Gugusan bintang terbuka NGC 2516 mempunyai radius pasang surut klasik 10 parsec atau 33 tahun cahaya. Sebuah cluster terbuka muda memiliki lingkaran cahaya bintang yang membentang 500 parsec atau 1.600 tahun cahaya. Hal tersebut berdasarkan penelitian terbaru para astronom dari Universitas Princeton.
Studi Menunjukkan Gugusan Bintang Terbuka NGC 2516
NGC 2516 merupakan gugus bintang terbuka yang berada 1.217 tahun cahaya di konstelasi selatan Carina. Gugus bintang tersebut juga dikenal sebagai Caldwell 96, sarang lebah selatan dan sprinter. Penemunya adalah astronom dari Prancis Nicolas-Louis de Lacaille pada tahun 1750-an.
Luke Bouma, seorang mahasiswa pascasarjana dari Universitas Princeton mengatakan jika telah melakukan analisis data terbaru dari misi Gaia ESA. Kemudian melaporkan keberadaan populasi bintang menyebar di sekitar gugus terbuka di dekatnya.
Melansir sci-news.com, sangat penting untuk melakukan verifikasi lingkaran cahaya, ekor, dan string pada usianya. Lalu mengenai komposisi yang sama dengan bintang di bagian cluster lebih padat.
Baca Juga: Penemuan Fosfor di Gugusan Bintang, Apa Benar Akan Ada Kehidupan?
Rotasi Bintang
Boume bersama tim memakai data dari Transiting Exoplanet Survey Satellite (TESS) NASA. Tujuannya untuk mengukur secara tepat tingkat rotasi bintang. Gaia menugaskan hal tersebut ke gugusan bintang terbuka NGC 2516.
Para peneliti menunjukkan jika terdapat banyak bintang dengan massa yang sama. Kemudian seluruhnya berputar pada kecepatan yang sama pula, bahkan dekat. Gugus bintang tersebut lahir dari pembibitan bintang yang sama.
Lebih mengejutkan lagi, tim telah mengkonfirmasi Gaia. Kemudian telah mengukur posisi dan pergerakan bintang dengan tepat. Hal tersebut ibarat telah menemukan jarum di tumpukan jerami Bima Sakti.
Bintang Bergerak
Gaia mampu mengidentifikasi semua bintang bergerak ke arah yang sama. Kemudian untuk kecepatannya juga sama. Tim dapat memverifikasi hal tersebut dengan data TESS melalui teknik gyro chronological.
Keberadaan aliran bintang besar sebenarnya tidak terlalu mengejutkan dalam retrospeksi. Satu interpretasi jika sebuah gugusan bintang terbuka NGC 2516 dimulai sebagai rumpun yang mengembang seiring berjalannya waktu.
Setelah itu, membentuk ekor pasang surut. Kemudian membentang di depan dan belakangnya. Implikasi yang lebih luas lagi adalah jika terdapat cluster terbuka besar lainnya.
Bagian yang terlihat dari cluster, di mana dengan mudah dapat melihat bintang-bintang berdekatan. Kemungkinan hanya sebagian kecil dari aliran yang jauh lebih besar.
Baca Juga: Kemunculan Bintang Tsurayya Akhiri Corona, Benarkah Terjadi?
Stellar Berputar di Cluster Terbuka NGC 2516
Mengukur distribusi orientasi sumbu putaran bintang untuk menyelidiki proses fisik yang mendasari pembentukan bintang. Untuk menentukan keselarasan putaran di antara bintang-bintangnya, perlu pengamatan spektrofotometri terhadap gugusan bintang terbuka NGC 2516.
Untuk survey, para tim menggabungkan kurva cahaya TESS, magnitudo bintang pita lebar dari beberapa survei dan spektroskopi dengan basis darat dari survei Gaia-ESO dan GALAH. Selain itu, astrometri Gaia untuk mengukur 33 kemiringan bintang serta menghitung rotasi cluster secara keseluruhan.
Pengukuran terhadap putaran bintang di cluster ini berorientasi isotropis. Sedangkan kemungkinan cluster tersebut cukup selaras. Pasalnya, distribusi isotropik putaran NGC 2516 menyiratkan lingkungan pembentuk bintang. Di mana turbulensi akan mendominasi gerakan yang teratur.
Di sisi lain, distribusi yang cukup selaras menunjukkan kontribusi lebih besar pada rotasi. Selain itu, tim juga melakukan analisis tiga dimensi dari kinematika internal cluster. Namun tidak menemukan tanda-tanda yang signifikan dari rotasi keseluruhan.
Bersumber dari analisis ini, tim mengidentifikasi bukti kontraksi klaster. Menunjukkan kemungkinan segregasi massal sedang berlangsung di gugusan bintang terbuka NGC 2516.
Konstelasi Carina
Gugus Theta di konstelasi Carina dapat terlihat dengan mata telanjang dan berisi sekitar 60 bintang. Sementara NGC 2516 mempunyai sekitar seratus iluminasi.
Objek yang paling terlihat adalah 2 raksasa merah dan 3 bintang biner. Gugus-gugus tersebut dapat terlihat dengan jelas. Bahkan tanpa bantuan teleskop yang diberi nama Diamond.
Bima Sakti melewati bagian barat laut Carina. Sehingga rasi bintang itu sendiri terlihat seperti gugusan kacau. Tidak mempunyai bentuk geometris yang pasti.
Namun di dalamnya ada asterisme dengan susunan objek yang tersusun. Posisi Carina di langit terhadap cakrawala sepanjang tahun bervariasi.
Rasi bintang akan mencapai titik tertinggi saat musim dingin. Kemudian terlihat sepenuhnya pada malam hari. Sedangkan saat musim panas tenggelam sangat rendah, sebagian di luar cakrawala sampai lewat tengah malam.
Pada 37 derajat lintang selatan, gugusan bintang terbuka NGC 2516 tidak pernah bersembunyi. NGC 2516 juga mendapat sebutan gugus berlian. (R10/HR Online)
Editor: Jujang