Bintang berkedip raksasa VVV-WIT-08 mempunyai ukuran 100 kali Matahari. Para astronom menemukannya di dekat jantung Bima Sakti.
Berdasarkan pengamatan teleskop, telah terungkap bahwa bintang besar selama beberapa ratus hari terletak lebih dari 25.000 tahun cahaya jauhnya. Kemudian akan meredup 97% dan perlahan kembali cerah seperti semula.
Astronom Temukan Bintang Berkedip Raksasa VVV-WIT-08
Penyebab dari gelap yang tak terduga kemungkinan karena planet yang mengorbit. Kemungkinan juga karena bintang pendamping mempunyai material mengelilingi cakram debu yang melintas di depannya. Sehingga akan menghalangi cahaya yang seharusnya sampai Bumi.
Melansir theguardian.com, para astronom telah memperhatikan terkait peredupan bintang misterius dalam data yang telah terkumpul oleh teleskop vista. European Southern Observatory di Chili telah mengoperasikan alat tersebut.
Dr Leigh Smith di Institut Astronomi Universitas Cambridge mengatakan jika bintang muncul entah dari mana. Kemudian peredupan bintang terjadi tiba-tiba. Setelah itu, mulai memudar awal tahun 2012, hampir menghilang pada April tahun itu sebelum pulih 100 hari berikutnya.
Instrumen telah mengamati bintang berkedip raksasa VVV-WIT-08 selama satu dekade, termasuk miliaran bintang lainnya. Hal tersebut bertujuan untuk mencari sampel yang bervariasi dalam kecerahan bintang di bidang spektrum elektromagnetik dan inframerah.
Para ilmuwan menyebut obyek ini WIT dan memberikan nama VVV-WIT-08. Kemudian seperti yang telah diketahui tidak berada dalam kategori sesuai penetapan.
Baca Juga: Gugusan Bintang Terbuka NGC 2516, Panjang 1.600 Tahun Cahaya
Bintang Variabel
Bintang berkedip raksasa VVV-WIT-08 kemungkinan merupakan kelas baru sistem biner berkedip. Di mana bintang raksasa berada di konstelasi Sagitarius. Sangat menakjubkan pengamatan objek gelap, besar, dan memanjang melintas di antara Bima Sakti.
Namun para astronom hanya bisa berspekulasi mengenai dari mana asalnya. Karena bintang berada di area padat Bima Sakti. Para tim mempertimbangkan apakah beberapa objek bisa saja melayang di depan VVV-WIT-08 secara kebetulan atau tersesat.
Akan tetapi, simulasi menunjukkan jika harus ada sejumlah benda gelap yang mengambang di sekitar galaksi supaya skenario ini terjadi. Satu sistem bintang mirip ini telah dikenal sejak lama.
Perhitungan para astronom tercatat dalam Monthly Notices of the Royal Astronomical Society. Kemudian menyarankan supaya piringan tersebut dimiringkan supaya terlihat seperti elips dari Bumi. Kemudian harus memiliki ukuran raksasa serta radius setidaknya seperempat jarak Bumi ke Matahari.
Jauh lebih mungkin jika pandangan pengaburan pada teleskop bintang berkedip raksasa VVV-WIT-08. Saat piringan berdebu di sekitar planet yang mengorbit atau ketika bintang kedua menghalanginya.
Misalnya saja bintang raksasa Epsilon Aurigae sebagai penghalang. Pada sebagian terhalang oleh piringan debu besar tiap 27 tahun. Tetapi hanya redup sekitar 50% saja.
Sebagai contoh yang kedua, TYC 2502-672-1 ditemukan beberapa tahun silam. Bintang itu memegang rekor untuk sistem bintang biner gerhana. Mempunyai periode orbit terpanjang 69 tahun, sebagai lawannya adalah VVV-WIT-08.
Terkadang para ilmuwan menemukan bintang variabel. Namun tidak sesuai dengan penetapan kategori. Profesor Philip Lucas, seorang astronom dari University of Hertfordshire mengatakan hal tersebut.
Baca Juga: Planet TIC 172900988b Ditemukan TESS di Sekitar Bintang Biner Kuno
Kelas Bintang Baru
Belum ada kejelasan kapan bintang berkedip raksasa VVV-WIT-08 akan meredup kembali. Namun para astronom percaya jika hal itu akan terjadi dalam 20 hingga 200 tahun ke depan.
Lalu dua bintang berkedip terlihat di sampingnya. Namun para peneliti hanya mempunyai sedikit detail terkait hal ini. Tim berbasis di Inggris juga menemukan dua lagi bintang raksasa aneh.
Hal ini menunjukkan kemungkinan kelas baru bintang. Sekarang ini, tampaknya terdapat enam sistem bintang potensial berdasarkan dari jenisnya.
Bintang raksasa besar di dalamnya dan cakram buram raksasa. Meskipun mengorbit sangat jauh dari bintang raksasa. Namun demikian, tim dapat belajar tentang bagaimana sistem semacam ini berevolusi.
Kesibukan tentang penemuan ini akan membantu para astronom memahami apa yang tampaknya menjadi kelas bintang baru. Properti secara agregat akan membongkar misteri dari mana cakram ini berasal.
Sangat senang dapat melihat penemuan seperti itu, setelah beberapa tahun merencanakan dan mengumpulkan data. Kemungkinan tim dapat mempelajari bagaimana sistem ini berkembang melalui stimulasi. Kemudian mengetahui tentang bintang berkedip raksasa VVV-WIT-08 di akhir hidupnya. (R10/HR Online)
Editor: Jujang