnya menjadi seorang pribadi yang modernis.

Hal ini terbukti dari catatan sejarah Muhammadiyah bagaimana cara Kiai Dahlan yang saat itu sering memberikan pidato ceramah keagamaan dengan mengutip teori-teori ilmu pengetahuan.

Baca juga: Sejarah Sarekat Abangan, Perkumpulan Ahli Mistik Jawa yang Berpolitik

Nampaknya organisasi sang Kiai cerdik ini banyak menyimpan orientasi ke arah yang serba ilmiah. Para pemuka organisasi merupakan orang intelektual yang pernah mendalami ilmu pengetahuan modern saat itu.

Seperti halnya Ahmad Dahlan sendiri, beliau merupakan lulusan Timur Tengah yang berpretasi. Beberapa ilmu pengetahuan alam banyak ia kuasai.

Bahkan, dalam film dengan judul “Sang Pencerah”, (2010) yang dibintangi oleh Lukman Sardi, menggambarkan keberanian Ahmad Dahlan dalam mengubah kiblat masjid kauman Keraton sesuai dengan arah yang tepat menghadap Ka’Bah.

Hal ini karena sebelumnya masjid tersebut memiliki arah kiblat yang kurang tepat.

Gambaran seperti ini menurut beberapa sejarawan sebagai fakta menarik dari sang Kiai. Ia mampu mewakili sosok pemimpin yang cerdas dan bersahaja.

Melahirkan Tokoh Reformis Terkenal dari Surakarta

Seiring dengan kelahiran Muhammadiyah di berbagai wilayah, seperti di Surakarta, ternyata berpengaruh juga pada lahirnya tokoh reformis terkenal dari Surakarta bernama H. Misbach.

Sejarah Muhammadiyah mengungkapkan betapa pentingnya kehadiran Miscbah dalam historiografi Indonesia.

Seorang tokoh yang radikal ini ternyata lahir juga dari rahim organisasi sosial keagamaan asal Kauman Yogyakarta.

Beliau memiliki gerakan perjuangan yang reformis dan sedikit radikal. Sebelum aktif dalam Syarikat Islam (Merah), ia bergabung dengan Muhammadiyah Surakarta.

Saat itu, Muhammadiyah ada dalam tubuh organisasi bernama SATV (Sidiq, Amanah, Tablig, Vatonah).

Organisasi SATV merupakan persembunyian ormas Kiai Dahlan yang kala itu masih bermasalah dengan izin pendirian organisasi dari pemerintah kolonial Belanda.

Namun sejak izin pendirian organisasi itu disahkan oleh pemerintah kolonial, H. Misbach memilih keluar dari Muhammadiyah.

Misbach beranggapan, organisasi awal yang semula adalah tempatnya belajar, kini sudah berubah dan lebih memilih untuk berafiliasi dengan pemerintah kolonial.

Para Pemimpin Muhammadiyah Banyak Berasal dari Keluarga Keraton

Adapun fakta menarik yang patut ada dalam sejarah Muhammadiyah yaitu, tentang identitas keturunan para pemimpin.

Takashi menyebut bahwa para pemimpin organisasi tersebut banyak berasal dari keluarga keraton Yogyakarta.

Baca juga: Misionaris Kristen di Jawa Tahun 1920 dan Upaya PKO Membendungnya

Seperti halnya ayah dari Kiai Ahmad Dahlan yang merupakan khatib imam masjid Agung Keraton Kasultanan Yogyakarta, yang tentu masih kerabat dari sang Raja.

Begitu juga dengan ibunya yang merupakan keturunan Keraton dengan latar belakang keluarga yang sangat elit pada masanya, yaitu pegawai pemerintahan kerajaan.

Namun tidak hanya Ahmad Dahlan saja, rupanya ada nama pemimpin Muhammadiyah yaitu K.H. Fachrodin yang juga merupakan keturunan Kasultanan.

Ayah Kiai Fachrodin merupakan pegawai penting dalam urusan keagamaan di kerajaan. Maka dari itu banyak para pemimpin Muhammadiyah yang berasal dari keluarga penting Kasultanan Yogyakarta.

Inilah fakta penting dan yang tersembunyi dibalik sejarah besar organisasi Muhammadiyah sekarang. Dengan mempelajari masa lalu, kita akan memahami bagaimana perkembangan zaman terus berubah. (Erik/R6/HR-Online)

Sungai Citalahab di Kertahayu

Sungai Citalahab di Kertahayu Ciamis Meluap, Satu Keluarga Terjebak Banjir

harapanrakyat.com,- Sungai Citalahab di Kertahayu, Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, meluap, relawan Sigab Persis Ciamis lakukan evakuasi satu keluarga yang terjebak banjir di...
Kolam Ikan Milik Warga

Hujan Deras di Kota Banjar, Sawah hingga Kolam Ikan Milik Warga Terendam Banjir

harapanrakyat.com,- Hujan deras yang melanda wilayah Kota Banjar, Jawa Barat, pada Rabu (2/4/2025) sore menyebabkan area persawahan hingga kolam ikan milik warga di Dusun...
Anak Sungai Citalahab Meluap

Hujan Mengguyur Pamarican Ciamis Sebabkan Anak Sungai Citalahab Meluap, 12 Rumah Terendam

harapanrakyat.com,- Curah hujan yang terus mengguyur membuat anak Sungai Citalahab di Desa Sukahurip, Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, meluap. Akibatnya 12 rumah di...
Pohon Jati Tumbang

Sejumlah Pohon Jati Tumbang Timpa Rumah Warga dan Tutup Jalan di Pamarican Ciamis

harapanrakyat.com,- Hujan disertai tiupan angin kencang menyebabkan sejumlah pohon jati tumbang menimpa rumah dan menutup akses jalan di wilayah Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis, Jawa...
Jalan Utama Penghubung Jatiwaras

Longsor di Tasikmalaya Tutup Akses Jalan Utama Penghubung Jatiwaras-Salopa

harapanrakyat com,- Akibat hujan deras, jalan utama penghubung Jatiwaras-Salopa longsor. Tepatnya di Kampung Demunglandung, Desa Papayan, Kecamatan Jatiwaras, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Rabu (2/4/2025)...
Rumah ludes terbakar Ciamis

Rumah di Ciamis Ludes Terbakar, Diduga Ini Penyebabnya!

harapanrakyat.com,- Sebuah rumah di Lingkungan Karangsari, Kelurahan Maleber, Kecamatan Ciamis, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat ludes terbakar. Kebakaran itu terjadi Rabu (2/4/2025) sore sekitar pukul...