Kamis, April 3, 2025
BerandaBerita TerbaruMengenal Apa Itu Fenomena Aphelion Bumi

Mengenal Apa Itu Fenomena Aphelion Bumi

Fenomena aphelion bumi baru saja terjadi kemrin Selasa 6 Juli 2021. Sebuah kejadian yang rutin terjadi, tapi tak banyak orang mengetahuinya.

Saat udara terasa semakin dingin pada banyak kota, bagi sebagian orang akan mengaitkannya dengan fenomena langka ini. Meskipun sangat jarang terjadi, sayangnya tak banyak yang membahas serta mengetahui dengan pasti.

Sebuah kondisi yang memang memiliki pengaruh pada kondisi di bumi, meskipun tak terlalu besar. Namun, hal tersebut menjadi fenomena yang terjadi hanya dalam waktu cukup sebentar.

Terkadang perubahan cuaca atau pun iklim di bumi bukan terjadi begitu saja. Terdapat pengaruh dari beberapa hal termasuk dengan posisi bumi di luar angkasa.

Bagi seorang ahli atau pun yang menyukai astronomi dan hal berkaitan dengan pergerakan benda-benda luar angkasa, fenomena ini sangat dinanti. Tak sering terjadi juga tak banyak media yang membahasnya.

Apalagi saat pandemi, lebih banyak orang berfokus pada apa yang tengah terjadi. Apalagi kondisi yang memicu perubahan ekonomi, hingga kejadian alam seperti ini tak terlalu menjadi perhatian.

Sebuah fenomena yang sesungguhnya memiliki pengaruh terhadap kondisi di bumi saat ini. Meskipun udara dingin yang terasa saat ini merupakan akibat dari pergerakan angin yang sangat kencang.

Fenomena aphelion bumi menjadi sebuah hal menarik untuk Anda pelajari lebih dalam lagi. Sebuah hal menarik yang dapat Anda pelajari serta mengetahui termasuk dari kebalikannya.

Baca juga: Lubang Hitam The Unicorn, Terdekat dengan Bumi

Semua hal yang terjadi di alam serta luar angkasa dapat Anda pelajari dan pahami dengan bantuan teknologi yang ada. Akan ada jawaban logis untuk semua kejadian yang terjadi di bumi.

Sebuah fenomena yang ramai menjadi perbincangan pada banyak media sosial juga berita. Bahkan menjadi trending topik pada banyak negara apalagi saat cuaca terasa ekstrim.

Apa Itu Fenomena Aphelion Bumi?

Merupakan fenomena atau kondisi bumi berada dalam jarak terjauhnya dari matahari yaitu 152.100.527 kilometer. Sebuah kejadian yang merupakan kondisi saat matahari kan terlihat lebih jauh dari biasanya.

Kejadian ini merupakan kebalikan dari yang terjadi pada 2 Januari 2021 lalu. Yaitu saat bumi berada pada jarak terdekatnya dengan matahari.

Ada pun jarak terdekat bumi dengan matahari adalah 147.093.163 kilometer. Fenomena ini terjadi berdasarkan hasil pengamatan oleh ahli dari BMKG Indonesia.

Perihelion adalah sebutan atau nama untuk fenomena jarak terdekat bumi dengan matahari. Sebuah kondisi yang akan memperlihatkan bentuk matahari berbeda dari pandangan di bumi.

Sesuai dengan arti atau penjelasan dari aphelion sebagai jarak terjauh, maka matahari akan terlihat lebih kecil dari biasanya. Perbandingan yang terjadi dengan waktu lainnya dalam satu tahun.

Meskipun begitu bumi akan menyelesaikan revolusi mengelilingi matahari yang bentuknya tak lagi sempurna. Biasanya bentuk lintasan bumi berkeliling adalah lingkaran penuh, pada fenomena ini tidak lagi.

Baca juga: Asteroid GW4 2021 Seukuran Mobil Mendekati Bumi

Kedua istilah dalam perputaran bumi ke matrahari memang terasa asing bagi sebagian besar masyarakat. Aphelion dan perihelion merupakan fenomena bumi yang terjadi karena adanya perubahan bentuk lintasan.

Sebuah kejadian di luar angkasa, akan tetapi menarik untuk Anda amati dan ketahui terutama dengan kaitan suhu dingin saat ini. Banyaka masyarakat yang mengaitkan kondisi dingin dengan fenomena aphelion.

Padahal ada penjelasan mengenai dampak serta hubungan kejadian luar biasa tersebut dengan cuaca atau pun udara dingin yang Anda rasakan. Anda pasti penasaran dengan iklim atau suhu yang terasa lebih ekstrim dari pada biasanya.

Dampak Dari Fenomena Aphelion Bumi

Fenomena yang terjadi setiap bulan juli ini tentunya menjadi kesempatan terutama para ahli untuk mengetahui lebih banyak mengenai pergerakan bumi. Bukan itu saja, dampak kejadian tersebut terhadap kondisi bumi dapat Anda ketahui juga.

Dalam setiap kerjadian atau fenomena bumi terhadap benda luar angkasa lainnya tentu memiliki dampak. Baik itu dampak secara langsung maupun yang dalam beberapa tahun kemudian baru terasa.

Pada posisi normal atau bumi mengitari pada porosnya, maka radiasi matahari terasa seperti hari lainnya. Berbeda jika terjadi aphelion, Anda pun akan merasakan sebuah perbedaan.

Pada kondisi tersebut, radiasi matahari berada pada titik terkecil atau sedikit dari pada normalnya. Selain itu tekanan udara pun terasa lebih rendah untuk belahan bumi bagian utara.

