Berita Jabar (Harapanrakyat.com),- Dalam mengantisipasi terjadinya lonjakan Covid-19, Pemprov Jabar melalui BUMD PT Jasa Medivest menambah kendaraan pengangkut limbah medis agar tertangani dengan baik dan optimal.
Olivia Allan Direktur PT Jasa Medivest mengatakan dalam menghadapi lonjakan kasus pandemi Covid-19 ini pihaknya kedepankan transporter internal. Total ada 12 armada pengangkut limbah medis.
“Pada bulan Mei 2021 kemarin kita tambah kendaraan pengangkut limbah medis. Semuanya telah memilki izin mengangkut limbah medis atau limbah B3 dari sejumlah fasyankes,” ujar Olivia.
PT zJasa Medivest melakukan penanganan limbah medis secara aman terhadap lingkungan. Pemusnahannya menggunakan insinerator dengan teknologi “Stepped Heart Controlled Air” yakni dua proses pembakaran pada susu 1.000 sampai 1.200 derajat Celcius. Lengkap dengan alat kontrol polusi udara.
Mesin pembakarannya dapat menetralkan emisi gas buang mulai dari acid gas, organic compoud, dioxin, furan, CO dan partikel-partikel. Gas buang memenuhi parameter standar baku emisi internasional.
Sepanjang tahun 2020, kendaraan pengangkut limbah medis PT Jasa Medivest telah mengangkut 7330 ton limbah Covid-19. Sementara pada Januari-Mei 2021 sudah menangani sebanyak 337,7 ton limbah.
Penanganan limbah bukan hanya dari Jabar saja tapi juga beberapa provinsi lainnya, yakni Maluku, DKI Jakarta, Jateng, Jatim, Sumatera Barat, NTB, Jambi, Yogyakarta dan Bali.
“Kami pastikan limbah Covid-19 jadi prioritas yang pemusnahannya menggunakan dua mesin insinerasi, yang juga ramah lingkungan. Pengelolaan residu hasil pembakarannya sampai kepada pengelola sanitary landfill.tercata pada neraca limbah dan melaporkannya ke Kementerian Lingkungan Hidup,” katanya.
PT Jasa Medivest berkomitmen menangani limbah Covid-19. Petugas memakai APD lalu menyemprot dengan desinfektan limbah pada TPS Fasyankes. Selanjutnya membawanya menggunakan kendaraan pengangkut limbah medis ke Plant Dawuan. (R9/HR-Online)