Berita Banjar, (harapanrakyat.com),- Sejumlah wilayah terdampak kekeringan di Kota Banjar, Jawa Barat, kembali mendapat kiriman air bersih dari BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Kota Banjar.
Memasuki musim kemarau, sejumlah wilayah di Kota Banjar terdampak kekeringan. Pihak BPBD pun sudah beberapa kali menerima laporan dari sejumlah desa yang wilayahnya mengalami kesulitan air bersih.
Wilayah terdampak kekeringan di Kota Banjar salah satunya Dusun Cilengkong, Desa Neglasari, Kecamatan Banjar, Kota Banjar. Kali ini tim petugas BPBD menyalurkan bantuan air bersih ke wilayah tersebut karena terdapat dua RT yang mengalami krisis air bersih.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Banjar, Kusnadi mengatakan, dua RT yang mengalami kesulitan air bersih itu meliputi RT. 14 dan RT. 16, RW. 08.
Adapun, jumlah air bersih yang disalurkan sebanyak satu mobil tangki atau 4.000 liter dengan jumlah KK yang membutuhkan sebanyak 66 KK.
“Sekarang sudah mulai musim kemarau, dan hari ini kami mendistribusikan air bersih sebanyak 4 ribu liter ke wilayah terdampak kekeringan,” kata Kusnadi kepada HR Online, Rabu (09/06/2021).
Baca Juga : BPBD Kota Banjar Siaga Kemarau, Ingatkan Potensi Krisis Air Bersih
BPBD Kota Banjar Terima Laporan Sejumlah Wilayah Kekeringan
Selain Desa Neglasari, lanjutnya, sejauh ini pihak BPBD Kota Banjar sudah beberapa kali menerima laporan dari sejumlah desa yang wilayahnya mulai kesulitan air bersih dampak dari musim kemarau.
Sebagai tindak lanjut dan kesiapsiagaan, tim petugas BPBD Kota Banjar juga telah melakukan pendistribusian air bersih ke wilayah terdampak kekeringan lainnya. Seperti Dusun Priagung, Desa Binangun, Kecamatan Pataruman.
“Sementara ini baru dua desa yang melapor meminta dikirim air bersih. Kami juga terus melakukan pemetaan daerah berpotensi terdampak kekeringan,” kata Kusnadi.
Sedangkan, terkait pasokan air bersih, pihak BPBD bekerjasama dengan PT Perumda Tirta Anom Kota Banjar. Kusnadi memastikan hingga saat ini ketersediaan pasokan air bersih masih aman.
Pihaknya pun mengimbau kepada warga masyarakat agar menghemat penggunaan air bersih saat memasuki musim kemarau ini. Serta membuat tempat penampungan cadangan untuk menambah ketersediaan air ketika ada pendistribusian bantuan air bersih.
“Memasuki musim kemarau ini kita harus mulai hemat air. Apalagi berdasarkan prediksi BMKG bahwa puncak musim kemarau baru akan terjadi pada bulan Agustus mendatang,” pungkasnya. (Muhlisin/R3/HR-Online)
Editor : Eva Latifah