Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),- Pohon lengkeng raksasa di Purbahayu, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, yang keberadaannya diapit dua bangunan sekolah ditebang habis oleh tim Tagana, Kamis (27/05/2021).
Pasalnya, jika terjadi hujan deras dan angin kencang, keberadaan sebuah pohon lengkeng berukuran besar itu bisa membahayakan kedua bangunan sekolah tersebut.
Hal itu berdasarkan laporan dari Kepala SD Negeri 1 Purbahayu dan Kepala TK yang diterima oleh Tagana Kabupaten Pangandaran.
“Setelah mendapat laporan seperti itu, kami langsung merespon dan menebang pohon lengkeng raksasa itu. Karena membahayakan dua sekolah tersebut,” kata Ketua Tagana Kabupaten Ciamis, Nana Suryana, kepada HR Online.
Ia menyebutkan, untuk memproses penebangan, tim Tagana Kabupaten Pangandaran menurunkan beberapa personil dan dua unit mesin gergaji senso.
Menurut Nana, pohon lengkeng raksasa yang ada di tengah-tengah dua bangunan sekolah tersebut membahayakan sekolah jika ada hujan deras dan angin kencang.
Mengingat jarak pohon besar itu hanya beberapa meter saja dari bangunan sekolah, baik SD maupun TK.
Selain itu, bangunan dua sekolah tersebut juga banyak murid-muridnya. Jadi untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak dinginkan dan atas permintaan pihak sekolah, sehingga pohon pun ditebang habis sampai rata oleh petugas Tagana.
Baca Juga : Tagana Pangandaran Salurkan Bantuan Tong Sampah ke Cagar Alam
Proses Penebangan Pohon Lengkeng Cukup Sulit
Proses penebangan pohon cukup sulit. Mengingat pohon lengkeng raksasa itu tidak langsung petugas tumbangkan. Tetapi memotongnya satu persatu mulai dari bagian atas hingga bawah.
“Alhasil, pada proses penebangan pohon yang besar itu semuanya terkendali. Tak ada satu pun tangkai pohon yang jatuh menimpa bangunan sekolah. Namun waktunya memang cukup lama,” terang Nana.
Petugas Tagana, Tarli Sutarli yang ikut menangani penebangan menyebutkan, pohon lengkeng tersebut sudah berumur belasan tahun. Yakni kurang lebih 15 tahunan.
Selain itu, ranting pada dahan pohon lengkeng itu juga sudah ada yang keropos sehingga sangat rentan patah. Setelah ditebang, para siswa bisa merasa lega ketika belajar di sekolah.
“Pohon lengkeng kini sudah rata dengan tanah. Kita juga mempersilahkan bagi siapa saja boleh memberikan masukan informasi ke FK Tagana Pangandaran jika butuh bantuan. Seperti halnya sekolah tersebut. Tim Tagana pasti merespons keinginan warga,” pungkasnya. (Ntang/R3/HR-Online)
Editor : Eva Latifah