Berita Tasikmalaya, (harapanrakyat.com),- Kreativitas pemuda asal Kampung Palapsari, Desa Neglasari, Kecamatan Jatiwaras, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, yang menyulap sungai jadi tempat wisata air patut mendapat apresiasi.
Nama wisata tersebut adalah Objek Wisata Alam Sari, yang bisa dipakai buat berenang dan menaiki rakit.
Pantauan HR Online Sabtu (22/5/2021), pengunjung sangat antusias untuk berenang dan menaiki rakit di Sungai Cipinaha jalur Sungai Ciwulan tersebut.
Heri Permadi, pengelola Objek Wisata Alam Sari mengungkapkan, awal mula sungai jadi tempat wisata air, adalah dari warga setempat yang ingin berwisata keluar kota.
“Namun warga takut terkena virus Covid-19, bila berlibur keluar kota,” ungkapnya kepada HR Online, Sabtu (22/5/2021).
Akan tetapi, tak disangka yang tadinya buat berwisata warga setempat, setelah dibuka antusias pengunjung sangat tinggi. Bahkan ada yang datang dari luar daerah.
“Pembukaan tempat wisata air ini baru beberapa minggu. Lebih tepatnya minggu kemarin pas sesudah lebaran,” katanya.
Ide Tempat Wisata Air di Tasikmalaya
Lebih lanjut Heri menuturkan, untuk ide membuka tempat wisata ini, awalnya dari ibu-ibu warga Kampung Palapsari.
Emak-emak tersebut mengusulkan kepada para pemuda untuk bisa membuka tempat wisata baru. Pasalnya, ibu-ibu ingin liburannya tidak mau keluar daerah.
“Katanya kalau mau liburan ke luar juga susah. Terlebih lagi saat ini masih musim Corona, jadi mereka takut,” tutur Heri.
Fasilitas Objek Wisata Alam Sari
Tempat wisata air di Tasikmalaya ini, menyediakan berbagai fasilitas. Seperti, buat berenang anak-anak dengan kedalamnya cuma setengah meter.
Selain itu, pengunjung juga bisa naik rakit, dengan tarif hanya Rp 3 ribu per orang. Akan tetapi, jika borongan yaitu 10 orang, maka ada diskon dengan tarif Rp 25 ribu.
“Tidak ada tiket masuk alias gratis. Cuma bayar parkir dan sewa ban saja. Selain itu, objek wisata air ini juga ada tempat karoke, gratis loh,” ucapnya.
Objek Wisata Alam Sari yang berada di Sungai Cipinaha jalur Sungai Ciwulan tersebut, berbeda dengan obwis air lainnya.
Sebab, wisata ini hanya untuk musim kemarau atau saat air sungai tidak besar. Jadi, ketika musim kemarau, warga membendung airnya.
“Akan tetapi saat musim hujan, pasti sungai ini tidak bisa dipakai untuk berenang. Karena airnya bakal besar, jadi terpaksa pasti bakal tutup,” kata Heri.
Sementara bagi pengunjung dari Kota Tasikmalaya yang hendak ke tempat wisata air ini, hanya membutuhkan waktu sekitar satu jam saja.
Selain itu, akses jalan ke lokasi tersebut juga terbilang bagus. Sedangkan dari parkiran motor, pengunjung harus jalan kaki beberapa menit untuk ke lokasi wisata.
“Semenjak awal pembukaan yaitu sesudah lebaran, antusias pengunjung Alhamdulillah banyak. Rata-rata warga sekitaran Tasikmalaya selatan. Tapi ada juga sih beberapa orang pengunjung dari Kota Tasikmalaya yang datang ke tempat wisata air ini,” pungkasnya. (Apip/R5/HR-Online)
Editor : Adi Karyanto