Spesifikasi laptop merah putih yang berasal dari Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan atau Permendikbud ini menjadi pembicaraan. Netizen tanah air sedang ramai di Instagram dan Twitter membahas laptop tersebut yang mempunyai harga Rp 10 Juta dari Zyrex, namun memiliki spesifikasi rendah.
Permendikbud dengan Nomor 5 Tahun 2021 tersebut mengenai aturan atau petunjuk operasional dana alokasi khusus fisik bidang pendidikan pada tahun ajaran 2021. Bahkan aturan ini terbit pada 10 Februari 2021 lalu.
Isi Spesifikasi Laptop Merah Putih dalam Aturan
Sebenarnya dalam aturan tersebut menyebutkan spesifikasi untuk pengadaan laptop untuk sekolah SD, SMP, SMA, SMK serta SKB memiliki spesifikasi yakni pertama dengan tipe prosesor core 2 dengan frekuensi lebih dari 1,1 GHz dan cache 1M.
Selanjutnya, laptop tersebut memiliki memori standar terpasang sebesar 4 GB DDR4 dan hard drive 32 GB. Sementara USB port dengan USB 3.0. Untuk networking laptop dengan WLAN adapter atau IEEE 802.11ac/b/g/n.
Baca Juga : Xiaomi RedmiBook 15 Laptop Terbaru di Indonesia, Ini Speknya
Sedangkan untuk tipe grafisnya adalah High Definition HD integrated dan audio juga integrated. Spesifikasi laptop merah putih tersebut memiliki monitor dengan luas 11 Inchi LED dengan daya laptop maksimum 50 watt.
Laptop ini menggunakan operating system chrome OS. Sementara device management harus melalui aktivasi terlebih dahulu setelah penyedia menjadi pemenang. Lalu, laptop tersebut memiliki masa garansi hingga 1 tahun.
Memang sebelumnya publik telah ramai membicarakan terkait spek dan harga dari laptop tersebut. Bahkan dengan kata kunci 32 GB pada laptop tersebut yang menjadi perdebatan.
Spesifikasi laptop merah putih hard drive yang tersemat pada laptop tersebut ternyata rendah dan hanya 32 GB. Dari hal tersebut sejumlah pengguna melontarkan keraguan, menurut mereka dengan harga Rp 10 Juta bahkan bisa mendapatkan spesifikasi yang lebih baik tentunya.
Kemudian, dalam Twitter ada yang menuliskan bahwa spesifikasi yang pemerintah beli, ChromeBook baru saja harganya tidak sampai 5 jutaan. Maka, ini terlalu besar selisihnya. Komentar lainnya juga semakin membanjiri twitter.
Penjelasan Kemendikbud Ristek Terkait Spesifikasi dan Harga
Bidang perencanaan Kemendikbud Ristek yakni M. Samsuri menjelaskan tidak tahu menahu terkait harga nominal Rp 10 Juta tersebut.
Tapi ia juga menambahkan bahwa harga laptop tersebut akan menyesuaikan proses pengadaan barang dan jasa nantinya.
Samsuri sendiri mengaku tidak mengetahui asal keluarnya harga dari spesifikasi laptop merah putih tersebut. Menurutnya yang menghitung seperti apa juga tidak tahu.
Baca Juga : Laptop Gaming Colorful X15-AT Telah Hadir, Ini Spesifikasi dan Harganya!
Namun dari hal tersebut ia menjelaskan bahwa harga sangat bergantung dalam proses pengadaan barang maupun jasanya.
Dari pihak Kementerian telah merilis spesifikasi laptop yang ada di Permendikbud tersebut dengan spesifikasi standar untuk pengadaan laptop ini.
Hal itu tentu tidak menutup kemungkinan akan ada tambahan spek laptop kembali yang berbeda. Maka jika ada yang ingin mengajukan spek lebih maka dipersilahkan.
Namun spesifikasi laptop merah putih tetap semuanya harus sesuai yang tertuang dalam Permendikbud No 5 tahun 2021 tersebut. Semakin jelas penjelasannya terkait pengadaan hingga Rp 10 Juta menurutnya laptop ini dengan spek tertentu dan tambahan pendukung lain pula.
Nah, dalam aturan pengadaan peralatan TIK bukan hanya laptop saja. Namun ada sejumlah perangkat pendukung yang tersedia proyektor, wireless router dan konektor.
Samsuri juga menjelaskan bahwa bukan hanya satu perusahaan saja yang nantinya ikut program. Tapi siapapun mereka, bisa. Selain itu juga memiliki sertifikat TKDN dan tidak melalui tender.
Ia juga mengatakan berdasarkan Informasi Ditjen Pendidikan Anak Usia Dini, pendidikan dasar, menengah, Kemendikbud Ristek bahwa harga per unitnya antara 5 juta hingga 6 jutaan.
Bukan Hanya Memakai Zyrex
Merk dan spesifikasi laptop merah putih yang dipakai adalah tidak hanya Zyrex saja, namun juga bisa dari vendor lainnya. Semua yang ada di e-katalog dapat turut berpartisipasi.
Selain itu ia juga meluruskan bahwa ada pemahaman yang salah tentang laptop merah putih tersebut. Padahal yang dimaksud adalah laptop yang akan diproduksi dalam negeri.
Merah putih tersebut istilahnya laptop yang sedang melalui pengembangan. Lalu, hal ini berbeda dengan yang sekarang proses pengadaan tersebut.
Hal ini adalah laptop pure inisiatif akan berkembang murni dari konsorsium riset perguruan tinggi terbaik. Produksi dan spesifikasi laptop merah putih ini untuk mendukung kemampuan anak-anak bangsa dalam memproduksi laptop tersebut. (R10/HR-Online)
Editor : Adi Karyanto