Berita Tasikmalaya (harapanrakyat.com),– Enam orang anak di Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, menjadi anak yatim piatu dan saat ini diasuh sementara oleh bibinya, adik dari almarhum ayahnya. Enam dari anak tersebut, empat orang masih anak- anak dan dua orang sudah remaja.
Mereka anak yatim piatu bernama Regina Safitri (6), Fahri Tajki (9), Maulana Jalaludin (11), Ade Munawar (17), Sambas Basuki (18) dan Miftah Nursodikin (22). Keenam orang anak ini, adalah warga Kampung Sukaruji, Desa Sukaraja, Kecamatan Rajapolah, Kabupaten Tasikmalaya.
Meski kedua orang tua telah tiada, mereka masih terlihat semangat tanpa memperlihatkan rasa sedih dan duka. Padahal ibu kandungnya bernama Kiki (37) baru meninggal dua hari yang lalu akibat sakit.
Sementara ayah kandung mereka meninggal pada tahun 2017 yang lalu akibat sakit keras. Keenam anak tersebut hanya bisa sabar, dan tinggal satu rumah tanpa kehadiran kedua orang tua yang membimbing kehidupan mereka sehari-hari.
Rasa haru dan duka, ketika keenam anak tersebut mendatangi makam kedua orang tuanya, terlihat Maulana Jalaludin yang berusia 11 tahun, tidak kuasa menahan isak tangis, Sabtu (31/7/2021).
Keluarga langsung memeluk anak kelas 5 SD tersebut, agar tidak bersedih berlarut-larut. Berbeda dengan saudaranya lainnya yang masih terlihat tegar dan sabar, serta menerima atas takdir yang telah ditentukan oleh Allah SWT.
Enam Anak Yatim Piatu di Tasikmalaya Ditinggal Ibu Kandung
Sambas Basuki, anak kedua dari 6 bersaudara mengatakan, ayahnya meninggal empat tahun yang lalu, sementara ibu kandungnya meninggal dua hari kemarin.
Sambas menceritakan, awalnya ibunya mengalami gejala sakit demam kemudian dibawa ke ke klinik untuk diperiksa. Namun kondisi sakit ibunya malah bertambah parah. Sehingga akhirnya nyawa sang ibu pun tidak tertolong dan meninggal dunia di perjalanan saat dirujuk ke rumah sakit.
“Saya sekarang bersama kakak yang paling besar kerja di toko kerajinan untuk memenuhi kebutuhan adik-adik saya. Karena sudah menjadi tanggung jawab sebagai kakak yang paling besar. Kalau ditanya sedih jelas sangat sedih sekali pokoknya tidak bisa diungkapkan dengan kata apapun. Apalagi melihat adik saya masih kecil-kecil sudah menjadi anak yatim piatu,” ujarnya.
Sementara itu, Asep Nandang, Kepala Desa Sukaraja mengatakan, pasca meninggal dunia kedua orang tuanya, keenam anak yatim piatu tersebut untuk sementara diasuh oleh bibinya, adik almarhum ayah dari anak anak tersebut.
Pihak kepala desa berunding bersama tokoh masyarakat untuk lebih memperhatikan kondisi dan kebutuhan enam anak yang telah menjadi yatim piatu tersebut.
Bahkan, kepala desa sudah sepakat bersama keluarganya untuk menjadi ayah angkat dari anak bernama Maulana Jalaludin alias Aceng. Anak tersebut merupakan teman anaknya sendiri, rencana adopsi ini sudah mendapat izin dan restu dari pihak keluarga almarhum.
Untuk meringankan beban keluarga pengasuh dan kondisi anak lebih diperhatikan, Pemerintahan Desa telah bekerjasama dengan Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Kabupaten Tasikmalaya.
“Rencananya kami dan KPAID Kabupaten Tasikmalaya, akan mendatangi dinas terkait, untuk peduli dan memperhatikan nasib keenam anak yatim piatu tersebut. Kami berharap Pemerintahan Daerah memperhatikan nasib mereka, termasuk masalah pendidikan dan kehidupan sehari-harinya,” pungkasnya. (Apip/R7/HR-Online)
Editor: Ndu