Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),- Puluhan mahasiswa Pangandaran yang melakukan aksi di gedung DPRD menyoroti pembelian mobil dinas di tengah pandemi, Senin (7/6/2021).
Ketua PMII Pangandaran, Yusuf Sidik, mengatakan, pihaknya menyayangkan hal itu di saat situasi masih pandemi covid-19 dan juga program Pangandaran Hebat perlu kejelasan.
“Kami menilai pengadaan kendaraan dinas sebanyak 7 unit itu tidak rasional karena sektor pendidikan sekarang sedang menangis. Padahal ini yang menjadi prioritas utama dalam pelayanan dasar pemerintah,” tegasnya.
baca juga: Aliansi Mahasiswa Demo di DPRD Tuntut Program Pangandaran Hebat Transparan
Sehingga, sambung Yusuf, pihaknya sangat menyesalkan karena seharusnya permasalahan pendidikan harus diutamakan sampai tuntas.
Karena itu, pembelian mobil dinas yang bersumber dari anggaran daerah yang dulu rencananya oleh DPRD ini tidak masuk logika para mahasiswa dan membuat mereka kecewa.
Sebelumnya, massa aksi dari Almasa melakukan demonstrasi di DPRD menuntut sejumlah poin terkait kejelasan program Pangandaran Hebat (Pahe).
Mereka bersikeras menemui Ketua DPRD, namun yang menerima justru Komisi I karena pimpinannya sedang sakit.
Akibatnya, dalam aksi tersebut sempat terjadi ketegangan antaran demonstran dengan aparat keamanan. Lantaran keinginannya tidak terpenuhi, akhirnya mereka membubarkan diri. (Mad/R6/HR-Online)