Berita Banjar, (harapanrakyat.com),- Pria yang tewas tersambar Kereta Api Turangga di Kota Banjar, Jawa Barat diduga depresi. Salah satu keluarga dari pria tersebut sempat menghadang korban untuk tidak pergi dari rumah.
Saat berusaha pergi, pria tersebut sempat dihadang ibu kandungnya yang bernama Yati (63). Namun, korban memaksa dan mendorong ibunya hingga terjatuh.
“Udah dipegang tangannya sampai tiga kali, terus bajunya juga ditarik sama ibu. Tapi malah berontak, ibu juga malah didorong sampai kaki berdarah,” kata Yati ibu kandung korban kepada awak media, Minggu (4/7/2021).
Baca Juga: Seorang Pria di Kota Banjar Tewas Tertabrak Kereta Api
Yati menuturkan, kondisi emosi anaknya itu seringkali berubah-ubah. Kadang baik dan kadang juga tidak sadar seperti yang telah terjadi sebelum ia meninggal dunia akibat tersambar kereta api Turangga.
“Kalau sama keluarga tidak ada masalah sama sekali,” singkatnya.
Selain itu, Haris juga diduga mengalami depresi karena memiliki penyakit lambung yang dideritanya.
“Anaknya kadang suka nggak sadar kayak gitu, karena punya riwayat penyakit lambung. Terus jarang makan kebanyakan minum kopi sama gadang,” paparnya.
Sementara itu, Kapolsek Banjar AKP. Rusdiyanto mengatakan, pria yang tewas tersambar kereta api mengalami luka sobek pada bagian kepala, patah tulang pinggang, dan patah tulang kaki bagian kiri.
“Setelah dievakuasi, diketahui korban mengalami beberapa luka yang cukup parah sehingga menyebabkan meninggal dunia,” kata Rusdiyanto.
Kendati demikian, peristiwa tersebut telah ditangani dan diidentifikasi oleh petugas kepolisian Resor Banjar.
“Anggota saat itu juga langsung datang ke lokasi. Pemeriksaan selanjutnya ditangani Polres Banjar,” pungkasnya. (Sandi/R7/HR-Online)
Editor: Ndu