Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),- Pemkab Pangandaran, Jawa Barat, mengimbau apotek ataupun toko obat agar menjual obat dan alkes (alat kesehatan) berdasarkan HET atau harga eceran tertinggi.
Tuti Perwitasari Kasi Kefarmasian dan Alat Kesehatan Dinas Kesehatan Pangandaran membenarkan hal itu, Rabu (21/7/2021).
“Apotek wajib mematuhi aturan penjualan berdasarkan HET baik itu obat dan alkes,” ujar Tuti.
Baca Juga: RSUD Pandega Pangandaran Butuh 80 Tabung Oksigen Per Hari
Pihaknya pun saat ini sudah melakukan monitoring ke apotek yang ada di Pangandaran.
Pantauan tersebut untuk memastikan apakah apotek menjual harga obat dan alkes sesuai HET atau tidak.
“Kita lakukan monitoring ini agar tidak terjadi penggelembungan harga selama pandemi Covid-19,” katanya.
Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, apotek menjual obat dan alat kesehatan masih tergolong normal. Termasuk ketersediaan multivitamin masih aman.
“Hanya ada beberapa jenis obat yang sekarang stoknya berkurang,” ungkapnya.
Obat yang saat ini nyaris berkurang yakni oseltamivir (anti virus) dan juga anti biotik jenis azitromisin.
“Selain itu, ketersediaan oksigen di apotek juga kurang,” jelas Tuti.
Sementara itu untuk ketersediaan alat kesehatan seperti masker masih relatif aman.
“Yang saat ini kurang adalah sarung tangan medis dan juga hazmat,” ucapnya.
Tuti menambahkan, pihaknya akan memberikan sanksi tegas bagi apotek atau toko obat yang menjual obat dan alkes di atas HET (harga eceran tertinggi).
“Untuk HET dari Kementerian Kesehatan sudah kita sebar ke setiap apotek dan toko obat,” pungkas Tuti. (Ceng2/R8/HR Online)
Editor: Jujang