Berita Banjar, (harapanrakyat.com),- Warga satu RT di Kota Banjar, Jawa Barat, terkonfirmasi positif Covid-19, usai menghadiri acara hajatan yang berlangsung di Desa Rejasari belum lama ini.
Saat ini lingkungan RT tersebut menjadi klaster baru penyebaran Covid-19.
Bahkan, sebanyak 21 orang termasuk keluarga yang mengadakan acara hajatan dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19 berdasarkan pemeriksaan polymerase chain reaction (PCR).
Pelaksana Satgas Dinas Kesehatan Kota Banjar, dr. Agus Budiana, membenarkan warga satu RT di Desa Rejasari positif virus corona.
Awalnya kata Agus, usai acara hajatan tersebut terdapat salah seorang warga yang terkonfirmasi positif Covid-19.
Kemudian, petugas melakukan tracking dan pemeriksaan swab test kepada pihak keluarga yang mengadakan acara hajatan.
“Ternyata ada 4 orang dari keluarga tersebut juga terkonfirmasi positif Covid-19,” ujar Agus Rabu (16/6/2021).
Baca Juga: Jubir Satgas Kota Banjar Minta Desa/Kelurahan Maksimalkan Isoman
Selanjutnya, petugas melakukan tracking kepada warga yang pernah kontak erat dengan mereka yang positif Covid-19.
“Pada hari ini hasil swab mereka keluar. Hasilnya sebanyak 14 orang terkonfirmasi positif berdasarkan pemeriksaan swab menggunakan PCR,” katanya.
Lanjut Agus, dari jumlah 21 orang yang terkonfirmasi positif Covid-19 klaster hajatan tersebut, sebanyak 12 orang merupakan warga di lingkungan satu RT yang sama.
Saat ini, tim petugas sudah melakukan tracking lanjutan dan warga yang terkonfirmasi positif Covid-19 untuk menjalani isolasi mandiri karena hampir kebanyakan pasien positif tanpa gejala dan gejala ringan.
“Mereka semua menjalani isolasi mandiri. Adapun untuk pembatasan wilayah di lingkungan tersebut itu kewenangan tim Satgas,” terang Agus Budiana.
Warga Kota Banjar Positif Covid-19 Bertambah 41
Terpisah Juru Bicara Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Banjar, Agus Nugraha, mengatakan, berdasarkan data rekap insiden penambanan kasus untuk hari ini, terjadi penambahan lagi kasus warga terkonfirmasi positif corona sebanyak 41 orang.
Penambahan tersebut, lanjutnya, berasal Desa Rejasari sebanyak 16 kasus, Kelurahan Mekarsari 11 kasus, Desa Binangun 4 kasus.
Sementara itu, Kelurahan Banjar 4 kasus, Kelurahan Hergarsari 3 kasus dan Kelurahan Pataruman juga 3 kasus.
“Penambahan itu sebagian berawal dari pasien suspek, pengembangan kasus kontak erat klaster keluarga dan klaster hajatan,” terang Agus.
Agus menambahkan, terkait perlunya pembatasan lokal atau lockdown di lingkungan satu RT yang terkonfirmasi positif imbas adanya penyebaran virus dari klaster hajatan pihaknya menyarankan kepada tim Satgas agar dilakukan pembatasan.
“Harus dilakukan pembatasan agar kluster penyebarannya tidak semakin meluas dan penambahan kasusnya bisa dikendalikan,” katanya. (Muhlisin/R8/HR Online/Editor: Jujang)