Sehingga angin akan bertiup dari selatan ke utara, dari Australia yang tengah mengalami musim dingin. Begitu pula dengan udara dingin yang terasa di Pulau Jawa, Bali juga Nusa Temnggara pada bagian Selatan Khatulistiwa.

Baca juga: Petir Picu Kehidupan Awal di Bumi, Jumlah Sambaran Petir yang Jutaan

Anda pasti merasakan udara lebih dingin dalam beberapa hari ini dari pada sebelumnya. Hal tersebut karena arah angin serta tekanan udara yang merupakan dampak dari aphelion.

Udara dingin ini akan berlangsung hingga bulan agustus, hal tersebut selain karena posisi bumi juga bias aterjadi saat musim kemarau. Apalagi tutupan awan yang sedikit semakin membuat lebih dingin.

Meskipun bumi berada pada titik terjauh dari matahari, tak terlalu berpengaruh pada panas yang ada. Hal tersebut karena panas dari matahari akan tersalurkan secara signifikan ke seluruh bumi.

Fenomena aphelion bumi yang baru saja terjadi memang memiliki dampak terutama pada udara atau cuaca. Namun, besarnya dampak tersebut tak terlalu besar karena berbarengan dengan musim kemarau serta arah angin.

Mengapa Bisa Terjadi Aphelion

Fenomena yang rutin terjadi setiap bulan juli ini tak terlalu banyak yang mengetahuinya. Begitu pula dengan kondisi bumi pada jarak terdekat yaitu perihelion.

Fenomena aphelion bumi kali ini terjadi pada tanggal 6 Juli 2021 kemarin. Saat bumi berada pada jarak terjauhnya dari matahari.

Hal tersebut terjadi bukan tanpa sebab, akan tetapi dapat terukur dan terprediksi sebelumnya. Tanggal terjadinya pun dapat dengan pasti terprediksi meskipun berubah atau bergeser sedikit demi sedikit.

Perubahan waktu terjadinya aphelion maupun perihelion berpengaruh pula pada musim yang ada di bumi. Seperti pada tahun 1248 saat aphelion terjadi pada 15 Juni kalender julian.

Begitu pula dengan perihelion yang terjadi pada 15 desember kalender Julian. Hal tersebut membuat bergesernya musim gugur, dingin, semi juga panas saat itu.

Fenomena aphelion ini terjadi sesungguhnya karena berubahnya lintasan bumi pada matahari. Meskipun lintasan hanya sedikit berubah, akan tetapi besar pengaruhnya.

Jika biasanya orbit bumi berbentuk lingkaran sempurna, maka tidak pada fenomena ini. Aphelion terjadi karena bumi tidak melingkar secara sempurna, kali ini berbentuk elips.

Fenomena aphelion bumi ke matahari menjadi hal menarik untuk Anda amati. Karena kali ini lintasan yang berbentuk 1/60 kelonjongan, menjadikannya jarak terjauh.

Meskipun udara dingin yang terasa karena arah angin, akan tetapi terdapat pengaruh awal dari fenomena ini. Meskipun kali ini bertepatan dengan datangnya musim kemarau, yang umumnya cuaca terasa lebih dingin.

Sebuah fenomena yang rutin terjadi setiap tahunnya, hanya tanggal atau pun hari saja yang berubah. Sebuah kejadian mengenai evolusi bumi terhadap matahari di luar angkasa yang menarik untuk Anda ketahui. (R10/HR-Online)

Tanah Milik Pemkab Ciamis di Desa Bangbayang Terlantar, Warga Inisiatif Bersihkan

Tanah Milik Pemkab Ciamis di Desa Bangbayang Terlantar, Warga Inisiatif Bersihkan

harapanrakyat.com,- Tanah milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ciamis yang terletak di Desa Bangbayang, Kecamatan Cipaku, Jawa Barat, terlihat tidak terawat. Rerumputan dan ilalang tumbuh liar,...
Longsor Tutup Jalan Desa di Langkaplancar Pangandaran

Longsor Tutup Jalan Desa di Langkaplancar Pangandaran

harapanrakyat.com,- Hujan deras yang terjadi pada Rabu (2/4/2025) sore hingga malam hari mengakibatkan longsor di beberapa titik di Dusun Cigorowek, Desa Pangkalan, Kecamatan Langkaplancar,...
Jalur selatan Garut padat sejak pagi

Jalur Selatan Garut Padat Sejak Pagi, Arus Wisata dan Arus Balik Mendominasi

harapanrakyat.com,- Jalur selatan Garut, Jawa Barat, kembali padat oleh kendaraan sejak pagi, Kamis (3/4/2025). Kendaraan yang mengarah ke arus wisata dan sebagian arus balik...
anak disabilitas tertinggal di Sumedang

Orang Tuanya Panik Kejar Tas dalam Bus, Anak Disabilitas Tertinggal di Sumedang

harapanrakyat.com,- Seorang anak perempuan penyandang disabilitas bernama Alula Wafa Salsabila (8) tertinggal orang tuanya usai turun dari bus angkutan balik lebaran di Bundaran Binokasih,...
Wisatawan asal Bandung yang hilang di Pantai Pangandaran ditemukan meninggal dunia

Wisatawan Asal Bandung yang Hilang di Pantai Pangandaran Ditemukan Meninggal

harapanrakyat.com - Wisatawan asal Bandung yang hilang di pos 4 Pantai Barat Pangandaran bernama Suhendar, akhirnya ditemukan dalam keadaan meninggal dunia Kamis (3/4/2025). Tim...
Sungai Citalahab di Kertahayu

Sungai Citalahab di Kertahayu Ciamis Meluap, Satu Keluarga Terjebak Banjir

harapanrakyat.com,- Sungai Citalahab di Kertahayu, Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, meluap, relawan Sigab Persis Ciamis lakukan evakuasi satu keluarga yang terjebak banjir di...