Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),- Seorang pasien non Corona asal Ciamis, Jawa Barat, yang tengah membutuhkan dan mencari oksigen meninggal dunia pada hari Jumat (23/7/2021).
Sebelumnya, pasien tersebut sempat terlantar dan kepanasan di halaman parkir depan IGD Rumah Sakit Umum (RSU) Dadi Keluarga Ciamis, Jawa Barat, beberapa waktu lalu.
Diketahui pasien yang sempat terlantar tersebut bernama KH. Ahmad Bakri, warga Dusun Cihideung, Desa Utama, Kecamatan Cijeungjing, Kabupaten Ciamis.
Kronologis Pasien Non Corona Asal Ciamis Sebelum Meninggal Dunia
Salah seorang keluarga pasien non Corona yang meninggal dunia, Nurhidayat mengungkapkan, bahwa menurut tim medis yang memeriksa pasien mengharuskan mencari oksigen untuk membantu pernapasan.
“Awalnya almarhum diperiksa di rumah. Namun menurut medis yang memeriksa harus mendapatkan pertolongan oksigen,” ungkapnya kepada HR Online, Sabtu (24/7/2021).
Baca Juga : Pasien Non Covid-19 Terlantar di Parkiran, Ini Penjelasan RSU DK Ciamis
Sehingga dengan langkah ikhtiar, keluarga pasien mencoba terlebih dahulu datang ke Klinik Pa Iji, di Linggasari Kecamatan Ciamis.
Sesampainya di klinik tersebut, pasien non Corona ini diperiksa terlebih dahulu oleh tim medis. Saat pemeriksaan ternyata kadar saturasi oksigen dalam tubuh pasien di angka 86.
“Padahal, katanya, seharusnya angka normalnya 95 ke atas,” tutur Nurhidayat.
Namun karena pasokan atau stok oksigen sedang kosong, maka klinik tersebut menyarankan untuk membawa pasien ke RSU Dadi Keluarga atau RSU Al-Arif.
Mencoba terus berikhtiar, maka pihak keluarga datang ke RSU Dadi Keluarga dengan harapan pasien bisa mendapatkan perawatan atau pertolongan oksigen.
Namun, katanya, dari pihak perawat yang datang di IGD mengkonfirmasi bahwa stok oksigen di RS Dadi Keluarga terbatas. Adapun oksigen tersebut hanya untuk pasien terkonfirmasi positif Covid-19.
Mendengar informasi tersebut, pihak keluarga pasien non Corona ini berunding dengan pihak RS Dadi Keluarga. Akan tetapi jawabannya masih sama, bahwa stok oksigen terbatas, dan hanya untuk pasien terkonfirmasi positif Covid-19.
“Sehingga, kami dari pihak keluarga memutuskan untuk membawa pasien kembali ke rumah,” katanya.
Harapan Keluarga Pasien kepada Pemkab Ciamis
Lebih lanjut Nurhidayat menambahkan, bahwa pihak keluarga pasien ingin meluruskan bahwa almarhum memang tidak terlantar saat berada di RSU Dadi Keluarga.
“Kami hanya ingin meluruskan saja, agar tidak ada kesalahpahaman bahwa pasien memang tidak terlantar di RSU Dadi Keluarga,” katanya.
Namun, dengan adanya kejadian tersebut, Nurhidayat berharap kepada Pemkab Ciamis agar bisa mengevaluasi kembali pelayanan kesehatan rumah sakit. Terutama dari segi pelayanannya.
“Bilamana ada pasien yang memang harus mendapat bantuan, tolonglah bantu. Jangan sampai terjadi seperti kejadian yang menimpa almarhum,” harapnya.
Ia pun menyadari bahwa kondisi saat ini sedang masa pandemi Covid-19, sehingga pihaknya tidak menuntut apa-apa.
“Hanya bisa berdoa semoga almarhum husnul khatimah,” pungkasnya. (Fahmi/R5/HR-Online/Editor : Adi Karyanto)