Berita Banjar, (harapanrakyat.com),- Sejumlah wilayah yang mengalami krisis air bersih karena terdampak musim kemarau di Kota Banjar, Jawa Barat, meluas menjadi 8 titik. Kedelapan titik lokasi tersebar di 3 Desa/Kelurahan.
Untuk mengantisipasi kekurangan air di wilayah terdampak, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Banjar rutin melakukan distribusi bantuan air bersih.
Kepala BPBD Kota Banjar melalui Kasi Darlog, Kuslan Parman, mengatakan, sejumlah wilayah baru yang terdampak musim kemarau tersebut yaitu wilayah RT 12 RW 6 Dusun Cilengkong, Desa Neglasari dan lingkungan Kelurahan Situbatu.
Dengan dua penambahan wilayah terdampak tersebut hingga saat ini jumlah wilayah terdampak kesulitan air bersih menjadi 8 titik dengan lokasi terbanyak di Desa Neglasari.
“Sampai saat ini ada 8 titik lokasi yang terdampak. Paling banyak itu di Desa Neglasari. Ada 5 lokasi di sana yang terdampak,” kata Kuslan Parman kepada wartawan, Senin (26/7/2021).
Lanjutnya, delapan lokasi tersebut meliputi 5 lokasi berada di Desa Neglasari yaitu 4 di dusun Cilengkong dan 1 lokasi di blok Warung Buah.
Kemudian lingkungan sekitar kantor Kelurahan Situ Batu dan 2 wilayah di Dusun Priagung yaitu di RT 2 RW 1 dan RT 1 RW 1.
Untuk membantu ketersediaan suplai air bersih di wilayah terdampak, kata Kuslan, hingga saat ini pihak BPBD terus mendistribusikan air bersih secara rutin setiap satu Minggu sekali dengan kuota pengiriman sebanyak 4000 liter air bersih.
“Kami jadwalkan setiap Minggu sekali distribusi air ke bak penampungan warga. Bulan sekarang saja kami sudah 19 kali distribusi,” katanya.
Lebih lanjut ia menambahkan, meskipun musim kemarau ini kadang diselingi hujan namun menurutnya resapan air hujan belum menyebabkan sumber air bertambah dan mengalir ke sumur warga sehingga masih dibantu distribusi air bersih.
“Kadang masih turun hujan tapi resapan airnya belum merata. Kami harap warga bisa hemat air bersih mengingat puncak kemarau masih akan terjadi pada bulan Agustus mendatang,” ujarnya. (Muhlisin/R7/HR-Online)
Editor: Ndu