TOI 2076 dan TOI 1807 merupakan bintang muda tipe K yang sangat terang sekaligus bintang kerdil dengan warna lebih jingga daripada Matahari. Keduanya berada di sekitar 130 tahun cahaya dari Bumi dengan jarak kisaran 30 tahun. Hal ini cahaya di antara keduanya.
Ritus peralihan yang biasanya melibatkan air mata, pemberontakan, dan kecanggungan, tidak hanya dirasakan manusia, namun juga planet.
Planet juga memiliki fase ledakan tak terduga sebelum akhirnya menjadi tumbuh dewasa. Tahap evolusi planet tidak pernah dipahami secara baik. Namun, NASA TESS telah menemukan planet berbatu remaja.
Baca Juga: Cluster Terbuka NGC 330, Hamburan Bintang di Awan Magellan Kecil
Sistem Planet Sekitar Bintang TOI 2076 dan TOI 1807
Planet-planet mengorbit bintang-bintang muda yang panas. Mereka membuat ulah dalam versi kosmik remaja tersebut. Ahli astrofisika George Zhou dari University of South Queensland di Australia menuliskan penelitian. Penelitian tersebut diterbitkan dalam The Astronomical Journal.
Pada penelitian tersebut, ia percaya bahwa planet remaja juga memberitahukan lebih banyak tentang bagaimana Matahari berevolusi.
Zhou mengatakan bahwa hal ini kembali ke 4 miliar tahun dan Matahari sendiri akan berputar sama cepatnya dengan energinya. Planet remaja tersebut dapat memberikan jendela evolusi planet dan atmosfernya pada awal evolusi.
Hal ini mulai dari perilaku buruk dengan bintang-bintang yang mengorbit planet. Bintang seusia ini lebih aktif daripada yang sudah ada dalam beberapa waktu lalu.
Bintang-bintang tersebut lebih terkenal sebagai TOI 2076 dan TOI 1807. Keduanya baru berusia 200 juta tahun yakni kurang dari 5 persen usia matahari.
Selain itu, sering meletus dalam semburan Matahari. Planet TOI 2076 serta TOI 1807 ini merasakan semburan api hampir seperti tekanan.
T0I 1807 mengorbit bintangnya 22.000 kali lebih banyak. Hal ini lebih banyak dari Bumi mengorbit matahari. Sedangkan T0I 2076 terkena sinar UV 400 kali lebih banyak. Sebagai perbandingan, matahari berputar sekali setiap 24,5 hari, sementara bintang yang TESS temukan hidup lebih cepat.
Kedua bintang tersebut berotasi setiap 7-8 hari sekali. Hal ini hampir seperti perilaku hormonal yang lebih ekstrim. Kecuali benda di luar angkasa. Nah semakin cepat rotasinya, maka kian aktif bintangnya. Hal ini karena rotasi terhubung ke medan magnet bintang.
Sehingga memberinya energi TOI 2076 dan TOI 1807 hampir tak terbatas. Zhou mengungkapkan bahwa tak tahu dari mana T0I berasal serta sampai ke orbitnya saat ini, lantas menjadi menarik untuk dilakukan penelitian.
Di sekitar bintang yang lebih tua terkadang menemukan dunia berbatu pada orbit yang sangat dekat. Kemungkinan ada beberapa cara untuk membentuk planet ini dan memindahkannya dalam jangka waktu 200 juta tahun.
Baca Juga: Planet TIC 172900988b Ditemukan TESS di Sekitar Bintang Biner Kuno
Temuan TESS Mengenai Dua Bintang Muda
Dari temuan TESS juga turut andil memberikan pengetahuan terhadap Zhou dan timnya mengenai ukuran T0I 1807. Hal ini berarti ia memiliki setidaknya beberapa kemiripan atmosfer. Sesuatu yang hilang dari sebagian besar planet berbatu di orbit pendek pada sekitar bintang yang lebih tua.
Terdapat kemungkinan dalam mengamati T0I 1807. Hal ini seperti melihat kilas balik terkait planet yang dulu ketika planet jatuh ke orbitnya sekarang ini. Mengorbit terlalu dekat bintang, nantinya akan melucuti atmosfer planet. Bahkan akan terjadi radiasi.
T0I 2076 memiliki masalah karena beberapa planet seukuran Neptunus mengorbit dengannya. TOI 2076 dan TOI 1807 lebih banyak lagi yang akan terungkap ketika Teleskop Luar Angkasa James Web Meluncur akhir tahun ini. Hal ini untuk menyelidiki atmosfer planet untuk melihat apakah mereka terbuat dari bahan sama.
Mengetahui lebih banyak yang dapat mengungkapkan di mana mereka berasal dan lahir sebelum keluar. Zhou mengungkapkan bahwa mencari planet yang baru terbentuk di sekitar bintang muda lainnya dan lebih dekat bersama mesin waktu.
Kedua bintang mengalami suar bintang yang jauh lebih energik dan terjadi terlalu sering daripada yang Matahari hasilkan. Bintang-bintang tersebut menghasilkan sinar UV 10 kali lebih banyak daripada ketika mencapai usia Matahari.
T0I 2076 menampung tiga exoplanet transit masif, yakni T0I 2076 b, c, dan d. Planet terdalam T0I 2076b berukuran 3,3 kali ukuran Bumi dan mengelilingi bintang setiap 10,4 hari.
Dunia luar T0I 2076 c dan d berukuran 4,4 dan 4,1 kali lebih besar dari Bumi dengan orbit melebihi 17 hari. Penemuan sistem TOI 2076 dan TOI 1807 memberikan pemahaman mengenai tahap planet ekstrasurya remaja. (R10/HR Online)
Editor: Jujang