Berita Banjar, (harapanrakyat.com),- Jubir Satgas Kota Banjar, Jawa Barat, H. Agus Nugraha, meminta kepada pihak pemerintah/kelurahan agar memaksimalkan tempat isolasi terpadu bagi warga positif Covid-19.
Hal itu seiring dengan meningkatnya kembali kasus positif Covid-19 yang terjadi di Kota Banjar akhir-akhir ini. Oleh karena itu, perlu adanya penanganan maksimal bagi isolasi terpadu tingkat desa/kelurahan.
Karena, lanjut Agus, pihak Satgas sampai saat ini tidak membuat tempat isolasi terpusat lantaran terkendala anggaran penanganan yang memang terbatas.
Selain itu, dari penambanan kasus yang terjadi akhir-akhir ini, hampir kebanyakan berasal dari pengembangan kasus kontak erat dan kluster keluarga. Sehingga perlu penanganan dari tingkat bawah.
“Sesuai regulasi yang ada saat ini, untuk tempat isolasi terpusat itu di desa/kelurahan. Kalau tempat khusus belum ada karena keterbatasan anggaran,” terang Agus kepada HR Online, Senin (14/06/2021).
Sebagai upaya pencegahan meningkatnya kasus positif dari kluster keluarga, Jubir Satgas Kota Banjar juga mengingatkan kepada semua pihak agar selalu waspada. Serta meningkatkan kedisiplinan di lingkungannya masing-masing.
Apalagi sekarang ini jumlah penambanannya cukup signifikan, Bahkan untuk kasus konfirmasi aktif sudah mencapai 138 kasus, dengan jumlah pasien yang menjalani isolasi mandiri sebanyak 128 orang.
“Lonjakan kasusnya cukup tinggi. Kami harap desa maupun kelurahan memaksimalkan upaya penanganan, dan menjadikan tempat isolasi terpadu untuk pasien positif,” kata Agus Nugraha, Jubir Satgas Kota Banjar.
Berbagai Faktor Kasus Positif di Kota Banjar Meningkat
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjar, dr. Andi Bastian mengatakan, pihaknya menduga meningkatnya kasus positif yang terjadi saat ini karena berbagai faktor. Seperti efek libur panjang, kendornya penerapan protokol kesehatan, serta mobilitas tinggi ke daerah zona merah.
Menurutnya, kenaikan kasus positif tersebut bukan hanya terjadi di Kota Banjar saja, tetapi juga di berbagai daerah lain yang terjadi dalam kurun waktu 3 minggu terakhir ini.
“Penambanan itu sejalan dengan kenaikan angka kasus positif di provinsi. Juga kenaikan tajam tingkat nasional dalam kurun waktu 3 minggu terakhir,” terang dr. Andi Bastian.
Sedangkan, terkait perlunya tempat isolasi terpadu untuk efektivitas penanganan pasien positif yang tengah menjalani isolasi mandiri. Menurutnya saat ini perawatan untuk penanganan pasien positif di RSUD Banjar dan RS Asih Husada masih mencukupi.
Namun demikian, tidak menutup kemungkinan apabila suatu saat perlu adanya efektivitas penanganan. Sehingga perlu dibuatkan tempat tambahan lainnya, atau menyesuaikan dengan kebutuhan.
“Tergantung kebutuhan. Bisa rumah isolasi tiap desa/kelurahan, bisa juga terpusat. Kita lihat pembatasan yang akan dilaksanakan besok serentak di 34 provinsi,” pungkas dr. Andi Bastian. (Muhlisin/R3/HR-Online)
Editor : Eva Latifah