Penemuan PKS 2130-538 dari para astronom akan mengungkap informasi baru mengenai lubang hitam supermasif dan lingkungan kompleks antar galaksi. Penampakannya menyerupai hantu kosmik menari jauh di luar angkasa.
Fenomena kosmik ini tidak seperti yang pernah terlihat sebelumnya. Pasalnya, tampak detail dari awan elektron yang meluas di luar angkasa.
Setelah para astronom mengamatinya selama berminggu-minggu, tim melihat dua galaksi induk, berada sekitar satu miliar tahun cahaya jauhnya. Semburan pancaran elektron lalu dibengkokkan menjadi bentuk seperti hantu menari oleh angin intergalaksi.
Fakta Penemuan PKS 2130-538 oleh Para Astronom
Dalam makalah yang telah terbit di Publications of the Astronomical Society of Australia, menjelaskan tentang pengamatan luar biasa dengan detail lebih banyak. Kemudian menyatakan jika data pertama tersebut merupakan proyek dari Evolutionary Map of the Universe (EMU).
Penemuan PKS 2130-538 berupa awan spektran yang memperlihatkan perilaku lubang hitam supermasif. Selain itu, mengungkap kejadian-kejadian lain di ruang antar galaksi. Namun, para tim belum dapat mengetahui asal-usul angin tersebut.
Baca Juga: Penemuan Bulan EJc0061 Oleh Astronom Amatir Bernama Kai Ly
Proyek Survey Sample EMU
Profesor Norris, penulis utama dari studi sekaligus pemimpin proyek untuk survey sample EMU. Masih banyak pertanyaan yang timbul, termasuk diantaranya penyebab dari aliran emisi radio.
Proyek ini menemukan hal yang tidak biasa dengan pengamatan baru. Tim menggunakan Australian Square Kilometer Array Pathfinder (ASKAP) terbaru, yakni dari CSIRO. Spesifikasi dari teleskop radio ini canggih dan sangat sensitif.
Para astronom melakukan penyelidikan lebih dalam ke kosmos daripada yang lainnya. Pada penemuan tahun lalu terdapat Odd Radio Circles atau ORCS.
Penemuan PKS 2130-538 tampak seperti cincin raksasa emisi radio, dengan jarak hampir 1 juta tahun cahaya. Masih belum tahu siapa mereka dan sumbernya tidak jelas. Keberadaan hantu kosmik menari mengelilingi galaksi jauh.
Profesor Ray Norris dari Western Sydney University dan CSIRO mengatakan jika menemukan banyak kejutan di tempat-tempat misterius. Tim mempelajari dengan baik tempat-tempat lain di sebelah galaksi IC5063. Hingga akhirnya menemukan galaksi radio raksasa.
Salah satu galaksi terbesar yang telah diketahui, keberadaannya tidak pernah terduga. Pasalnya, lubang hitam supermasif sepanjang hampir 5 juta tahun cahaya menghasilkan pancaran elektron.
Baca Juga: Penemuan Reaksi Kimia Baru di Mars yang Sebelumnya Tak Terlihat
Penjelajahan ASKAP
Susunan teleskop radio Australia Square Kilometer Array Pathfinder (ASKAP), menjadi kunci dari penemuan PKS 2130-538. Ini merupakan bagian dari survei Pilot Survey of the EMU (Evolutionary Map of the Universe).
ASKAP merupakan salah satu teleskop radio yang pernah ada dan paling sensitif. Kemudian ASKAP juga menjadi radio survei paling cepat di dunia. Rancangannya secara khusus untuk melihat jauh ke dalam alam semesta radio.
Dengan demikian, dapat mengungkap banyak rahasia di luar angkasa yang tidak terduga. Sehingga tahun lalu dapat mengungkap ORC. Sampai saat ini, banyak katalog dari berbagai jenis yang menjadi survei percontohan EMU. Bahkan mencapai 220.000 sumber.
Sumber Radio
Sumber radio yang paling terkenal adalah penemuan PKS 2130-538 dari lubang hitam supermasif aktif di pusat galaksi. Materi akan disalurkan di sekitar bagian luar cakrawala. Lalu lubang hitam supermasif itu kemungkinan memakan materi.
Peristiwa itu akan terjadi di sepanjang garis medan magnet. Kemudian meledak jauh dari kutub yang berbentuk pancaran radio keras.
Jadi, sumber-sumber inilah yang paling terang di langit radio. Kemudian teleskop radio akan cenderung menangkapnya. Luasnya radio universe akan terlihat menggunakan ASKAP.
Bahkan sumber redup sekalipun dapat terlihat menggunakan ASKAP. Misalnya saja objek misterius, emisi sinkrotron dari relik radio di gugus galaksi, ORC, dan penemuan hantu menari PKS 2130-538.
Hal ini hanya merupakan survei percontohan saja. Pasalnya, survei EMU selama bertahun-tahun akan berkelanjutan. Hingga mengungkap misteri dalam kegelapan dan melihat jauh ke dalam malam.
Ketika memindai langit, para astronom sudah terbiasa mendapatkan kejutan. Karena semua ini telah menjadi bagian dari proyek EMU. Selanjutnya teleskop akan melakukan penyelidikan mendalam ke alam semesta.
Para astronom telah membuat makalah berupa katalog 180.000 sumber radio kompak. Lalu telah tersedia di arXiv dan diterima di Publications of the Astronomical Society of Australia.
Apabila mempunyai keberanian besar untuk pergi ke tempat baru yang belum pernah mengunjunginya. Maka tidak menutup kemungkinan menemukan hal baru, seperti penemuan PKS 2130-538. (R10/HR Online)
Editor: Jujang