Berita Banjar, (harapanrakyat.com),- Terkait kasus keracunan 5 warga Kelurahan Pataruman, Kota Banjar, Jawa Barat, petugas dari Dinkes Kota Banjar sampaikan hasil laboratorium kepada pedagang bubur ayam, Kamis (24/6/2021).
Hal tersebut merujuk pada hasil pemeriksaan mikrobiologi yang menunjukkan adanya beberapa bahan makanan yang mengandung bakteri.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjar dr. Andi Bastian melalui Kasi Kesling, Kesorga, Rusyono menyebutkan, pedagang bubur ayam tersebut dapat berjualan kembali.
“Hari ini kita sampaikan hasil pemeriksaan sembilan sampel makanan yang diduga menjadi penyebab keracunan warga Pataruman,” kata Kasi Kesling, Kesorga Dinkes Kota Banjar Rusyono.
Lanjut Rusyono, pedagang bubur ayam tersebut dapat kembali berjualan, asalkan menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS). Dengan tujuan agar makanan yang disajikan dalam keadaan higienis.
“Bisa berjualan lagi, yang terpenting harus menerapkan pola hidup bersih dan sehat. Minimal dalam penyajian tangan dan peralatan harus bersih,” paparnya.
Sementara itu, penjual bubur ayam Aep mengatakan, ke depannya ia berjanji akan memperbaiki kesehatan dalam penyajian makanan yang akan disajikan kepada pembeli.
“Kedepannya saya siap untuk memperbaiki kebersihan dan juga kesehatan dalam penyajian makanan yang akan disajikan kepada pembeli,” pungkasnya. (Sandi/R7/HR-Online)
Editor: Ndu