Berita Banjar, (harapanrakyat.com),- Siaga musim kemarau, BPBD Kota Banjar, Jawa Barat, mengingatkan kepada warga masyarakat supaya siaga akan potensi bencana kekeringan serta krisis air bersih akibat dampak musim kemarau.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Banjar, Kusnadi mengatakan, kesiapsiagaan bencana daerah tersebut menindaklanjuti hasil rapat koordinasi potensi bencana akibat musim kemarau. Rapat koordinasi yang berlangsung di Bandung belum lama ini bersama BMKG.
Dalam rapat koordinasi tersebut disebutkan bahwa, bulan Mei ini sudah mulai memasuki musim kemarau. Diprediksikan puncak musim kemarau akan terjadi pada bulan Agustus mendatang.
“Dari hasil rapat koordinasi itu, bulan April kemarin kita sudah melewati masa pancaroba. Saat ini untuk wilayah Jawa Barat sudah mulai memasuki musim kemarau,” terangnya, Jumat (21/05/2021).
Untuk itu, lanjut Kusnadi, BPBD Kota Banjar mengingatkan kepada semua pihak agar selalu siaga dan waspada dengan segala bentuk potensi bencana daerah, yang diakibatkan musim kemarau.
Ia menyebutkan, potensi bencana daerah tersebut seperti adanya krisis air bersih, kebakaran lahan dan hutan. Kemudian, kekeringan area persawahan yang nantinya berimbas pada hasil pertanian, serta potensi bencana daerah lainnya.
“Dampak musim kemarau ini tidak hanya krisis air bersih. Tapi juga potensi ekonomi seperti hasil pertanian yang kurang maksimal, karena kurangnya pasokan air. Itu juga harus diwaspadai,” ujarnya.
Baca Juga : Musim Kemarau, Sejumlah Wilayah di Kota Banjar Kesulitan Air Bersih
BPBD Kota Banjar Terima Permohonan Air Bersih
Kusnadi juga menjelaskan, sampai saat ini pihak BPBD Kota Banjar siaga kemarau, dan pihaknya sudah menerima permohonan bantuan suplai air bersih. Permohonan tersebut datang dari dua wilayah terdampak krisis air akibat musim kemarau yang sudah mulai melanda sejumlah wilayah Kota Banjar.
Kedua wilayah yang sudah mengajukan permohonan pasokan air bersih tersebut, yaitu Dusun Priagung, Desa Binangun, Kecamatan Pataruman, dan Desa Neglasari, Kecamatan Banjar.
Sebagai bentuk kesiapsiagaan, serta memastikan pasokan air bersih di wilayah Kota Banjar, sambung Kusnadi, pihaknya dalam waktu dekat ini akan mengagendakan rapat koordinasi lintas sektoral.
“Untuk permohonan dari Dusun Priagung kemarin sudah kami distribusikan. Dalam waktu dekat ini BPBD Kota Banjar juga akan mengadakan rapat koordinasi lintas sektoral,” jelas Kusnadi.
Damkar Kota Banjar Ingatan Kebakaran Lahan
Baca Juga : Selama Musim Kemarau, 32 Kebakaran Terjadi di Kota Banjar
Sementara itu, Kepala UPTD Damkar Kota Banjar, Aam Amijaya mengatakan, berdasarkan data laporan yang ada, untuk tahun 2021 memang tidak ada bencana kebakaran lahan. Baik lahan milik warga masyarakat, maupun kebakaran hutan.
Namun demikian, ia tetap mengingatkan agar semua pihak tetap waspada, serta menghindari sesuatu yang dapat menjadi pemicu terjadinya kebakaran. Seperti halnya membakar sampah sembarangan.
Hal itu karena setiap bencana tidak bisa dipastikan kapan datangnya. Apalagi potensi bencana kebakaran seperti musim kemarau cukup rawan terjadi.
“Dari data laporan yang ada, peristiwa kebakaran yang paling banyak terjadi itu kebakaran rumah. Untuk kebakaran lahan tahun ini memang belum pernah ada kejadian,” kata Aam. (Muhlisin/R3/HR-Online)
Editor : Eva Latifah