Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),- Penggunaan sekolah sebagai tempat isolasi terpusat pasien Covid-19 di 27 kecamatan, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat dianggap tidak efektif. Karena persiapan yang dilakukan harus sesuai dengan standar kesehatan.
Sarif Sutiarsa, ketua Komisi D DPRD Ciamis, ketika ditemui HR Online, Kamis, (29/7/2021), mengatakan, digunakannya sekolah sebagai tempat isolasi terpusat bagi warga yang terkena Covid-19, jelas akan membawa dampak kurang baik terhadap dunia pendidikan. Sementara sekolah ditutup dan sekarang malah dijadikan tempat isolasi.
“Setelah hampir dua tahun kegiatan sekolah ditutup akibat pandemi Covid-19. Sekarang malah ada 28 sekolah dijadikan tempat isolasi, meski sebagai jalan penanganan di Kabupaten Ciamis, tetap saja efeknya kurang baik,” ungkapnya.
Sarif melanjutkan, pihaknya juga setuju apabila pemerintah Kabupaten Ciamis melakukan inovasi penanganan Covid-19. Namun dalam pemilihan lokasi tempat isolasi harus sesuai dan tidak hanya di sekolah.
“Asrama Haji yang ada di komplek Islamic Center saja yang sudah dipersiapkan segala macamnya oleh Satgas Covid-19 Kabupaten Ciamis tidak termanfaatkan dengan baik sebagai tempat isolasi. Sekarang malah menggunakan sekolah,” jelasnya.
Orang Tua Ketakutan, Sekolah Anaknya Jadi Tempat Isolasi Terpusat
Sarif mempertanyakan, apakah pemerintah kabupaten maupun kecamatan sudah menyiapkan sekolah sesuai standar kesehatan sehingga layak bagi warga yang terpapar Covid-19.
“Memang dari pada tidak diisi kegiatan belajar mengajar, lebih baik dimanfaatkan, namun tidak juga sebagai tempat isolasi,” katanya.
Setelah beredar informasi sekolah akan dijadikan tempat isolasi terpusat, menurut Sarif, banyak orang tua siswa ketakutan. Orang tua khawatir, sekolah tempat anaknya belajar bekas tempat isolasi Covid-19.
“Tidak sedikit orang tua siswa menanyakan kepada kami terkait penggunaan sekolah menjadi lokasi tempat isolasi terpusat tingkat kecamatan. Takut nanti ketika digunakan kegiatan belajar timbul masalah baru,” katanya.
Sebab kata dia, untuk tempat isolasi terpusat harus layak tidak hanya menggunakan tempat saja. Salah satunya seperti adanya tempat tidur, hal tersebut demi memanusiakan manusia.
“Lalu dapur umum, apakah itu sudah dipersiapkan dengan baik oleh satgas kecamatan?” katanya.
Sarif menambahkan ia setuju terhadap pemerintah kabupaten Ciamis dalam penanganan Covid-19 ini, terutama keberadaan Satgas hingga tingkat RT.
“Kami juga berharap pandemi ini segera berakhir dan tidak menimbulkan permasalahan baru di kemudian hari dengan penggunaan sekolah sebagai tempat isolasi,” tandasnya. (ES/R7/HR-Online)