Berita Banjar, (harapanrakyat.com),- Dampak aksi pedagang tahu tempe di Kota Banjar, Jawa Barat, membuat penjual daging ayam sepi pembeli. Aksi tersebut akibat harga kedelai yang melambung tinggi, sehingga para pedagang tahu tempe melakukan mogok massal selama dua hari.
Namun, aksi mogok massal pedagang tahu tempe ternyata berdampak terhadap para pedagang daging ayam di Pasar Kota Banjar.
Hal itu diungkapkan Atih, salah seorang pedagang daging ayam di Pasar Banjar kepada HR Online, Senin (07/06/2021).
“Ya sepi gini, nggak seperti biasanya. Jadi mau tidak mau pedagang daging ayam juga kena dampaknya,” ungkap Atih.
Baca Juga : Dampak Pandemi Bagi Pedagang di Pasar Banjar, Tak Berani Stok Barang
Ia juga menjelaskan, pedagang daging ayam ikut terkena dampaknya lantaran daging ayam dan tahu tempe merupakan menu yang biasa tersaji pada rumah makan lesehan, maupun penjual goreng ayam.
“Karena daging ayam juga biasanya pasangan dengan tahu tempe. Makanya penjualan ke kita juga lumayan berkurang,” kata Atih.
Ia merasakan kalau penjualan daging ayam miliknya berkurang sekitar 30 persen dari biasanya. Sedangkan, untuk harga daging ayam masih stabil.
Pedagang daging ayam lainnya, Tasya menambahkan, dampak aksi mogok pedagang tahu tempe untuk tidak berjualan membuat pasar jadi sepi pembeli.
“Kalau saya omset masih stabil, cuma telat dalam waktu penjualannya saja. Kita berharap penjualan daging ayam dapat kembali normal, sehingga tidak ada penurunan omset yang signifikan,” kata Tasya. (Sandi/R3/HR-Online)
Editor : Eva Latifah